<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Personal &#8211; Blog Vavai</title>
	<atom:link href="https://www.vavai.com/tag/personal-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.vavai.com</link>
	<description>Jurnal Perjalanan Hidup Vavai</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Feb 2023 14:39:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Ke Mall Saat Jam Kerja Hari Kerja</title>
		<link>https://www.vavai.com/ke-mall-saat-jam-kerja-hari-kerja/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/ke-mall-saat-jam-kerja-hari-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2023 14:39:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Intermezzo & Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=12555</guid>

					<description><![CDATA[Saya biasanya memilih untuk datang ke mall jika ada keperluan saja. Itupun lebih memilih untuk datang di hari kerja dan jam kerja. Lebih santai, tidak crowded, parkir banyak yang kosong, nggak perlu antri. Saya jarang sekali punya keinginan ke mall atau ke tempat ramai lainnya sekedar untuk cuci mata atau gabut nggak ada pekerjaan. Saya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Saya biasanya memilih untuk datang ke mall jika ada keperluan saja. Itupun lebih memilih untuk datang di hari kerja dan jam kerja. Lebih santai, tidak crowded, parkir banyak yang kosong, nggak perlu antri. Saya jarang sekali punya keinginan ke mall atau ke tempat ramai lainnya sekedar untuk cuci mata atau gabut nggak ada pekerjaan. Saya kadang suka heran melihat anak bayi yang dibawa ke mall, karena dalam benak saya, mall dengan hiruk pikuk banyak orang berpotensi menyebarkan udara yang kurang sehat bagi bayi <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f60a.png" alt="😊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" data-id="12557" src="https://d19ix8n8acesg0.cloudfront.net/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall1-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-12557" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall1-1024x576.jpeg 1024w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall1-300x169.jpeg 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall1-768x432.jpeg 768w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall1-1536x864.jpeg 1536w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall1.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" data-id="12556" src="https://d19ix8n8acesg0.cloudfront.net/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall2-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-12556" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall2-1024x576.jpeg 1024w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall2-300x169.jpeg 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall2-768x432.jpeg 768w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall2-1536x864.jpeg 1536w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2023/02/vavai-mall2.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya saya ke mall sekedar numpang ngadem, sambil menunggu Vivian pulang sekolah <img decoding="async" height="16" width="16" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t5c/1.5/16/1f92d.png" alt="&#x1f92d;"><img loading="lazy" decoding="async" height="16" width="16" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t18/1.5/16/1f62c.png" alt="&#x1f62c;">. Kebetulan sekolah Vivian puteri bungsu saya ada di dekat Mall Summarecon Bekasi. Kadang saya sengaja makan siang di pujasera (pusat jajanan serba ada) di yang ada di mall, sambil kerja atau mengerjakan tugas kuliah, baru kemudian meluncur ke sekolah Vivian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat hari kerja jam kerja, suasana mall cenderung lengang. Saat membeli pakaian atau ke tempat makanan, suasananya lebih santai. Bagus juga sebagai selingan sesekali, sebagai bagian dari refreshing tipis-tipis, hehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/ke-mall-saat-jam-kerja-hari-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Orang Tua yang Mesti Belajar</title>
		<link>https://www.vavai.com/orang-tua-yang-mesti-belajar/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/orang-tua-yang-mesti-belajar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2022 00:08:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family & Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=11738</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya mendengar cerita salah satu keluarga yang anaknya masuk sekolah SMP terpadu di Bekasi. Anaknya adalah sepupu Vivian Aulia Zahra. Usianya juga hampir sama. Ibunya bercerita bahwa saat rapat orang tua murid dan penyampaian rencana berkemah, ada orang tua murid yang bilang, “Bapak ibu guru, bisa nggak saat berkemah nanti, kita...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Beberapa hari yang lalu saya mendengar cerita salah satu keluarga yang anaknya masuk sekolah SMP terpadu di Bekasi. Anaknya adalah sepupu Vivian Aulia Zahra. Usianya juga hampir sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ibunya bercerita bahwa saat rapat orang tua murid dan penyampaian rencana berkemah, ada orang tua murid yang bilang, “Bapak ibu guru, bisa nggak saat berkemah nanti, kita orang tuanya menemani anak. Tidak usah barengan tidak apa-apa, kami dari jauh saja. Soalnya anak saya nggak biasa kemah, apalagi katanya tempatnya susah sinyal…”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Zzzzzz</p>



