Tanaman kembang kol, bayam dan kangkung pada kotak lahan (raised-bed gardening) di pekarangan rumah kabin Zeze Zahra sudah selesai dipanen. Waktunya mengisi media tanam pada kotak lahan ini.
Sebelumnya kotak lahan ini memiliki tinggi 20 cm. Cukup memadai untuk tanaman berakar pendek seperti kangkung dan bayam. Apalagi bagian bawahnya menggunakan tanah langsung, jadi kelebihan akar bisa menembus ke alas tanah tersebut.
Hanya saja, tinggi 20 cm itu rasanya kurang untuk tanaman tertentu yang butuh perakaran lebih kuat. Ditambah lagi rentan lembab terutama di musim hujan, jadi Zeze Zahra memutuskan untuk meninggikan kotak lahan sebanyak 1 hebel sehingga total tinggi media tanam menjadi 40 cm.
Setelah tanaman kembang kol, bayam dan kangkung dipanen, media tanam dibersihkan dari rumput, gulma dan sisa tanaman. Tanah halus pada media tanam kemudian dikeruk dan dikumpulkan di bagian pinggir. Nantinya tanah halus ini akan dijadikan sebagai top soil atau tanah bagian atas media tanam.
Media tanam disusun sesuai dengan lapisan standar di Zeze Zahra, yaitu alas tanah, kemudian ranting kayu, daun kering, bongkahan tanah dan terakhir media tanam utama berupa campuran kompos padat, abu pembakaran dan tanah humus bambu. Detail lapisannya dijelaskan disini : https://bit.ly/zz-lapisan-media-tanam. Setelah itu ditutup dengan lapisan tanah media tanam halus yang dikumpulkan tadi.
Setelah selesai diisi, media tanam kemudian disemprot dengan pembenah tanah atau pupuk organik cair buatan sendiri. Tujuannya agar ada proses dekomposisi bahan-bahan media tanam sehingga lapisan bagian bawah menjadi semacam kompos alami.
Kok sepertinya repot amat, padahal bisa tanam biasa saja tanpa perlu ini itu. Ya namanya juga usaha, kan suka ada yang bilang, “Hasil tidak akan mengkhianati usaha”, jadi Zeze Zahra menjalaninya saja. Bahwa kemudian panennya belum tentu berhasil, namanya juga usaha kan ya.