Jika kita melakukan usaha, ada kalanya kita terjebak untuk langsung menggunakan hasil dari usaha, bukannya untuk pengembangan usaha. Misalnya, jika Zeze Zahra mendapat keuntungan Rp30.000 dari satu kotak lahan berukuran 3 × 1 m yang ditanami kangkung, bisa saja Zeze Zahra menggunakan hasil keuntungan itu untuk makan bakso.
Apakah tidak boleh? Ya boleh saja, karena toh itu uang kita. Namun dari sisi kebijaksanaan dan pertimbangan masa depan, lebih baik uang hasil keuntungan tersebut digunakan untuk pengembangan usaha.
Misalnya begini, untuk membuat satu kotak lahan raised-bed berukuran 3×1 m menggunakan bata ringan akan membutuhkan biaya Rp200.000. Kita menggunakan penghasilan dari gaji yang di sisihkan sebagai biaya awal tersebut. Jika kita mendapat keuntungan sebesar Rp30.000 setiap kali panen dan hasil keuntungan tidak digunakan, maka kita akan butuh 7 kali panen untuk bisa membuat kotak lahan kedua.
Jika satu kali panen membutuhkan waktu tiga minggu, maka butuh waktu 7 × 3 minggu = 21 minggu untuk bisa membuat kotak lahan kedua. Itu artinya sekitar lima bulan satu minggu untuk memiliki modal pembuatan kotak lahan kedua.
Namun ini istimewanya. Setelah punya kotak lahan kedua, kita punya waktu lebih singkat. Dengan asumsi keuntungan menjadi Rp60.000 setiap kali panen, maka kita hanya butuh waktu sekitar empat kali panen saja untuk bisa membuat kotak lahan ketiga. Empat kali panen dikalikan tiga minggu waktu panen artinya 12 minggu atau = 3 bulan.
Setelah punya 3 kotak lahan, kita hanya butuh 3x panen untuk membangun kotak lahan keempat. Setelah punya 4 kotak lahan, kita hanya butuh 2x panen untuk membangun kotak lahan kelima. Begitu seterusnya.
Jika kita terus menduplikasinya, kita bisa mengembangkan usaha dengan modal awal yang ada sambil terus belajar memahami dan memaksimalkan usaha yang dijalani. Kita bisa mengganti kotak lahan untuk menanam kangkung dengan jenis tanaman lain, seperti cabai, bawang, kubis, sawi hingga padi.
Prinsip dasarnya adalah jangan langsung memakan keuntungan melainkan menggunakannya untuk pengembangan usaha. Pada titik tertentu, nanti kita bisa memakan keuntungan tanpa harus mempengaruhi modal usaha, karena kita sudah bisa hidup dari keuntungan hasil usaha.
Catatan :
1. Contoh diatas adalah perhitungan sederhana tanpa memperhitungkan mekanisme penjualan atau kemungkinan tanaman kena hama dan penyakit, karena konteksnya adalah prinsip pengembangan usaha.
2. Contoh perhitungan pembuatan kotak lahan raised-bed gardening bisa dibaca disini : https://web.facebook.com/share/p/1DR4uEfVUJ/