<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>

<rss version="2.0" 
   xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
   xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
   xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
   xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
   xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
   xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
   >
<channel>
    <title>Blog Vavai - Tips</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/</link>
    <description>a Small Stuff for My Private Interest</description>
    <dc:language>en</dc:language>
    <generator>Serendipity 1.2.1 - http://www.s9y.org/</generator>
    
    

<item>
    <title>Menyikapi Komentar Pengunjung Blog</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/737-Menyikapi-Komentar-Pengunjung-Blog.html</link>
            <category>Personal</category>
            <category>Tips</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/737-Menyikapi-Komentar-Pengunjung-Blog.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=737</wfw:comment>

    <slash:comments>2</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=737</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;div&gt;&lt;img align=&quot;left&quot; vsize=&quot;5&quot; hsize=&quot;5&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/blog/uploads/komentar.jpg&quot; style=&quot;max-width: 800px;&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;Saat mula pertama membuat blog, mungkin komentar adalah sesuatu yang dinanti ibarat air hujan dimusim kemarau yang gersang. Untuk memancing komentar, segala daya diupayakan, bahkan mungkin ada yang perlu menyamar atau membayar orang lain untuk berkomentar di blog sendiri &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png&quot; alt=&quot;:-P&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits, jangan tertawa dulu. Tips tersebut diutarakan dalam salah satu tips di blog &lt;a href=&quot;http://www.cashquests.com&quot;&gt;Make Money Online&lt;/a&gt; &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png&quot; alt=&quot;:-D&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu dan para pengunjung mulai mau memberikan komentar. Komentar yang bisa menjaga ritme dan semangat menulis blog untuk tetap ada dan terjaga. Tapi ada problem lain. Tidak semua komentar isinya menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan posting blog yang bersifat opini memihak yang membuka peluang untuk dikritisi, posting yang biasa-biasa saja juga bisa kok menuai pro kontra yang membuat kita terheran-heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar dari spammer tentu jelas-jelas menjengkelkan. Itu tak akan saya bahas. Yang saya bahas adalah komentar dari pengunjung yang isinya terasa kurang menyenangkan atau membuat kita harus memilih untuk bersikap atau ada juga komentar yang menuntut tanggung jawab kita sebagai pemilik blog atas komentar dari pengunjung lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa tips yang saya sarikan dari pengalaman saya pribadi :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tetap santai, &lt;i&gt;smile&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;keep it as simple as you can&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;Jika ada komentar yang menyudutkan anda, lihatlah nama atau minimal alamat email dan alamat website. Jika tidak ada alamat yang ditinggalkan-meski itu palesu sekalipun-jangan habiskan waktu anda untuk melayaninya. Silakan layani jika mau tapi juga jangan ragu jika tidak mau menanggapinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus mungkin kita harus menghapus komentar yang tidak relevan atau si kometator tetap ngeyel tanpa juntrungan. Jangan merasa terbebani untuk harus selalu bersikap demokratis. Demokrasi itu bagus jika semua pihak yang terlibat memahami posisi dan materi yang didiskusikan. Jika tidak ada niat seperti itu, peluang kearah debat kusir akan sangat mudah terjadi. Jika dituduh anti demokrasi, otoriter, diktator or whatever you called us, silakan sahaja. Bagi para pengunjung, jika ingin menanggapi secara elegan atau takut komentar di modifikasi oleh pemilik blog, cara yang cukup baik adalah menanggapinya melalui blog pribadi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Moderasi dan hapus komentar bukan sesuatu yang tabu! &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut untuk melakukan moderasi komentar atau bahkan menghapus suatu komentar jika isinya anda rasa tidak layak untuk dimuat. Banyak orang yang salah kaprah dengan idiom demokrasi dengan menganggapnya sebagai suatu kebebasan tanpa batas dan tanpa etika. Tak usah takut dianggap tidak demokratis jika anda menghapus komentar cabul, menista orang lain, memfitnah tanpa bukti dan tanpa dasar serta menyerang orang lain secara tidak bermartabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa saja berdebat sana sini mengenai batasan suatu komentar yang dianggap layak dan bermartabat. Tak usah menghabiskan waktu untuk hal seperti ini. Pakailah ukuran sendiri untuk menentukannya. Kita bisa belajar banyak dari pengalaman kita menyikapi suatu komentar. Kita bisa menilai sendiri apakah kita tepat  menghapus suatu komentar ataukah kita terlalu emosional dalam menanggapi suatu komentar negatif. Berdamailah dengan diri sendiri dan jangan melakukan sesuatu hanya karena kita takut dianggap anti demokrasi, dianggap kuper, dianggap ndeso dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita adalah milik kita. Susah senang kita juga yang menjalaninya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Perhatikan IP Address, alamat email dan identifikasi pemberi komentar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Identifikasi ini tentu saja tidak dalam maksud mengumpulkan data-data intelijen tentang pengunjung blog &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png&quot; alt=&quot;:-D&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; . Identifikasi ini kadang diperlukan untuk menyikapi isi suatu komentar. Thread komentar pada salah satu &lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/723-Farhat-Abbas-Mendaftar-Sebagai-Calon-Walikota-Bandung.html&quot;&gt;posting saya tentang Farhat Abbas&lt;/a&gt; misalnya, menunjukkan fakta yang cukup menggelikan dan saat saya jawab komentarnya, tidak ada lagi komentar susulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identifikasi alamat dan identitas juga memberikan keterangan yang cukup menarik mengenai pola komentar pengunjung. &lt;a href=&quot;http://www.vavai.com&quot;&gt;Blog&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php&quot;&gt;utama&lt;/a&gt; saya yang berbasis Serendipity misalnya, bisa memberikan informasi menarik mengenai nama, alamat IP, asal pengunjung (dari mana dia datang, apakah search engine, link blog lain atau langsung buka dari bookmark) dan kata kunci yang membawa dia datang ke blog.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Berikan respon yang memadai&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;Hal yang satu ini terus terang belum dapat saya jalani dengan baik &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png&quot; alt=&quot;:-D&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; . Jika ada hal tertentu yang butuh penjelasan atau jawaban, berikan konfirmasi dan jawaban. Adakalanya konfirmasi ini diperlukan untuk menjawab isu atau tuduhan yang sampai kepada kita. Jika tidak direspon dengan baik, khawatir jika isu itu dianggap sebagai sesuatu yang benar adanya. Saat ada komentar yang menyatakan bahwa salah satu &lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/716-Programmer-dan-Koki-Antara-Membuat-Program-dan-Memasak.html&quot;&gt;posting saya tentang koki dan programmer&lt;/a&gt; dianggap mencontek isi blog orang lain misalnya, saya perlu memberikan klarifikasi karena hal ini terkait dengan integritas pribadi saya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sebagian tanggung jawab komentar pengunjung ada pada pemilik blog&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;Sebagian pemilik blog mungkin tidak sependapat dengan point ini. Bagaimana jika kita memiliki blog dengan puluhan hingga ratusan komentar dan kita tidak mungkin mengecek satu persatu ? Mengapa kita harus bertanggung jawab pada isi komentar padahal komentar itu ditulis oleh pengunjung yang mungkin saja menggunakan data palsu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah letak pentingnya tanggung jawab pemilik blog. Jika kita tidak akan mungkin melakukan moderasi komentar satu persatu, sampaikan DISCLAIMER yang menyatakan bahwa isi komentar bukan tanggung jawab pemilik blog. Cantumkan juga pernyataan bahwa pengunjung tidak boleh menulis komentar yang begini, begitu dan begono &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png&quot; alt=&quot;:-P&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;. Tambahkan pernyataan bahwa pemilik blog berhak melakukan moderasi dan penghapusan komentar jika tidak sesuai dengan kebijakan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan memodifikasi komentar untuk kepentingan pribadi&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;Meski saya menyetujui hak seorang pemilik blog untuk melakukan moderasi komentar, saya sangat tidak merekomendasikan tindakan seorang pemilik blog untuk memotong komentar disana-sini dan menambahinya dengan kata-kata atau format tertentu dengan maksud memberikan keuntungan politis dan psikologis bagi si pemilik blog. Secara etika, hal ini tidak patut dan bisa menimbulkan pertentangan dengan pengunjung blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh lebih elegan jika kita memoderasi komentar hanya agar tidak ada hal-hal brutal yang lolos sebagai suatu komentar. Jika ada pendapat yang tidak sejalan atau malah bertentangan, tak usah khawatir. Serahkan pada orang lain untuk menilainya, bukan dengan cara memodifikasinya secara tidak patut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mengendapkan untuk sementara waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya kita sangat emosional menulis suatu jawaban atau merespon suatu komentar. Jika kita khawatir pada kestabilan emosi kita yang akan berujung pada rusaknya citra dan martabat kita akibat respon yang kurang patut, luangkan waktu untuk mengendapkan komentar dalam moderasi satu atau 2 hari. Adakalanya mindset kita disatu waktu terlalu diliputi rasa jengkel sehingga kita terlalu emosional dalam menyikapi komentar. Pengendapan selama beberapa saat ini akan memberikan kesempatan bagi kita untuk mencoba memandang persoalan dari sudut lain. Tapi ingat, jangan endapkan terlalu lama &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png&quot; alt=&quot;:-D&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;Hal diatas adalah pengalaman pribadi saya. Bagaimana  dengan anda, apakah anda yang pernah dituntut gara-gara isi komentar ditempat anda dianggap menipu atau isi dikomentar blog anda terlalu brutal &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png&quot; alt=&quot;:-P&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; 
    </content:encoded>

    <pubDate>Wed, 28 May 2008 21:30:05 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/737-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Memberi Batas</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/557-Memberi-Batas.html</link>
            <category>Belajar</category>
            <category>Personal</category>
            <category>Tips</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/557-Memberi-Batas.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=557</wfw:comment>

    <slash:comments>5</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=557</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;img vspace=&quot;0&quot; hspace=&quot;0&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/blog/uploads/serendipity-of-life-vavai.jpg&quot; alt=&quot;Serendipity of Life&quot; /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya berniat menulis sebuah seri tulisan introspeksi untuk 2008, tapi niat tinggal niat, harapan tinggal harapan &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; . Kesibukan kerja menjelang akhir tahun membuat saya justru tidak sempat menulis posting blog sebijipun &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png&quot; alt=&quot;:-P&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski masih banyak hal yang harus dikerjakan, saya mencoba untuk menuliskan minimal satu artikel sebelum tahun 2008. Paling tidak, ini bisa menjadi bacaan buat saya pribadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa judulnya &amp;quot;Memberi Batas&amp;quot; ? Ini sebenarnya erat terkait dengan cara pandang seseorang dalam menyikapi hidup dan dalam mengatur kehidupannya. Berapa banyak orang yang berat menjalani hari-harinya hanya karena dia tidak memberi batas. Berapa banyak orang yang bertahun-tahun hidup dalam dilema karena tidak memberi batas. Menyesal berkepanjangan karena tidak memberi batas. Menunggu tanpa kepastian karena tidak memberi batas. Tersiksa dan menjadi korban karena tidak memberi batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hidup kita ini milik kita, lantas mengapa kita membiarkan diri kita disandera oleh keadaan dan oleh situasi yang secara tak sengaja kita ciptakan sendiri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda anda korban kekerasan dalam rumah tangga, baik anda sebagai wanita korban ataupun laki-laki korban (ada juga lho. Jangan anggap semua korban KDRT itu hanya wanita), mengapa anda tidak memberi batas toleransi yang dapat diterima untuk kemudian anda berkata tidak ? Apakah terlalu takut untuk memberi batas ? Apakah terlalu takut sengsara dalam hidup lantas membiarkan diri disengsarakan tanpa batas ? Saya membenci pelaku KDRT tapi saya juga sebal pada korban yang tidak memberi batas toleransi perlakuan yang bisa diterima. Jika sering kena tampar, beri batasan berapa kali ditampar untuk kemudian memutuskan untuk melawan. Jangan menunggu dibunuh atau disiksa sehingga merana seumur hidup untuk kemudian menyesal sendiri atau  disesali banyak orang. &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/557-Memberi-Batas.html#extended&quot;&gt;Continue reading &quot;Memberi Batas&quot;&lt;/a&gt;
    </content:encoded>

    <pubDate>Fri, 28 Dec 2007 14:37:20 -0600</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/557-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Menulis Blog dengan Hati, bukan Pabrikasi</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/554-Menulis-Blog-dengan-Hati,-bukan-Pabrikasi.html</link>
            <category>Personal</category>
            <category>Tips</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/554-Menulis-Blog-dengan-Hati,-bukan-Pabrikasi.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=554</wfw:comment>

    <slash:comments>18</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=554</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    Menarik membaca tulisan bang Daus Tralala :-), &lt;a href=&quot;http://daus.trala.la/2007/12/22/jaim/&quot;&gt;Jaim&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat waktu PDKT sama gadis incaran, tingkah polah yang apa adanya berusaha dipoles sebaik mungkin. Bicara jadi diatur, gerak-gerik dipertimbangkan. Sesuatu yang selama ini lepas bebas dan &lt;a href=&quot;http://www.vavai.net&quot;&gt;&lt;i&gt;easy going&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; menjadi tidak lepas dan tidak bebas lagi. Kita jadi mempertimbangkan banyak hal jika melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan menulis blog. Waktu blog masih dalam usia dini dan baru beberapa orang yang membaca, kita mungkin lepas bebas menulis sesuatu. Curhat yang &lt;i&gt;nyeleneh&lt;/i&gt; dan aneh-aneh tak pernah jadi masalah. Giliran pembaca blog sudah lebih dari hitungan puluhan, kita mulai pikir-pikir jika ingin menulis sesuatu. Apalagi jika blog diaggregasi diberbagai tempat. Kita jadi terlalu banyak pertimbangan. Ditambah lagi jika tahu ada pembaca blog yang kita kenal secara dekat, kita jadi pikir-pikir ulang untuk menulis seperti awal memulai blog dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah itu semua jadi salah ? Apakah ada yang salah jika kita ingin menulis sesuatu dengan topik, isi dan cara penyampaian yang lebih baik ? Tentu saja tidak. Ada banyak blogger yang tetap tidak terintimidasi oleh pembaca. Menulis ya tetap menulis. Entah bagaimana respon pembaca, tak masalah. Kalau nggak suka, pembaca tentu punya pilihan untuk terus membaca, meninggalkannya atau bahkan menulis komentar. Tak masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, ada lebih banyak blogger yang mengalami kegamangan saat hendak menulis secara lepas setelah tahu pembacanya sudah cukup banyak dan ada pembaca blognya yang dikenal baik, dihormati dan lingkungan serta latar belakang pembacanya cukup beragam. Jika demikian yang terjadi, menulis menjadi tuntutan yang bisa menghalangi kreativitas. Kita bisa terbawa menjadi mesin produksi yang menulis sesuatu untuk menyenangkan pembaca. Kita dihadapkan pada pilihan untuk mengira-ngira, topik apa yang menarik. Isi blog macam apa yang bisa sesuai dengan keinginan pembaca. Kita jadi pabrik kata-kata, bukan seorang blogger yang menulis dengan hati. Dalam bentuk yang ekstrem, kita jadi penulis yang menulis sesuai dengan pesanan, entah diminta atau tidak. Pesanan yang kita reka-reka mengenai apa yang diinginkan pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya sampaikan dibagian awal, &lt;i&gt;pressure&lt;/i&gt; yang muncul saat kita menulis blog sebenarnya bermanfaat untuk memacu kita menulis dengan lebih baik lagi. Bukankah itu sebuah tantangan menarik, bahwa tulisan kita dihargai dan pembaca membaca apa yang selama ini kita tulis. Tak perlu kita mengira-ngira apa yang menarik minat pembaca dan pengunjung blog. Dari sedemikian banyak pengunjung blog, tentu tidak mungkin homogen keinginannya. Apa yang disukai oleh seseorang belum tentu disukai oleh yang lain. Kita tak perlu menjadi seorang ahli dan pakar untuk menulis isi blog. Ingat, orang butuh sesuatu yang personal saat membaca blog. Menarik dan sifatnya personal. Enak dibaca. Ini semua tentu berbeda pemahamannya pada tiap orang. Adanya pengunjung tetap pada blog kita menunjukkan bahwa apa yang selama ini kita tulis cukup menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulislah dengan hati. Tak usah merasa dibebani pada kebutuhan menulis. Menulis blog adalah sesuatu yang menarik dan menyenangkan dan upayakan agar rasa senang itu membuat kita nyaman dalam menulis. Tak usah kita diburu waktu, tak usah kita diburu tenggat dan tak usah juga kita diburu pesananan. Menulislah seperti halnya kita waktu kanak-kanak yang tanpa beban dalam melakukan sesuatu (tentu dalam konteks positif ya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omong-omong, boss saya dikantor juga pembaca aggregasi blog saya di &lt;a href=&quot;http://planet.terasi.net&quot;&gt;Planet Terasi&lt;/a&gt; kok. &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; 
    </content:encoded>

    <pubDate>Sat, 22 Dec 2007 14:42:25 -0600</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/554-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Mau Hidup Sehat dan Bahagia ? Berhentilah Multitasking</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/548-Mau-Hidup-Sehat-dan-Bahagia-Berhentilah-Multitasking.html</link>
            <category>Belajar</category>
            <category>Personal</category>
            <category>Tips</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/548-Mau-Hidup-Sehat-dan-Bahagia-Berhentilah-Multitasking.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=548</wfw:comment>

    <slash:comments>19</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=548</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;img vspace=&quot;0&quot; hspace=&quot;0&quot; border=&quot;0&quot; align=&quot;bottom&quot; alt=&quot;Sawah&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/blog/uploads/sawah.jpg&quot; /&gt; &lt;br /&gt;Ini sebenarnya masalah saya pribadi, tapi saya ingin tahu seberapa banyak blogger yang mengalami hal yang sama dengan saya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa sering anda melakukan 2 atau lebih hal pada waktu dan saat yang sama ? Seberapa sering anda kebingungan karena pekerjaan yang satu belum selesai dan anda sudah melakukan pekerjaan yang lain. Saat hendak menyelesaikan salah satu pekerjaan, tiba-tiba anda sadar bahwa anda juga perlu menyelesaikan tugas lain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa sering anda makan tapi masih memikirkan hal lain ? Seberapa sering anda makan sambil baca koran; atau sambil baca email; atau sambil surfing; atau bahkan sambil isi blog dan memberikan komentar ? Seberapa sering anda makan tapi tidak ingat lagi apa saja lauk yang dimakan ? &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa sering anda pulang kerja tapi rasanya tidak ada pekerjaan yang benar-benar terselesaikan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa sering anda harus terjebak didepan komputer dan merasakan kebingungan untuk memulai apa yang harus dikerjakan ? &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/548-Mau-Hidup-Sehat-dan-Bahagia-Berhentilah-Multitasking.html#extended&quot;&gt;Continue reading &quot;Mau Hidup Sehat dan Bahagia ? Berhentilah Multitasking&quot;&lt;/a&gt;
    </content:encoded>

    <pubDate>Sun, 16 Dec 2007 21:24:20 -0600</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/548-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Plugin WP-Forum untuk Blog Berbasis Wordpress</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/382-Plugin-WP-Forum-untuk-Blog-Berbasis-Wordpress.html</link>
            <category>Tips</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/382-Plugin-WP-Forum-untuk-Blog-Berbasis-Wordpress.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=382</wfw:comment>

    <slash:comments>2</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=382</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;a href=&quot;http://www.fahlstad.se/wp-plugins/wp-forum/&quot;&gt;Plugin WP-Forum&lt;/a&gt; adalah plugin forum diskusi yang bisa diintegrasikan dengan Wordpress. Apa saja fasilitas yang bisa didapatkan dari plugin ini ? Berikut adalah beberapa diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pilihan untuk registrasi bagi pengunjung yang hendak posting dan melakukan pencarian&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menandakan suatu thread diskusi sebagai &amp;quot;solved&amp;quot;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dapat diadministrasi dari dalam WP-admin.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menggunakan database anggota dari WordPress untuk registrasi dan user&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pilihan menangkal kata-kata yang dianggap spam. Pilihan ini terintegrasi dengan filter spam pada Wordpress dan dapat diadminstrasi melalui WordPress admin | option | disscussion&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kompatibel dengan PHP 4. Jika menggunakan PHP5, berikan perhatian ekstra pada kemungkinan masalah fungsi tanggal (baca posting ini untuk mendapatkan solusinya)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Moderator dapat diset secara global maupun per forum&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mendukung BBCode&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Keuntungan utama dari wp-forum adalah bahwa forum ini bisa langsung terintegrasi dengan blog utama tanpa harus mengganti themes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/adsense/index.php?/archives/24-Plugin-WP-Forum-untuk-Blog-Berbasis-Wordpress.html&quot;&gt;Continue Reading &amp;quot;Plugin WP-Forum untuk Blog Berbasis Wordpress&amp;quot;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
 
    </content:encoded>

    <pubDate>Fri, 20 Jul 2007 03:00:00 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/382-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Tips Wordpress : Menampilkan Page dan Sub Page untuk Thread Tutorial</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/367-Tips-Wordpress-Menampilkan-Page-dan-Sub-Page-untuk-Thread-Tutorial.html</link>
            <category>Tips</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/367-Tips-Wordpress-Menampilkan-Page-dan-Sub-Page-untuk-Thread-Tutorial.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=367</wfw:comment>

    <slash:comments>2</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=367</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;br /&gt;
Salah satu fasilitas yang menarik dari Wordpress adalah Page. Page bisa bertindak sebagai posting biasa namun tidak terikat pada aturan-aturan baku sebuah posting, misalnya, page tidak tergantung pada kapan dia diposting. Page dapat memiliki sub page (anak page) sehingga cocok digunakan sebagai media untuk menulis tutorial yang memiliki sub tutorial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang saya inginkan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;img vspace=&quot;0&quot; hspace=&quot;0&quot; border=&quot;1&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/adsense/uploads/page-sub-page.jpg&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/adsense/index.php?/archives/23-Tips-Wordpress-Menampilkan-Page-dan-Sub-Page-untuk-Thread-Tutorial.html&quot;&gt;Continue Reading &amp;quot;Tips Wordpress : Menampilkan Page dan Sub Page untuk Thread Tutorial&amp;quot;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
 
    </content:encoded>

    <pubDate>Tue, 10 Jul 2007 23:28:46 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/367-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Tips Wordpress : Sticky Posting</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/366-Tips-Wordpress-Sticky-Posting.html</link>
            <category>Tips</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/366-Tips-Wordpress-Sticky-Posting.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=366</wfw:comment>

    <slash:comments>2</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=366</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;br /&gt;
&lt;img width=&quot;170&quot; vspace=&quot;5&quot; hspace=&quot;5&quot; height=&quot;207&quot; border=&quot;0&quot; align=&quot;left&quot; src=&quot;/adsense/uploads/sticky.jpg&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;Awal pekan ini saya mulai mengisi posting di &lt;a href=&quot;http://www.opensuse.or.id&quot;&gt;Blog Komunitas OpenSUSE Indonesia&lt;/a&gt;. Belum macam-macam, baru membuat kerangka panduan. Mengingat blog ini didedikasikan untuk komunitas, saya memilih Wordpress sebagai blog engine-nya dengan harapan rekan-rekan yang ingin berkontribusi dapat dengan mudah beradaptasi. Kalau menuruti hati, saya pasti memilih &lt;a href=&quot;http://www.s9y.org&quot;&gt;Serendipity&lt;/a&gt;, namun karena saya masih lugu dalam membuat template untuk Serendipity, saya memilih menggunakan Wordpress yang templatenya cukup berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/adsense/index.php?/archives/22-Tips-Wordpress-Sticky-Posting.html&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Continue Reading &amp;quot;Tips Wordpress : Sticky Posting&amp;quot;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
 
    </content:encoded>

    <pubDate>Tue, 10 Jul 2007 20:35:50 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/366-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Tips Blog : Posting Terjadwal dan Keuntungannya</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/336-Tips-Blog-Posting-Terjadwal-dan-Keuntungannya.html</link>
            <category>Tips</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/336-Tips-Blog-Posting-Terjadwal-dan-Keuntungannya.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=336</wfw:comment>

    <slash:comments>3</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=336</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;img alt=&quot;writing&quot; hspace=&quot;5&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/images/writing.jpg&quot; align=&quot;left&quot; vspace=&quot;5&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;Hampir semua engine blog semestinya memiliki kemampuan untuk melakukan proses posting terjadwal atau &lt;em&gt;scheduled posting&lt;/em&gt;. Jika engine blog anda tidak memilikinya, sudah selayaknya memikirkan penggantinya, hehehe...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://www.s9y.org/&quot;&gt;Serendipity&lt;/a&gt; yang saya pakai memiliki kemampuan posting terjadwal yang justru saya ketahui setelah saya membaca pertanyaan dan jawaban yang ada pada forum Serendipity. Yang menggelikan, saya baru tahu mekanisme posting terjadwal setelah memakai Serendipity lebih kurang selama 2 tahun, padahal menurut &lt;strong&gt;Garvin Hicking&lt;/strong&gt;-pembuat Serendipity-fasilitas ini sudah ada sejak versi 0.1 alias sudah ada sejak awal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/font&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/adsense/index.php?/archives/20-Tips-Blog-Posting-Terjadwal-dan-Keuntungannya.html&quot;&gt;Continue Reading &amp;quot;Tips Blog : Posting Terjadwal dan Keuntungannya&amp;quot;&lt;/a&gt; 
    </content:encoded>

    <pubDate>Fri, 01 Jun 2007 07:48:08 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/336-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Plugin Wordpress untuk Menghindari Supplemental Result.</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/326-Plugin-Wordpress-untuk-Menghindari-Supplemental-Result..html</link>
            <category>Tips</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/326-Plugin-Wordpress-untuk-Menghindari-Supplemental-Result..html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=326</wfw:comment>

    <slash:comments>0</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=326</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;p&gt;Salah satu aspek yang bisa mempengaruhi PageRank adalah adanya &#039;penalti&#039; dari Google berupa &lt;em&gt;Supplement Result&lt;/em&gt; akibat adanya &lt;em&gt;duplicate content&lt;/em&gt; pada blog yang kita miliki. Duplicate content ini bisa terjadi karena adanya copy-paste mentah-mentah dari blogger lain yang hanya ingin mendapatkan cara cepat terindek di Google (padahal justru malah kena penalti dari Google &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png&quot; alt=&quot;:-D&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; ) dan bisa juga terjadi karena ketidaksengajaan kita. Misalnya terjadi pada arsip yang ada pada blog kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi rekan-rekan pengguna Wordpress, sudah ada plugin yang memudahkan para penggunanya untuk menghindari kemungkinan Suplemental Result akibat duplicate content. &lt;/p&gt;&lt;/font&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/adsense/index.php?/archives/19-Tips-Wordpress-Menghindari-Supplemental-Result-dengan-Plugin-Duplicate-Content-Cure.html&quot;&gt;Continue Reading &amp;quot;Plugin Wordpress untuk Menghindari Supplemental Result&amp;quot;&lt;/a&gt;  
    </content:encoded>

    <pubDate>Sat, 26 May 2007 16:28:32 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/326-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Tips Mengisi Blog : Expanding Your Life &amp; Hobby for Good Quality Content</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/305-Tips-Mengisi-Blog-Expanding-Your-Life-Hobby-for-Good-Quality-Content.html</link>
            <category>Tips</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/305-Tips-Mengisi-Blog-Expanding-Your-Life-Hobby-for-Good-Quality-Content.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=305</wfw:comment>

    <slash:comments>0</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=305</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;img vspace=&quot;5&quot; hspace=&quot;5&quot; border=&quot;0&quot; align=&quot;left&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/images/writing-blog.jpg&quot; alt=&quot;writing-blog&quot; /&gt;Membuat blog memang mudah. Dalam beberapa tahapan, blog langsung jadi. Merubah lay out maupun tampilan secara keseluruhanpun sudah relatif mudah. Banyak themes dan templates yang mudah digunakan. Menambah berbagai fasilitas dapat dilakukan hanya dengan melakukan instalasi&lt;br /&gt;
plugin atau menambahkan kode HTML. Yang susah justru langkah yang semestinya menjadi dasar dari pembuatan blog, yaitu mengisi blog secara periodik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;quot;Content is the king&amp;quot;, kata mas &lt;a href=&quot;http://harry.sufehmi.com/&quot;&gt;Harry Sufehmi&lt;/a&gt;. &amp;quot;Good Quality Content&amp;quot; kata mas &lt;a href=&quot;http://www.thegadgetnet.com/&quot;&gt;Budi Putra&lt;/a&gt;. Yang menjadi masalah, bagaimana agar good quality content bisa tercapai dan kita bisa membuktikan bahwa content memang the king untuk urusan menarik trafik pengunjung ke blog yang kita miliki ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/adsense/index.php?/archives/16-Tips-Mengisi-Blog-Expanding-Your-Life-Hobby-for-Good-Quality-Content.html#extended&quot;&gt;Continue reading &amp;quot;Tips Mengisi Blog : Expanding Your Life &amp;amp; Hobby for Good Quality Content&amp;quot;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
 
    </content:encoded>

    <pubDate>Sun, 13 May 2007 03:13:55 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/305-guid.html</guid>
    
</item>

</channel>
</rss>