Beberapa waktu terakhir, saya menyusun step by step audit keuangan keluarga. Tujuannya adalah mengecek status keuangan keluarga, pencapaian target dan progress yang dilakukan. Ini ada relasinya dengan implementasi skema CPF (Central Provident Fund) Singapore di lingkungan keluarga dan perusahaan.
Target dari perencanaan keuangan ini meliputi 3 hal utama, yaitu pendidikan, kesehatan dan pensiun.
Saya mulai dari langkah awal berupa pencatatan arus keuangan (cash flow), yaitu mencatat pemasukan dan pengeluaran. Setelah itu dilanjut dengan pencatatan hutang dan kewajiban lainnya. Disusul dengan pencatatan asset dan bagian pertama diakhiri dengan planning untuk budget bulan depan.
Bagian kedua dimulai dari pengecekan dana darurat (emergency fund), pengambilan paket asuransi kesehatan dan asuransi jiwa dan diakhiri dengan bagian utama berupa long term funds. Long term funds ini bisa berupa dana pensiun, dana liburan, dana kuliah/pendidikan dan lain-lain. Long term funds juga bisa beda konteks, misalnya untuk Zeze Vavai karena usianya muda, ia lebih fokus di dana pendidikan tingkat lanjut, pernikahan dan rumah.

Bagian akhir adalah review, penyesuaian dan implementasi dana abadi (endowment fund) untuk generasi mendatang. Mekanisme ini bisa dilakukan berbarengan dengan model implementasi CPF di lingkungan keluarga dan perusahaan.
Pencatatan ini bisa bermanfaat untuk banyak hal. Bisa menjadi catatan keluarga sekaligus memastikan ketahanan finansial keluarga. Bisa juga terkait pelaporan pajak SPT tahunan. Yang utama justru untuk memastikan pencapaian target keuangan.
Catatan ini rencananya diupdate setiap bulan sehingga bisa mendapatkan gambaran progress setiap bulannya.