Jika kita punya lahan terbatas, kadang kita terjebak dilema. Apakah hendak menanam 1-2 jenis tanaman dalam jumlah cukup banyak atau menanam sedikit namun jumlahnya variatif.
Contohnya jika punya lahan 1000 meter. Apakah full ditanami cabe/jagung karena niatnya untuk dijual, atau sebaiknya tanam kangkung, bayam, selada, cabe, bawang merah, daun bawang, kacang tanah, kacang kedele, kembang kol dan lain-lain?
Jawabannya, pilihan manapun baik, asal dijalankan dan hasilnya bagus, hehehe… Ya iyalah, terserah yang punya lahan ![]()
Ada cara sederhana sebenarnya. Lakukan secara mixed atau gabungan. Misalnya jika lahannya 1000 meter, maka bisa dibuat 200 meter untuk lahan variatif sedangkan 800 meter untuk lahan komersil. Dengan cara ini, kita bisa mendapatkan dua keuntungan, yaitu dapat ilmu sekaligus dapat penghasilan.
Zeze Zahra menerapkan hal ini dengan mekanisme sederhana. Pekarangan dan sudut kebun dibuatkan kotak lahan dengan model raised-bed gardening. Kotak lahan ini rata-rata berukuran 3×1 meter. Tiap kotak bisa ditanami tanaman berbeda. Dimulai dari bayam, kangkung kemudian berkembang ke tanaman lainnya.
Lahan yang lebih luas ditanami tanaman sejenis, misalnya jagung dan cabe. Adakalanya hasil percobaan yang sukses pada kotak lahan kemudian diperluas penanamannya di lahan kebun. Misalnya bawang merah ternyata berhasil ditanam di kotak lahan, akhirnya diperluas ke kebun. Dengan cara ini, kita bisa mendapatkan hasil jangka pendek maupun jangka panjang sekaligus bisa mengkombinasikan keberanian dengan kehati-hatian.