Selingan Waktu, Menulis Blog dan Akselerasi Usaha

Sekali atau dua kali dalam seminggu saya biasanya main ke toko pertanian dan kebun anggur Zeze Zahra di Tambun, Kabupaten Bekasi. Selain untuk tujuan mengecek operasional dan kemajuan usaha, kunjungan ke toko atau ke kebun ini juga bagian dari selingan. Ada kalanya saya, Achos Maryadi Arismunandar dan Qchen Marsan Susanto bertemu disana untuk diskusi mengenai perkembangan PT Excellent Infotama Kreasindo dan PT Aktiva Kreasi Investama.

Waktu yang ada dimanfaatkan semaksimal mungkin. Jika ke Tambun saya biasanya berusaha menyempatkan diri main ke keluarga atau kerapkali saya sengaja datang pagi untuk ziarah ke makam keluarga. Setelah itu meluncur ke toko atau kebun yang masing-masing jaraknya tidak sampai 1 KM.

Sampai di toko atau kebun saya biasanya foto-foto suasana untuk tulisan di blog https://www.vavai.com atau bisa juga memvideokan hal tertentu (tanaman, suasana toko, suasana kebun atau tips terkait ternak dan tanaman anggur) untuk nantinya diupload ke Youtube Zeze Zahra (https://youtube.com/zezevavai)

Setelah itu semua, baru kami bertiga ngobrol mengenai rencana dan review perkembangan Excellent dan Aktiva. Adul dan Satir yang biasanya menjaga toko menyediakan air kelapa muda yang dipetik dari pohon kelapa di pekarangan toko Zeze Zahra.

Untuk makan siang, kami biasanya fleksibel. Kadang memesan masakan dari keluarga di Tambun seperti sop daging sapi atau kikil, belut atau sop ayam kampung. Kadang membeli di Rumah Makan masakan Padang atau bisa juga membeli gado-gado dan sayur gabus pucung dari rumah makan di sekitar toko pertanian Zeze Zahra.

Budget untuk membeli makanan ini biasanya lebih rendah dibandingkan jika kami kumpul di mall di sekitaran markas Excellent dan Aktiva di kota Bekasi.

Saya biasanya meluncur selepas mengantar Vivian di sekolah. Perjalanan ke toko pertanian saya isi dengan mendengarkan Youtube, bisa dalam bentuk pembelajaran bahasa Inggris, pembelajaran terkait kuliah, wawancara para tokoh usaha terkenal, insight bisnis dari para CEO (misalnya insight dari pak TP Rachmat, pak Chairul Tanjung, Steve Jobs, Bill Gates, Jack Ma dan lain-lain) atau bisa juga sekedar mendengarkan musik atau pengajian tergantung mood saat itu ☺️🤭

Saat diskusi, saya juga biasanya memonitor pekerjaan dan group diskusi team, termasuk mengadakan meeting atau koordinasi dengan team secara online. Dengan cara demikian, waktunya bisa benar-benar efektif dan terisi dengan kegiatan yang baik untuk berbagai keperluan.

Agenda yang dilakukan juga tidak selalu sama. Bisa saja saya ke toko pertanian dan kebun anggur sekedar untuk membaca buku, menyelesaikan tugas kuliah atau sekedar menonton video tertentu. Bisa juga menonton Netflix atau Curiosity Stream. Jadi fleksibel sesuai dengan situasi yang ada.

Menjelang Ashar saya biasanya selesai di toko atau kebun dan meluncur kembali untuk menjemput Vivian di sekolah.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan ini bisa menjadi selingan yang baik dan menyenangkan. Saya bisa menjalaninya dengan ritme yang bisa diatur sendiri. Tidak monoton dan juga tidak overload. Kalau terlalu capek ya istirahat.

Saya ingat perkataan pak TP Rachmat mantan CEO Astra International dan pendiri Triputra Group di salah satu kesempatan : “Saat keluar dari Astra, saya usia 59 tahun. Disebut tua iya, disebut nggak tua juga iya. Apakah saya ingin pensiun dengan main golf saja atau bagaimana. Akhirnya saya memilih untuk membuat perusahaan karena pengalaman dan hobby saya disitu…”

Jadi bukan soal banyak sedikitnya kegiatan atau karena usia atau karena nilai kekayaaan, namun adakalanya kita menjalani berbagai kegiatan karena itu bagian dari upaya kita menjadikan hidup lebih bernilai. Syukur-syukur bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan bagi komunitas atau masyarakat di sekitar kita.

Warren Buffet di usia 80-an masih menyetir mobil sendiri. Bukan karena dia tidak mampu membayar driver (dia langganan masuk daftar orang terkaya di dunia) atau karena dia egois, melainkan karena dia bisa beraktivitas dan bukan sekedar rebahan saja menikmati kekayaan yang dimiliki.

Saya tidak tahu nantinya usaha yang dilakukan maupun kegiatan yang dilakukan akan membawa arah kehidupan kemana, namun saya percaya jika kita mempersiapkan dan melakukan kegiatan yang positif, pada akhirnya tetap ada benefit yang bisa dicapai. Apakah itu dalam bentuk keberhasilan usaha, pembelajaran usaha, pembelajaran hidup maupun yang lainnya.

Hidup kita milik kita, susah maupun senang, kita juga yang menjalaninya.


Also published on Medium.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 3 =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.