Melawan Kemajuan Jaman

Saya beberapa kali melihat orang yang berusaha melawan kemajuan dan perkembangan jaman. Sikapnya cenderung menolak atau menganggap remeh hal baru. Mencari sisi lemah atau hal negatif dari hal baru itu.

Contohnya seperti ini. Jika kita berlatar belakang IT, kita tahu salah satu teknologi terbaru adalah kemajuan dibidang artificial intelligence. Kecerdasan buatan. Salah satu yang fenomenal adalah ChatGPT dari OpenAI.

Kita bisa bertanya banyak hal pada chatGPT dan mendapat jawaban. Sebagai petani, kita bisa bertanya mengenai saran penanaman, tips mencegah dan membasmi hama hingga berkonsultasi mengenai masalah tertentu.

Bagi kita yang berpikiran lurus-lurus saja, respon saat menggunakan chatGPT adalah : “Luar biasa teknologinya. Sudah maju sekali. Punya potensi pengembangan luar biasa”

Tapi bagi kita yang menolak kemajuan jaman, responnya adalah : “ChatGPT nggak bagus-bagus amat. Masih banyak salah. Jauh lah dibandingkan dengan Google. Hati-hati kadang chatGPT salah ngasih jawaban. Kadang sarannya juga bisa menjerumuskan. bla-bla-bla…”

Pertama, dibandingkan Google yang lahir lebih dari 20 tahun yang lalu dengan ChatGPT yang masih bayi tentu jelas jauh berbeda. Itupun seharusnya bikin Google ketar-ketir, karena kemampuan ChatGPT luar biasa sekali untuk ukuran teknologi yang masih bayi. Coba saja bandingkan kemampuan Google translate dengan ChatGPT.

Kesalahan terbesar seseorang dalam menyikapi perubahan dan kemajuan jaman adalah asumsi kita menelan mentah-mentah perkembangan dan kemajuan jaman itu. Sebagai contoh, seolah-olah saya menyandarkan seluruh hal pada chatGPT. Padahal namanya alat itu digunakan untuk membantu pekerjaan. Agar kita bisa tahu apa yang belum kita ketahui. Dalam konteks ChatGPT, ia adalah alat bantu kita sebagaimana halnya Google.

Menjadi petani sekalipun, kita bisa terus membuka diri pada kemajuan jaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *