Tempat Bermain di Rumah Edukasi “Dewi Lia Astuti”

Saat merencanakan rumah edukasi “Dewi Lia Astuti”, yang terpikir pertama adalah bagaimana caranya memikat minat anak-anak untuk datang. Untuk hal ini, saya belajar strategic marketing di kampus untuk diterapkan secara sederhana.

Terpikirlah termpat permainan. Playing ground. Sesuai nama rumah edukasi dimana salah satu bagiannya adalah taman bacaan. Taman untuk membaca. Karena namanya taman, suasananya harus yang menyenangkan. Bukan tempat dimana anak-anak terpaksa membaca.

Meski budget mepet, akhirnya beberapa alat permainan bisa disediakan. Ada ayunan, perosotan, tempat berjalan, jungkat-jungkit dan lain-lain. Kalau anak-anak sudah senang ke lokasi, nanti pelan-pelan bisa diarahkan ke beberapa hal positif seperti membaca buku, majalah, belajar catur, tenis meja, bulu tangkis atau belajar pertanian.

Karena pas kebetulan ada panen padi, sebagian area terpakai untuk menjemur padi milik yayasan dan milik Zeze Zahra, namun saya minta agar area permainan anak-anak tidak dipakai.

Catatan : Beberapa alat permainan seperti perosotan dan ayunan single harus di tanam/dicor agar tidak goyang. Lokasinya disesuaikan dengan area pekarangan dan perlu dilapisi rumput empuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *