Pertanian Jalan, Petani Jalan-Jalan?

Saat mulai merintis usaha, ada pameo diantara teman-teman wirausahawan : “Bisnis jalan, pengusaha jalan-jalan”. Artinya, bisnis bisa diset agar tetap bisa berjalan meski kita tidak berada di tempat. Saat awal, mungkin kita harus 100% menangani usaha. Seiring waktu, sebagian pekerjaan didelegasikan dan porsi delegasi itu diperbesar secara bertahap sampai akhirnya bisa delegasi full.

Di pertanian sebenarnya mirip. Tanaman harus disiram secara rutin, ternak harus diberi makan setiap hari. Saat awal mungkin semua dilakukan manual dan dilakukan sendiri. Secara bertahap, pekerjaan itu didelegasikan pada orang kepercayaan agar tetap bisa berjalan.

Mencari orang kepercayaan itu yang tidak mudah. Sebagian pekerjaan di Zeze Zahra didelegasikan ke bang Indra. Ia sehari-hari mengurus rumah kabin Zeze Zahra, namun bertahap dipercayakan mengelola pekarangan, kebun dan greenhouse.

Meski dari keluarga petani, bang Indra tidak langsung bisa paham semua jenis tanaman. Apalagi sebagian tanaman di Zeze Zahra merupakan tanaman yang belum umum ditanam di daerah sekitar. Itu sebabnya, saya dan bang Indra belajar bareng mengenai budidaya tanaman yang dimaksud.

Biasanya saya mencari tahu ilmunya dari buku, jurnal, artikel maupun dari Youtube atau komunitas. Kemudian diskusi dengan bang Indra dan melakukan ujicoba. Hasilnya dievaluasi berkala. Kadang beberapa hari sekali bang Indra mengirimkan foto dan video agar saya bisa mengikuti perkembangan saat tidak berada di Zeze Zahra.

Pola ini yang biasanya dikembangkan di Zeze Zahra, menjadi bagian dari simbiosis mutualisma dengan lingkungan dan warga sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *