Kalau lihat foto-foto ini, mungkin ada yang curious (penasaran) bertanya : “Ini foto kegiatan apa?”
Mungkin juga nggak sih, hehehe… ![]()
Ini adalah foto-foto beberapa waktu yang lalu saat acara buka puasa bersama di keluarga besar. Acara ini sekalian dikemas berbarengan dengan acara pertemuan bulanan keluarga dan acara syukuran adik saya.
Acara pertemuan keluarga biasanya diisi dengan share wawasan dan pengalaman. Salah satu project yang dijalani adalah implementasi sistem CPF (Central Provident Fund) model Singapore di lingkungan keluarga. CPF adalah semacam tabungan wajib bagi setiap warga negara Singapore yang dibagi kedalam beberapa account atau peruntukan, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan dan pensiun.



Detail implementasi di lingkungan keluarga kami bisa dibaca disini : https://www.vavai.com/central-provident-fund-cpf…/
Pertemuan ini adalah pertemuan ketiga terkait paparan perkembangan investasi keluarga. Jadi tiap keluarga (total ada 15 keluarga) memberikan iuran rutin minimal 300 ribu per bulan. Pertemuan ini memberikan update laporan mengenai akumulasi iuran per masing-masing keluarga dan akumulasi iuran total, alokasi investasi, perkembangan fluktuasi investasi dan lain-lain.
Pertemuan dibuka dengan paparan mengenai kisah “Angsa Bertelur Emas”. Ceritanya bisa dibaca di salah satu screenshot yang saya lampirkan. Intinya mengenai upaya membangun asset dan jangan terburu-buru mengambil hasil.



Sebagai selingan, acara dilanjutkan dengan kisah waktu kami (saya dan saudara kandung) masih kecil. Saat kami berjualan es mambo untuk membantu orang tua sampai-sampai Qchen Marsan Susanto keseleo karena mengangkat termos es dan juga Sony Marsono yang bajunya bolong-bolong saat berjualan es. Juga ada selingan cerita saat saya dan Marhidin Bob membeli baju lebaran namun uangnya kurang.
Cerita ini menjadi pembelajaran buat keluarga besar dan anak-anak bahwa perjuangan masa kecil itu nyata dan harus dimaknai dan dihargai sebagai bekal pendidikan di masa depan.
Cerita kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai progress investasi, rencana kedepan hingga pemberian hadiah khusus buat Bob terkait pengalaman dulu beli baju lebaran namun uangnya nggak cukup.




Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan lebaran untuk keluarga dan makan malam bersama.
Saya nggak tahu apakah di keluarga Indonesia umumnya ada acara seperti ini. Bagi kami, acara seperti ini baik untuk pendidikan dan literasi keluarga.
Mungkin banyak yang skeptis, model seperti ini apakah bisa sustain (bertahan) atau tidak. Atau potensi konflik di masa mendatang saat nilai investasi membesar dan generasi awal mulai digantikan generasi penerus.
Sama halnya seperti kita mendaki gunung atau memulai usaha, kita tidak akan pernah tahu. Kalau kita selalu takut memulai inisiatif yang baik, mungkin selamanya kita tidak akan pernah memulainya. Yang bisa dilakukan adalah membuat pengamanan, rule, aturan, policy/kebijakan untuk mencegah hal-hal yang dikhawatirkan, sehingga kebijakan ini bisa bertahan lama dan bisa bermanfaat secara maksimal.
Kalau kita lihat perjalanan Singapore menerapkan CPF Fund juga tidak mulus. Banyak pro kontra dan juga ada penyesuaian-penyesuaian kebijakan. Namun hal ini tidak menjadi alasan untuk berhenti melakukan kebijakan yang baik untuk banyak orang.
Jalannya berkelok dan mendaki,
Siapa menanti tak pernah kutahu
Sunyikupun kekal menjajah diri,
Dan anginpun gelisah menderu
Ah, ingin aku istirahat dari mimpi
Namun selalu kudengar ia menyeru
Tentang jejak di tanah berdebu
Diam-diam aku pun berangkat pergi
Thanks bang Toto St Radik