Minuman Empon-Empon Jakute Herbal Jawi
Rekan saya Gunawan Ong punya usaha UMKM berupa pembuatan empon-empon yang diseduh sebagai jamu. Mirip seperti wedang uwuh tapi ini bahannya dari jahe, kunyit dan temulawak ditambah gula batu. Dia juga membuat beberapa racikan minuman lain seperti bunga telang, jeruk nipis dan banyak lagi lainnya.
Gunawan ini rekan kuliah saya satu kost (kontrakan) di Bekasi. Ada kisah mengapa saya menghormati dia sebagai rekan senasib sepenanggungan.
Jadi kisahnya waktu kami di semester-semester akhir kuliah jurusan Informatika di Universitas Bani Saleh, Bekasi. Saat itu saya bekerja sebagai assisten lab komputer di kampus. Gunawan bekerja di PT Argo Pantes. Kami berdua sama-sama hidup pas-pasan. Pendapatan yang ada bahkan kerap tidak memadai untuk biaya kuliah dan biaya hidup.
Suatu hari di siang selepas dzuhur, saya berdua ngobrol sambil rebahan di ruang tamu kontrakan. Kami sedang menghitung-hitung uang kami berdua. Dihitung seperti apapun juga, sisa uang kami berdua hanya cukup untuk sebungkus nasi warteg ![]()
.
Jadi kami berdua sedang memikirkan, warteg mana yang nasinya cukup banyak untuk nanti kami bagi berdua. Tidak apa-apa lauknya hanya telur dadar dibagi dua, nanti pakai sambal kecap agak banyak, hehehe…




Saat sedang berpikir seperti itu, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu belakang kontrakan. Kami berdua saling pandang, ini siapa ya, kok bertamu lewat pintu belakang kontrakan.
Saat saya buka pintu belakang kontrakan, ada anak perempuan bapak pemilik kontrakan. Dia membawa dua nasi kotak di kiri dan kanan tangannya.
“Mas, ini buat berdua, dari bapak”, ucapnya tanpa menghiraukan raut keheranan di muka saya.
“Tapi ini dalam rangka apa?”, tanya saya sambil menerima dua nasi kotak itu.
“Tadi ada selamatan (kendurian) di masjid, bapak bilang nasi kotaknya bisa dibawain ke kontrakan”. Ucapnya sambil berpamitan pergi.
Setelah menutup pintu kontrakan, saya bilang pada Gunawan.
“Ini gun, balasan untuk amal dan perbuatan anak soleh…”, kata saya sambil tertawa lebar. Gunawan bersyukur sampai bersujud. Siang itu kami makan salah satu nasi kotak paling enak dalam pengalaman kami, hehehe…
Pengalaman itu yang saya ceritakan ke isteri Dear Rey Reny Yuniastuty, Zeze Vavai dan princess Vivian Aulia Zahra. Jadi password saat saya berkomunikasi dengan Gunawan dan isterinya, Hendriani Gunawan yang juga teman kuliah kami berdua.
Itu sebabnya tiap kali ke Yogyakarta, saya menyempatkan diri bertemu dengan mereka berdua, sebagai bagian dari rasa hormat saya.
Racikan jamu siap seduh dari mereka berdua menemani perjalanan mudik saya dan menjadi seduhan yang menemani saat saya bekerja atau menulis untuk Zeze Zahra Excellent Farm
Thanks dab.