<p class="wp-block-paragraph">Justru kegiatan berkemah itu melatih kemandirian anak. Kalau ibu bapaknya menemani, menyuapi dia makan atau membelikan makanan dari luar, ya apa kabar dong ah ?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya pernah melihat ada lomba menggambar dan mewarnai, yang karena anaknya dianggap tidak bisa membuat gambar atau mewarnai gambar dengan baik, akhirnya orang tuanya yang mengerjakan. Apa anak bisa bangga jika ia juara hanya karena lukisannya bagus buatan orang tuanya, bukan buatan ia sendiri?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="960" height="540" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2022/08/31589EBE-F506-41B5-AC4F-27449ED414E4.jpeg" alt="" class="wp-image-11739" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2022/08/31589EBE-F506-41B5-AC4F-27449ED414E4.jpeg 960w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2022/08/31589EBE-F506-41B5-AC4F-27449ED414E4-300x169.jpeg 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2022/08/31589EBE-F506-41B5-AC4F-27449ED414E4-768x432.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Saya bisa memahami orang tua yang khawatir jika anaknya dilepas dalam kondisi belum mandiri. Orang tua yang khawatir jika anaknya tidak bisa dihubungi. Khawatir anaknya sakit. Khawatir anaknya nggak bisa tidur karena banyak nyamuk. Khawatir nggak biasa makan makanan yang bukan masakan ibunya. Khawatir anaknya tidur berdesak-desakan. Khawatir anaknya tidur tanpa AC.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa dipikir para guru tidak lebih khawatir? Kan guru terkena tanggung jawab selagi ada kegiatan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu sebabnya, orang tua juga mesti belajar. Belajar mendidik anak agar mandiri dan bertanggung jawab. Belajar melepas anak agar ia secara bertahap bisa mulai mengatur kehidupannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua orang tua yang normal pasti khawatir jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Tapi kekhawatiran itu jangan lantas jadi mengekang anak. Seperti menjadikan anak didalam sangkar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan mengikat sayap anak-anak kita hanya karena kita tidak mau anak-anak terbang jauh meninggalkan kita. Anak-anak kita nantinya punya kehidupan sendiri, membangun rumah tangga sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu sulit meredakan hati melepas anak-anak pertama kali. Tapi ya itu mesti dilatih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan lupa, secara teori usia, usia orang tua pasti lebih tua daripada anaknya (ya iyalah…). Artinya, secara teori pula, kemungkinan orang tua berpulang (meninggal dunia) lebih dulu kemungkinannya lebih besar. Jika kita berpulang lebih dulu, tiada lebih dulu, lantas apa kita nggak lebih khawatir karena anak-anak kita nggak ada yang menemani?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disini baru kita bicara disisi agama, bahwa sebagaimana harta, anak-anak juga merupakan titipan dari yang maha kuasa. Kalau dari nasihatnya KH Buya Syakur Yasin, kita sebagai orang tua hanya ketitipan anak dari yang maha kuasa. Tugas kita merawat dan mendidiknya dengan baik agar anak nantinya bisa menjalani kehidupannya dengan baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Omong-omong, yang menulis memangnya nggak khawatir? Ya khawatir lah. Itu sebabnya tulisan ini terutama ditujukan pada diri saya sendiri, hehehe…</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak orang tua yang masa kecil kehidupannya adalah kehidupan serba kekurangan. Miskin dan dari kalangan orang tidak berpunya. Karena itu, ia berusaha dengan keras agar kehidupannya bisa lebih baik. Ia memberikan segala yang terbaik-yang dulunya tidak ia dapatkan-pada anaknya, dengan pertimbangan, “Biarlah bapak dan ibu bekerja keras, anak mah tidak perlu khawatir tidak perlu bingung, tinggal menikmati dan tidak perlu kerja keras”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks memberikan pendidikan yang terbaik, fasilitas kehidupan yang lebih lengkap dan menyiapkan sarana yang memudahkan tentu sudah seharusnya. Misalnya dulu saya harus rental komputer untuk belajar, sekarang saya bisa membelikan laptop buat Zeze Vavai, ya tentu itu sesuatu yang baik, agar Zeze Vavai bisa belajar dengan lebih mudah dan terfasilitasi. Karena kehidupan ia beda dengan kehidupan saya saat masih kecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi jangan sampai kebablasan. Jangan sampai anak malah jadi terdidik tidak mau tahu kesulitan orang tua. Karena serba dipenuhi kebutuhannya, ditutupi dari realita sebenarnya. Ini bisa jadi bumerang karena nanti anak malah jadi manja dan serba menuntut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu tidak mudah menyeimbangkan hal tersebut. Itu sebabnya kita mesti belajar. Belajar mendidik, belajar parenting, belajar berbagai macam sisi kehidupan agar anak bisa disiapkan dengan sebaik-baiknya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/orang-tua-yang-mesti-belajar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
