Mengejar, Merancang dan Merealisasikan Impian : Jangan Merasa Bersalah

Apa yang terpikir saat melihat foto pertama? Ini adalah foto yang saya lihat dan menjadi inspirasi pembuatan saung dan rumah kabin Zeze Zahra. Jika kita menyukai sesuatu dan itu sesuai dengan apa yang kita cita-citakan, cobalah untuk memperjuangkannya.

Banyak dari kita yang merasa bersalah karena ingin merealisasikan cita-cita dan impian kita. Padahal sepanjang itu baik dan bagus dan tidak merugikan siapa-siapa, adalah hal yang wajar untuk memperjuangkannya.

Jika kita ingin memiliki rumah di tepi sawah yang punya kolam ikan dan bisa menjalankan hobi berkebun dan beternak, apa salahnya jika kita mencoba merealisasikannya secara bertahap.

Benar, segala sesuatu butuh biaya. Dan biaya itu bisa saja besar, namun bisa juga pencapaiannya dilakukan secara bertahap. Kalau memang itu cita-cita dan impian kita, upayakan semaksimal mungkin agar bisa merealisasikannya. Mungkin ada yang menjawab,”Ngomong sih mudah…”. Iya memang ngomong itu mudah, namun memiliki impian juga kan mudah. Bahwa prosesnya butuh perjuangan, semua yang bagus memang perlu diperjuangkan.

Saya ingat dulu kepingin membeli motor Ninja. Saat sudah menabung bertahun-tahunpun, saya merasa kurang pantas punya motor Ninja. Karena merasa uangnya bisa untuk keperluan lain. Padahal saya butuh itu. Saya kepingin itu. Saya malah merasa bersalah untuk memiliki dan merealisasikan keinginan itu. Sampai akhirnya almarhumah ibu saya bilang, “Uang ya uang kamu. Yang bekerja juga kamu. Yang mau kamu beli juga impian kamu. Mengapa kamu merasa bersalah? Bahwa uangnya bisa untuk keperluan lain ya tidak apa-apa. Setelah ini bisa menabung lagi…”

Akhirnya, saya jadi membeli motor Ninja. Keinginan sejak SMA akhirnya bisa tercapai. Setelah itu saya menyadari bahwa tidak apa-apa merealisasikan impian sepanjang itu merupakan hal yang baik.

Hal itu juga yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk merealisasikan impian rumah pertanian secara bertahap, dalam bentuk Zeze Zahra Excellent Farm dan dalam bentuk rumah kabin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *