Posts tagged with: HeartBeat

Konfigurasi Fail Over Server dengan Heartbeat pada Centos 5.6

Catatan Awal Konfigurasi dilakukan di mesin virtual dengan Operating System CentOS 5.6 64 bit. Konfigurasi dasar untuk membuat Linux High Avaibility Server seperti postingan mas vavai sebelumnya disini. Dalam tulisan ini saya belum mengkombinasikan dengan drbd atau lainnya. Hal dimaksudkan untuk memudahkan memahami flow atau kegunaan dari heartbeat itu sendiri. Asumsi Diasumsikan pada saat instalasi awal beberapa group komponen ikut serta diinstall di CentOS 5.6 dan sudah berjalan dengan baik serta dapat dioperasikan secara normal. Paket

Tips Mengatasi Masalah DRBD Split-Brain : WFConnection & StandAlone

Kemarin saya melakukan pengecekan melalui SSH pada salah satu server Linux High Availability di kantor klien yang menggunakan DRBD & Heartbeat untuk menjalankan Zimbra & Samba PDC. DRBD dan Heartbeat adalah 2 service yang saya gunakan untuk membuat server backup online yang mampu secara otomatis menggantikan fungsi server utama jika server utama down, dengan data yang sama persis hingga menit terakhir :-). Dari hasil pengecekan, ternyata ada masalah sinkronisasi antar node sehingga service DRBD menjadi

Menambah Harddisk Virtual untuk DRBD

Sewaktu desain sistem server pertama kali di kantor klien, saya membuat sistem High Availability (Linux HA) dengan 1 buah harddisk virtual yang disinkronisasi melalui media DRBD (tutorialnya dapat dibaca disini : bagian 1, bagian 2 dan bagian 3). Setelah beberapa lama, klien menginginkan tambahan harddisk virtual yang disinkronisasi, jadi DRBD akan menangani 2 atau lebih harddisk virtual, alias multi node support. Proses penambahan harddisk DRBD ini relatif mudah, karena yang kita lakukan hanya memasang harddisk

Samba & Zimbra High Availability & Fail Over Server

Libur panjang akhir pekan lalu saya isi dengan mengerjakan project implementasi migrasi sistem di salah satu klien di daerah Duren Sawit Jakarta Timur. Migrasi dilakukan dari sistem Windows Active Directory+File Server dan Microsoft Exchange Server menjadi sistem Linux Server berbasis Samba PDC & Zimbra Mail Server. Pihak klien meminta agar sistem dibuat mampu melakukan fail over, dalam arti, jika server utama tewas, server backup langsung aktif dengan konfigurasi, data dan sistem yang sama persis. Untuk

Top