Implementasi DPLK Perusahaan dengan Inspirasi dari CPF Singapore
CPF atau Central Provident Fund (CPF) adalah sistem tabungan
nasional Singapore yang berbasis kontribusi rutin dan dirancang untuk membantu warga negara memenuhi kebutuhan jangka panjangnya. Modelnya adalah kontribusi dari pekerja (employee) dan pemberi kerja (perusahaan/employer). Besaran kontribusinya bisa berbeda persentase tergantung level usia, namun secara umum diambil dari persentase gaji, yaitu sekitar 20% dari pekerja dan 17% dari perusahaan.
Model CPF ini saya pelajari dan kemudian saya implementasikan di lingkungan keluarga besar. Tujuannya adalah belajar dari model CPF Singapore dalam upaya mengentaskan kesulitan hidup, meningkatkan literasi keuangan dan membangun kebersamaan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Pada CPF Singapore, titik berat tujuannya ada tiga, yaitu Pensiun (Retirement), Kesehatan (Healthcare) dan Perumahan (Housing). Hal ini sesuai dengan kebutuhan basic warga negara. Di lingkungan keluarga besar, saya menerapkan model CPF dengan tiga tujuan utama, yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Pensiun.
Untuk skala perusahaan (PT Excellent Infotama Kreasindo dan PT Aktiva Kreasi Investama), model CPF ini diterapkan dengan tujuan utama pada pensiun. Mekanismenya menggunakan skema DPLK, yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan.
Excellent dan Aktiva saat ini mengikuti aturan kepesertaan BPJS dimana salah satu komponennya adalah JHT (Jaminan Hari Tua). Namun saya pikir rasanya kurang jika hanya bertumpu pada JHT. Itu sebabnya Excellent kemudian menerapkan kebijakan DPLK tambahan.

Perusahaan besar, instansi pemerintah atau BUMN biasanya memiliki lembaga Dapen (Dana Pensiun). Karena Excellent dan Aktiva masih kecil, kami mengambil layanan DPLK dari lembaga swasta yang kredibel.
Kebijakan yang diterapkan adalah menggunakan kontribusi pekerja dan perusahaan seperti model CPF dan model BPJS. Bedanya, kontribusi saat ini diset sama besar. Jadi misalnya pekerja memberikan kontribusi sebesar 100 ribu rupiah, maka perusahaan akan memberikan dana matching fund sebesar jumlah yang sama. Dalam konteks ini, mungkin malah mirip skema 401K atau IRA-nya USA.
Excellent membuat guidance dan level staff, mulai dari junior staff, staff, senior staff, supervisor hingga general manager. Level ini akan mendapatkan dana matching fund berbeda. Misalnya untuk level junior staff mendapat dana matching fund 100 ribu, sedangkan senior staff 200 ribu dan senior manajer 300 ribu.
Ini berarti, seorang senior manajer bisa menabung uang pensiun sebesar 300 ribu namun hakikatnya ia menabung sebesar 600 ribu, karena mendapat dana matching fund dari Excellent sebesar 300 ribu juga.
Inspirasi yang dipakai dari CPF adalah bahwa pensiun merupakan tanggung jawab pekerja, namun perusahaan memberikan dukungan dan dorongan dalam bentuk dana matching fund. Dana matching fund ini disesuaikan dengan budget dan kemampuan perusahaan, namun kedepannya diharapkan bisa meningkat seiring dengan kemajuan perusahaan.
Ini merupakan upaya Excellent agar kesejahteraan team bisa meningkat dengan cara menumbuhkan literasi dan edukasi finansial pada teamnya. Pada akhirnya, pekerja yang puas, tenang dan bahagia bisa membawa kemajuan perusahaan kedepannya.
