Toko Pertanian Zeze Zahra : Delegasi Pekerjaan, Deskripsi Produk dan Penentuan Harga Jual

Toko (kios) pertanian Zeze Zahra sudah buka menjelang akhir bulan September 2022. Sudah sekitar 2-3 minggu. Selain toko offline, saya juga berusaha memaksimalkan toko online, https://tokopedia.com/zezezahra.

Proses yang dilakukan saat ini adalah menambahkan dan mengupload foto semua produk dan layanan yang disediakan pada toko offline, karena masih banyak yang belum diupload.

Benih tanaman masih ada sebagian yang belum dimasukkan ke list produk. Belum lagi polybag, pot tanaman, obat tanaman, bibit jambu Madu Deli maupun jambu Dalhari, bibit pepaya California, bibit Cempedak, sekam bakar, media tanam, anakan ayam hingga minuman tradisional.

Proses upload produk jadi terhambat karena saya harus membuat foto, menuliskan judul, deskripsi hingga menentukan harga jual. Ditambah lagi dengan kesibukan pekerjaan di Excellent dan Aktiva serta adanya tugas kuliah yang harus diselesaikan.

Jadi saya harus belajar. Belajar mendelegasikan pekerjaan. Saya sudah belajar hal itu di Excellent dan Aktiva, tapi di Zeze Zahra masih saya lakukan sendiri karena ini masih awalan. Saya khawatir team saya di Zeze Zahra bingung, misalnya dalam menentukan harga.

Saat kuliah materi Machine Learning, saya jadi belajar lagi konsep delegasi. Pada machine learning, kita bukan melakukan segalanya sendiri sampai kecapekan, melainkan mendelegasikan pekerjaan pada si mesin, dengan cara menentukan kriteria dan memberikan contoh. Nanti si mesin akan belajar menentukan sendiri.

Kalau kita sudah training, si mesin bisa kita ujicoba dengan data pembanding (dataset), apakah sudah lulus atau belum.

Mekanisme itu yang akhirnya saya gunakan, supaya pekerjaan bisa selesai dan saya juga tidak kewalahan.

Sebagai contoh, saya minta Satir dan Adul untuk menambahkan produk “Media Tanam”. Saya cukup memberikan kriteria sebagai berikut :

1. Judul produk harus menarik tapi tidak menipu

2. Deskripsi harus sesuai fakta, jangan berlebihan. Misalnya menulis “Media tanam cocok untuk semua jenis tanaman…”

Lho bagaimana kita bisa tahu? Semua jenis tanaman? Banyak sekali jenisnya dan ada kemungkinan tidak cocok. Saya sarankan untuk mengganti kata-katanya menjadi : “Cocok untuk berbagai jenis tanaman”

Berbagai jenis tanaman itu bukan semua, tapi lebih dari satu. Minimal sudah diujicoba pada bibit anggur, pepaya, cempedak, cabe dan lain-lain

3. Foto harus menarik, usahakan foto milik sendiri bukan mengambil dari tempat lain apalagi mengambil dari toko orang lain, hehehe…

Lebih baik lagi jika foto disertakan berbagai jenis, misalnya ada foto benih, bibit dan foto saat tanaman berbuah. Jadi lebih menarik.

Masalahnya, tidak semua benih sudah diujicoba, jadi proses foto ini akan dilengkapi bertahap.

4. Penentuan harga jual. Ini bagian paling sulit. Kalau terlalu murah bisa nombok. Kalau terlalu mahal jarang yang mau beli. Bagaimana tipsya menentukan harga jual?

Tipsnya sama dengan saat saya menentukan harga jual pisang di Aneka Pisang Zeze Zahra atau saat menentukan harga layanan di Excellent dan Aktiva.

Pertama, pastikan harga beli atau modal

Kedua, check apakah ada biaya lain misalnya biaya transport, biaya menurunkan barang dll. Biaya ini bisa per satuan bisa juga bulk atau gabungan.

Misalnya saya membeli benih harga dasar anggaplah 100 rupiah. Saya memesan 1 dus benih berisi 500 kemasan kantong dengan biaya pengiriman 500 rupiah. Berarti biaya HPP atau harga pokok adalah 101 rupiah per kantong, terdiri dari harga benih 100 rupiah dan biaya pengiriman 1 rupiah per benih.

Setelah mendapatkan HPP, tentukan margin. Ini bisa dilakukan dengan cara mengecek harga umum. Biasanya saya mengambil beberapa sample harga dan mengambil nilai rata-rata.

Dari hasil itu baru didapat harga jual yang reasonable atau masuk akal. Apakah itu berarti pasti lebih murah? Belum tentu, karena bisa saja malah lebih tinggi dibanding toko lain, namun masuk akal dan ditambah lagi dengan jaminan kualitas.

Apakah kita selalu membeli mobil termurah di pasaran? Mwmbeli baju termurah, sepatu termurah, makanan termurah? Belum tentu juga kan. Pada banyak situasi, kita pasti mempertimbangkan kualitas produk dan layanan juga.

Telur bebek misalnya, di tempat lain bisa didapat dengan harga dibawah 2500 rupiah. Bisa selisih 50, 100 atau bahkan bisa selisih 500 rupiah. Bisa saja selisih itu karena ada keharusan membeli dalam jumlah minimal quantity tertentu atau ada hal lain.

Saya tidak khawatir soal perbedaan harga karena saya pribadi tidak selalu memilih harga termurah, asal tidak terlalu jauh bedanya. Jangan sampai sudah mahal harga, kualitasnya juga jelek pula 🤭😂

Dengan menentukan kriteria, saya bisa melatih team saya di Zeze Zahra untuk melakukan pekerjaan yang biasa saya lakukan. Saya jadi lebih leluasa dan disisi lain team saya punya kewenangan dan tanggung jawab lebih luas. Saya hanya perlu melakukan pengecekan dan monitoring berkala.

Tertarik pada produk dan layanan Zeze Zahra? Main dong ke :

Toko online : https://tokopedia.com/zezezahra
Toko offline : https://bit.ly/toko-zeze-zahra
Youtube channel : https://youtube.com/zezevavai


Also published on Medium.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 1 =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.