Tips Memulai Hobby Pertanian Tanpa Beban

Banyak rekan-rekan yang kadang mundur tidak mau memulai hobby pertanian karena dianggap membutuhkan biaya besar. Belum lagi kerepotan melakukan penyiraman, perawatan, penanganan hama dan lain-lain yang dianggap menyita waktu.

Padahal, hobby pertanian bisa dimulai atas pertimbangan sederhana, yaitu mengisi waktu sekaligus menghasilkan produk pertanian yang segar dan bisa dikonsumsi oleh keluarga. Bahwa kemudian berkembang menjadi usaha atau bisnis, itu alamiah saja, karena prosesnya berkembang seiring dengan adanya peluang.

Zeze Zahra juga memulai usaha pertanian tidak langsung membangun greenhouse atau menanam di kebun. Zeze Zahra mulai menanam pepaya dari dua buah yang bibitnya dibeli dari toko online karena sekalian membeli barang lain. Hal yang sama saat mulai menanam semangka dan melon, hanya karena ada lahan kosong di pinggiran kolam ikan. Waktu awal menanam hanya ada sekitar 20 benih melon dan semangka karena itu yang dipunya.

Jika kita memiliki lahan terbatas, jadikan itu sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Karena lahan terbatas, kita jadi lebih kreatif. Mencoba membuat media tanam yang super subur, karena kita bereksperimen dengan beberapa polibag, bukan lahan yang luasnya berhektar-hektar.

Pak Bayu Diningrat, salah seorang pakar pertanian selalu bilang, “Mulai dari yang ada, jangan mengada-ada”. Menanam dari beberapa polibag membuat kita belajar cara menumbuhkan benih dan merawat dengan baik. Beternak ayam dari 10 ekor membuat kita belajar menangani ayam dengan baik dan bahkan bisa mendayagunakan limbah rumah tangga (sisa makanan atau sayur dan buah) untuk dijadikan sebagai pakan ternak.

Jadi, mulai saja dari apa yang ada. Kalaupun gagal, kita bisa belajar dari kegagalan itu. Kalau berhasil, kita bisa memperbesar ukurannya karena ada peluang untuk cakupan yang lebih luas lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *