Pelajaran Berharga dari Kuliah Managerial Finance di Bulan Ramadhan

Tulisan ini merupakan bagian dari 30 Hari Tantangan Ramadhan. Edisi Hari Kesebelas, 30 Days Ramadhan Challenge Day #11

Hari Kamis malam, saya meluncur ke kampus President University untuk mengikuti kuliah Managerial Finance. Biasanya kuliah dilakukan secara online, namun ada beberapa sesi yang diadakan secara hybrid. Saya menghadiri kuliah ini dan terpaksa melaksanakan shalat taraweh setelah pulang dari kuliah, karena pak dosen yang mengajar, Dr. Stephanus Remond Waworuntu, MBA berpesan agar mahasiswa bisa hadir offline di kampus jika memungkinkan.

Karena dilakukan di bulan Ramadhan, kuliah di mulai pkl 19.00 WIB. Saya sudah hadir di kampus sekitar pkl 17.00 heheheh, karena harus memperhitungkan kemungkinan macet di jalan. Malah kebetulan, karena saya jadi bisa bantu-bantu persiapan buka puasa.

Mahasiswa urunan bawa takjil beraneka ragam untuk buka puasa bersama. Ada dua orang mahasiswa asing dari China dan satu dari Korea yang turut hadir dan bisa ikutan buka puasa bersama. Mereka tidak berpuasa, namun mereka mau menunggu sampai waktu Maghrib meski kita sudah sampaikan bahwa mereka bisa makan lebih awal.

Mahasiswa asing ini mengapresiasi acara buka puasa bersama yang kami lakukan karena merupakan pengalaman baru dan membuat mereka bisa lebih mengenal budaya Islam di Indonesia.

Mata kuliah Managerial Finance kali ini membahas mengenai Common Stock Valuation serta perhitungan EPS (Earning per Share), PBV (Price to Book Value), PER (Price Earning Ratio) dan seterusnya.

Materi ini menarik karena bisa menjadi dasar analisa fundamental dalam berinvestasi saham yang saya jalani. Selama ini investasi saham yang saya lakukan lebih banyak berdasarkan intuisi 😛

Saya juga bisa belajar dalam analisa penentuan model layanan untuk produk/services di Excellent. Misalnya saat membandingkan model langganan bulanan atau tahunan, apakah lebih baik memberikan discount atau memberikan bonus dan lain-lain.

Kuliah selesai sekitar pkl 21.00 dan saya meluncur pulang ke Bekasi Timur. Alhamdulillah perjalanan lancar, saya bisa sampai rumah tepat waktu dan bisa keburu shalat taraweh sebelum waktu tengah malam. Iya, shalat taraweh memang bisa saya lakukan sampai sebelum sahur, tapi saya menghindari hal itu karena khawatir terlewat dan merusak jadwal target untuk full taraweh bulan Ramadhan tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *