Menanam kangkung mungkin hasilnya tidak sebanyak tanaman lainnya, namun kangkung bisa menjadi sumber pangan keluarga sekaligus pendapatan harian yang cukup berarti. Meskipun terlihat sederhana, manfaat yang bisa diperoleh dari menanam kangkung cukup besar.
Kita bisa mulai menanam kangkung dari skala yang paling kecil, misalnya di beberapa polibag. Jika kebutuhan meningkat, baru beralih ke petak lahan yang lebih besar. Ini membuat mekanisme penanaman kangkung sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan kita.
Karena siklus panennya yang singkat, kangkung sangat cocok dijadikan sebagai penambah pendapatan di sela-sela waktu menanam tanaman musiman seperti padi, jagung, semangka, dan melon. Dengan begitu, lahan yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal sepanjang tahun.
Selain itu, kangkung yang tidak terjual tidak akan terbuang percuma. Kita bisa menjadikannya sebagai pakan tambahan untuk ternak dan ikan. Dengan cara ini, semua hasil dari kebun tetap bermanfaat dan tidak ada yang sia-sia.
Bahkan, batang dan akar kangkung pun bisa diolah lebih lanjut. Keduanya bisa dijadikan kompos yang kaya akan nutrisi, atau diolah menjadi ZPT (Zat Perangsang Tumbuh) alami yang bisa digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman lainnya.
Kangkung mungkin sederhana, tapi manfaatnya luar biasa!