CPF (Central Provident Fund) Singapura adalah skema tabungan jaminan sosial wajib yang didanai oleh kontribusi karyawan dan pemberi kerja untuk membantu warga negara dan Penduduk Tetap (PR) membiayai kebutuhan pokok seperti pensiun, perumahan (HDB), perawatan kesehatan (MediSave), dan perlindungan keluarga.
CPF dibentuk pada awal berdirinya negara Singapura. Oleh Lee Kuan Yew dan pendiri Singapura lainnya, CPF dijadikan sebagai prinsip dasar pengelolaan keuangan berbasis kontribusi warga negara. CPF ini bisa menjadi lapisan perlindungan jaminan sosial bagi warga negara tanpa harus membebani keuangan negara dalam jumlah besar. Benefit lainnya adalah adanya modal besar yang dikelola negara untuk diinvestasikan ke berbagai bidang.
Berkaca pada prinsip CPF tersebut, saya bersama saudara kandung lainnya mulai menerapkan hal yang sama di lingkungan keluarga besar.
Ada 3 (tiga) kebutuhan pokok keluarga besar yang perlu persiapan dana, yaitu pendidikan, kesehatan dan pensiun. Untuk hal tersebut, kami membuat skema dengan nilai yang relatif rendah agar bisa diikuti oleh seluruh keluarga inti. Keluarga inti adalah keluarga dari saudara kandung saya.
Mengapa diterapkan di keluarga inti, karena pertimbangan kemudahan koordinasi.
Mekanisme yang berlaku sebagai berikut :
1. Kami 12 bersaudara, dua diantaranya sudah berpulang, jadi ada 10 bersaudara. Berarti ada 10 anggota keluarga inti
2. Setiap keluarga inti akan menyetorkan dana iuran sebesar Rp. 300.000,- terdiri dari 100 ribu untuk pendidikan, 100 ribu untuk kesehatan dan 100 ribu untuk dana pensiun
3. Seluruh dana yang terkumpul akan dialokasikan pada instrumen investasi yang cukup aman, misalnya 40% pada lingkup pasar uang (money market), 40% pada sukuk dan obligasi dan 20% pada saham
4. Untuk membantu pencapaian target investasi, ada dana matching fund sebesar 50%. Jadi kalau total terkumpul 300 ribu per keluarga, akan ada dana matching fund sebesar Rp. 150 ribu per keluarga.
5. Dana matching fund adalah dana “gimmick” atau penyemangat agar keluarga mau menyisihkan pendapatan dan mau turut serta dalam proyek bersama yang memiliki tujuan jangka panjang.
6. Dana matching fund ini berasal dari guarantor. Guarantor adalah penjamin/koordinator. Biasanya di kami terdiri dari beberapa orang dan merupakan anggota keluarga yang memiliki kondisi sosial ekonomi lebih baik, pendidikan lebih tinggi dan kemampuan manajemen lebih bagus. Dana matching fund diberikan diawal inisiasi dan berasal dari guarantor, namun nantinya akan didapatkan dari nilai hasil investasi asset keluarga.
7. Proses evaluasi dilakukan secara berkala, saat ini setiap bulan sekali dan dilakukan dalam proses rapat keluarga besar.



Apakah nilai ratusan ribu rupiah ini memadai untuk tujuan-tujuan besar diatas? Jika mengacu pada perhitungan matematis kebutuhan hidup saat ini, tentu saja belum memadai. Namun kami memutuskan untuk memulai dengan nilai tersebut sebagai awalan mengingat kondisi sosial ekonomi di lingkungan keluarga kami cukup beragam.
Apa yang kami lakukan ini sebenarnya dilandasi hal mendasar, yaitu bahwa sebagian besar dari kami adalah wirausahawan dan pegawai swasta, yang perlu menyiapkan masa depan dan masa pensiun kami sendiri.
Alasan lain adalah karena tinggal di negeri ini memerlukan pengamanan finansial tambahan, mengingat kita tidak bisa bergantung pada pihak lain.