Persiapan Penanaman Padi Organik : Memperbanyak Benih Padi Kualitas Premium

default

Zeze Zahra menanam padi di sawah di lingkungan rumah kabin Zeze Zahra di Karawang. Padi yang ditanam ada beberapa jenis, seperti Pandan Wangi dan Inpari. Mulai periode musim tanam kali ini, dua petak sawah mulai diujicoba menggunakan treatment organik. Karena prosesnya tanggung, petak sawah organik ini menggunakan benih padi yang ada, yaitu Inpari.

Zeze Zahra sendiri sempat membeli dua jenis beras premium organik, yaitu jenis Mentik Susu Wangi dan beras Japonica. Harga keduanya kisaran 20-30 rb per kg. Rasanya memang pulen dan enak. Hanya saja terasa absurd, punya sawah dan menanam padi namun malah membeli beras ke pihak lain. Memang sih tidak selalu, karena kami juga mengkonsumsi beras sendiri.

Karena pertimbangan tersebut, Zeze Zahra juga melakukan persiapan untuk musim tanam kedua, yaitu setelah musim tanam kali ini panen. Persiapan yang dilakukan meliputi persiapan bibit, pupuk, insektisida, fungisida, jaring, pagar plastik dan lain-lain.

Untuk bibit, Zeze Zahra mencari benih padi Mentik Susu Wangi dan Japonica, karena keduanya yang selama ini dikonsumsi. Menemukan benih padi yang valid cukup sulit. Zeze Zahra sudah mencoba tanya ke rekan dari dinas pertanian dan dari petani lain namun belum mendapatkannya. Mencoba membeli secara online kadang belum tentu dapat yang valid.

Ada beberapa rekan yang menjanjikan benih, namun paralel Zeze Zahra mencoba membibitkan sendiri. Zeze Zahra membeli 10 pak benih padi Japonica kemasan kecil berisi 100 butir seharga 20 ribu rupiah. Berarti 200 ribu rupiah untuk 10 pak kecil sebanyak 1000 butir, hehehe…

Padi tersebut dibibitkan di pot terbuat dari galon dan di dalam greenhouse menggunakan model raised-bed. Tujuannya adalah memperbanyak benih agar minimal bisa mendapatkan beberapa kg benih untuk penanaman musim tanam berikutnya. Apakah bisa berhasil, nanti kita lihat progressnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *