Salah satu prinsip penting dalam pertanian terpadu atau integrated farming adalah prinsip satu siklus tanpa terputus.
Prinsip satu siklus maksudnya adalah mengerjakan pekerjaan yang saling terkait. Sebagai contoh, untuk menyiapkan bedengan dan kotak lahan, Zeze Zahra akan butuh pupuk pembenah tanah. Berarti pembenah tanah dibuat terlebih dahulu, karena prosesnya akan butuh fermentasi hingga 14 hari. Selagi menunggu, paralel bisa melakukan penyemaian, barulah kemudian bekerja mengerjakan bedengan dan lahan.
Contoh lain satu siklus adalah kesinambungan antara pengolahan kohe (kotoran hewan/pupuk kandang) sebagai pupuk untuk tanaman, kemudian pembuatan kotak kompos untuk mengumpulkan daun-daun kering yang hendak dijadikan kompos.


Bentuk sikus lainnya adalah memelihara ayam dan kambing setelah kita menanam jagung. Pakan ayam bisa diambil dari jagung sedangkan pakan kambing dari daun dan pelepah jagung, ditambah dengan rumput dari sela-sela tanaman jagung. Kotoran kambing dan ayam bisa dijadikan sebagai media tanam cacing. Tanah bekas cacing (kascing) dijadikan pupuk dan seterusnya.
Saat awal mulai, mungkin siklusnya baru dua hal yang saling terkait. Seiring waktu, kita bisa memperpanjang dan menghubungkan banyak titik agar menjadi satu siklus tanpa terputus.