Lahan Pertanian Jauh dari Rumah : Simbiosis Mutualisme

Saat Zeze Zahra mulai bertani, rezeki yang didapat adalah lahan pertanian di daerah Karawang, sekitar dua jam dari rumah di Bekasi. Lahan pertanian di Bekasi cukup mahal dan pengairannya banyak yang terganggu sampah, sehingga repot perawatannya. Di Karawang, harga lahan dan sawah masih terjangkau, terutama lahan yang jauh di pedesaan.

Karena lokasinya jauh dari rumah, butuh orang yang bisa dipercaya oleh Zeze Zahra untuk mengelola sawah maupun ladang. Salah satu orang yang dipercaya adalah bang Agus.

Bang Agus awalnya menjadi petani penggarap, namun kerap membantu pekerjaan di rumah kabin Zeze Zahra. Akhirnya bang Agus dipercaya mengelola sawah. Awalnya diberikan kepercayaan 2 petak sawah. Setelah dievaluasi, hasilnya bagus, sehingga lahannya ditambah menjadi 4 petak, kemudian 6 petak dan akhirnya 8 petak. 8 petak sawah itu equivalent dengan kisaran 1 hektar sawah.

Di luar keseharian mengelola sawah, bang Agus kadang membantu pekerjaan di kebun atau pekarangan rumah kabin. Misalnya untuk menanam singkong, pisang, atau jambu kristal. Ini adalah bagian dari kerja sama yang saling menguntungkan, karena kami saling membutuhkan.

Kadang, saat bermalam di rumah kabin Zeze Zahra, saya mengobrol dengan bang Agus mengenai pengalamannya menjadi jawara. Pengalamannya seru, karena kadang ia cerita juga pengalamannya berhadapan dengan hantu, hehehe. Cerita tersebut menjadi bumbu obrolan kami diwaktu malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *