Vaksinasi Massal Vaksinasi Masif Terdistribusi

Sejak beberapa waktu yang lalu, pemerintah kota Bekasi melakukan kegiatan vaksinasi covid secara massal yang dilakukan di Gelanggang Olah Raga (GOR) Patriot Chandrabaga Bekasi. Kegiatan ini dilakukan beberapa kali dan yang terbaru adalah yang akan dilakukan pada hari Kamis, 8 Juli 2021, dengan target peserta sebanyak 50 ribu orang.

Dari sisi upaya meningkatkan jumlah peserta vaksinasi massal, kegiatan ini patut dihargai. Dari pengalaman keluarga maupun rekan-rekan yang mengikuti kegiatan ini, prosesnya cukup rapi meski masih banyak ruang untuk perbaikan.

Proses pendaftaran dilakukan di kelurahan masing-masing, dengan membawa persyaratan KTP dan Kartu Keluarga. Setelah terdaftar, satu hari sebelum pelaksanaan akan ada proses screening calon peserta vaksinasi. Screening meliputi pengecekan kesehatan, swab antigen dan pengecekan tensi atau kemungkinan penyakit komorbid lainnya.

Bapak ibu mertua yang mengikuti kegiatan vaksinasi pekan lalu mengatakan bahwa prosesnya cukup baik, namun pihak puskesmas belum siap pada jam yang telah ditentukan. Misalnya secara jadwal harusnya screening dimulai pada pukul 08.00 WIB, pada waktu yang ditentukan ternyata petugasnya baru datang dan bersiap-siap.

Bagi yang biasa bekerja dengan tenggat waktu, hal ini bukan masalah sepele dan harusnya bisa diperbaiki. Kalau memang jadwalnya mulai pukul 08.00 WIB, petugas harusnya sudah siap beberapa waktu sebelumnya. Ini bukan soal persiapan maupun yang lain, namun tuntutan profesional harusnya dikedepankan dan pimpinan unit masing-masing harus mengecek apakah hal ini berjalan dengan baik atau tidak. Kegiatan vaksinasi harus dijalankan dengan prinsip suka dan rela hati melayani masyarakat, bahwa melayani masyarakat itu sudah seharusnya dilakukan sebaik-baiknya, karena memang itu kewajiban jika bekerja dilingkup pemerintahan.

Jika proses screening masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya, kegiatan vaksinasi di GOR berjalan lebih baik. Jika diperhatikan baik di Facebook maupun cerita dari para ASN pemkot Bekasi, walikota Bekasi mengecek persiapan termasuk melakukan simulasi mulai dari saat peserta datang, diarahkan petugas hingga divaksin. Saya juga melihat surat perintah dari beberapa dinas, yang diminta untuk bersiap-siap 1-2 jam sebelum acara dimulai. Itu sebabnya, meski secara resmi kegiatan vaksinasi dimulai pada pukul 07.00 WIB, beberapa peserta sudah selesai melakukan vaksinasi sebelum pukul 07.00 WIB, karena petugasnya sudah siap sejak pukul 06.00 WIB.

Meski saya kerap skeptis pada kinerja pemerintah, tindakan walikota dan Pemkot Bekasi dalam memastikan kegiatan vaksinasi massal berjalan dengan lancar patut didukung dan diapresiasi. Tinggal pengawalan agar selalu profesional dan meski hingga siang, kegiatannya dapat terus berjalan dengan lancar. Model persiapan dan simulasi seperti ini bisa diduplikasi hingga ke level kelurahan dan puskesmas, agar para petugas bisa paham bahwa adalah tugas mulia dalam melayani masyarakat yang ingin mendukung program pemerintah melakukan vaksinasi massal.

Dari sisi promosi dan awareness, kegiatan vaksinasi massal ini bisa terus diadakan, misalnya seminggu sekali atau seminggu dua kali, namun sudah saatnya kegiatan vaksinasi juga dapat dilakukan secara terdistribusi. Meski dengan protokol kesehatan ketat, mengumpulkan 25 ribu atau 50 ribu orang di GOR tetap berpotensi menjadi cluster penyebaran virus. Jika mengacu pada pengalaman di Amerika, kegiatan vaksinasi dapat dilakukan di klinik maupun mall. Di Indonesia, hal ini juga harusnya bisa dilakukan, dengan memanfaatkan fungsi kelurahan, puskesmas, Fasos Fasum Perumahan hingga mall.

Pemprov DKI sudah mulai mengadakan vaksinasi dengan menggunakan mobil keliling, kolaborasi Polda Metro Jaya, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Kemendikbud, Pemprov DKI Jakarta, dan dari PT Magenta Media Tama, termasuk kolaborasi Jakarta Experience Board dengan Aprindo, Apindo, Hippindo, Kadin, dan tenaga relawan. Model seperti ini bisa diadopsi di Pemkot Bekasi dengan mendayagunakan jaringan yang dimiliki.

Jika dilakukan secara masif dan terdistribusi, target vaksinasi bisa tercapai lebih cepat dengan mengurangi kemungkinan adanya peningkatan cluster baru.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.