Saat memulai ide ini pembentukan dana pendidikan, kesehatan dan pensiun keluarga, awalnya saya skeptis dan curious, apakah hal ini bisa berjalan. Meski satu keluarga, perbedaan pendapat akan sangat mungkin terjadi.
Namun karena ini niatnya untuk kebaikan bersama, jadi saya coba sampaikan ide ini pada pertemuan keluarga besar di akhir November 2025.
Ide dana pendidikan, kesehatan dan pensiun ini awalnya bersumber dari pembelajaran mengenai CPF (Central Provident Fund) Singapore. Saya mempelajarinya, kemudian membuat rumusan untuk implementasi di level keluarga dengan beberapa penyesuaian.
Awalnya kami menyepakati dua komponen utama, yaitu dana pendidikan dan dana kesehatan. Anggota yang terlibat adalah keluarga inti, yaitu keluarga saudara kandung saya. Setiap keluarga akan menyetorkan iuran sebesar Rp. 200 ribu per bulan. Nilai 200 ribu itu akan dibagi kedalam dua bagian, yaitu 100 ribu untuk dana pendidikan dan 100 ribu untuk dana kesehatan.



Agar pengelolaannya lebih rapi dan sistematis, dana dikelola oleh tiga orang guarantor. Tiga orang guarantor ini dipilih dengan mempertimbangkan kemampuan, pendidikan, pengalaman dan kondisi ekonomi. Tujuannya agar guarantor bisa benar-benar menjaga dana yang terkumpul, menginvestasikannya pada instrumen investasi yang tepat dan mengelolanya dengan baik.
Agar keluarga besar mau memikirkan masa depan pendidikan dan kesehatan lebih serius, guarantor memberikan gimmick matching fund. Setiap kali iuran 200 ribu rupiah, maka akan ada dana bonus sebesar 50 ribu rupiah. Jadi keluarga yang iuran 200 ribu pada hakikatnya menabung 250 ribu rupiah.
Dana bonus ini sifatnya temporer dan disesuaikan dengan kemampuan. Ini jadi leverage (pengungkit) saja. Diset berlangsung 6-12 bulan kedepan. Dana bonus juga nilainya tetap, regardless jumlah iuran. Jadi meskipun ada keluarga yang iuran lebih dari 200 ribu, dana bonusnya tetap 50 ribu.
Sebulan berjalan, ternyata animo dan semangat keluarga semakin meningkat. Akhirnya keluarga inti berembuk lagi dan menetapkan perluasan program. Yang awalnya hanya dua komponen yaitu pendidikan dan kesehatan akhirnya menjadi tiga komponen yaitu dana pendidikan, kesehatan dan pensiun.
Nilai iuran jadi 300 ribu rupiah dan dana matching fund ditingkatkan jadi 150 ribu rupiah. Jadi keluarga yang iuran 300 ribu rupiah, hakikatnya berinvestasi sebesar 450 ribu rupiah.
Dana matching fund ini disiapkan oleh guarantor sebagai booster diawal program dan bersifat temporer 6-12 bulan kedepan. Guarantor juga membuat aturan dan kebijakan mengenai arah investasi, laporan performa investasi, mekanisme penggunaan dana dan hal lain yang sifatnya administrative.


Kedepan, model ini akan dibakukan dalam bentuk koperasi. Sebenarnya arah kami adalah membentuk mini family office/trustee. Agar ada endowment fund (dana abadi) yang bisa dikelola oleh keluarga besar dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun bicara seperti itu mungkin akan butuh waktu, sehingga kami mulai dari yang ada dan bisa dilakukan dulu.
Karena ini menyangkut uang dan bisa membuat rumit hubungan keluarga, mekanisme pengelolaan dan hal lainnya dibuat clear dan sejelas mungkin. Itu sebabnya, arah kedepan akan dibakukan dalam bentuk institusi dengan menggandeng wealth planner dan trustee fund manager. Itupun setelah jumlah dan nilai assetnya memadai. Sekarang kan baru mulai dan masih kecil mungil ![]()
![]()