Resolusi Keuangan Tahun 2023

Tahun 2013 dan 2019 saya membuat beberapa resolusi tahun baru, baik dibidang keuangan, traveling maupun rencana pencapaian cita-cita. Meski awalnya kelihatan sulit, ternyata hampir semua resolusi itu bisa dicapai. Mungkin alam bawah sadar saya menganggap resolusi itu sebagai suatu tujuan yang harus dituntaskan, sehingga meski butuh perjuangan namun bisa diraih sesuai harapan. Sebagai contoh, resolusi tahun 2013 untuk melunasi hutang kartu kredit dan menyelesaikan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) ternyata bisa diselesaikan jauh lebih cepat dari target semula.

Untuk tahun 2023, saya membuat beberapa catatan resolusi yang saya pisah ke beberapa bagian sebagai berikut :

KEUANGAN

  1. Target FIRE
    Bisa mencapai target minimal 50% asset produktif untuk FIRE (Financial Independence Retirement Early). Target saya adalah mendapatkan passive income untuk biaya hidup sekitar 15 juta rupiah per bulan. Berdasarkan kalkulasi rule 4%, total asset yang saya butuhkan adalah biaya hidup bulanan dikali 12 bulan dikalikan 25 tahun. 15 juta * 12 * 25 = 4.5 M

    50% dari 4.5 M adalah 2.25 M. Asset ini bisa dalam bentuk investasi sukuk, obligasi, saham, reksadana, sawah, ladang maupun usaha namun harus yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Jika saya memiliki uang 100 juta rupiah dan disimpan di tabungan, itu hasilnya tidak ada. Kalaupun ada, nilainya kecil sekali karena tergerus biaya administrasi. Berbeda jika uang 100 juta rupiah disimpan dalam bentuk investasi sukuk dengan kupon sebesar 6.15% (seperti contoh pada sukuk ST-009) misalnya, itu bisa menghasilkan pendapatan bersih sekitar 461.250,- ribu rupiah per bulannya.

    Jika saya memiliki uang 1 milyar yang digunakan untuk investasi pada sukuk, maka saya bisa mendapatkan Rp. 4.612.500,- dan jika ada investasi sebesar 2 milyar rupiah, maka pendapatan pasif setiap bulannya mencapai Rp. 9.225.000,-. Itu sudah hampir mendekati biaya hidup yang ditargetkan sebesar Rp. 15 juta per bulan.

    Disisi lain, itu juga berarti jika saya memiliki asset senilai 2 milyar rupiah yang tersebar dalam berbagai bentuk maka seharusnya total pendapatan yang saya terima harus dalam kisaran 9 juta rupiah atau lebih. Jika kurang dari itu, lebih baik uangnya diinvestasikan di sukuk saja, karena relatif rendah resiko dan tanpa perlu melakukan apa-apa.
  2. Kartu Kredit
    Menjaga hutang kartu kredit selalu nol atau tidak memiliki hutang. Saat ini saya memiliki dua kartu kredit, yaitu dari Bank Niaga dan Bank Mega. Kartu kredit ini sebenarnya relatif tidak diperlukan dan kemungkinan besar akan saya likuidasi di 2023. Saya bisa menggunakan kartu debit untuk pembayaran layanan berbasis cloud atau layanan online lainnya. Kalaupun dipertahankan, cukup satu kartu saja.
  3. Lini Usaha
    Memastikan agar lini usaha PT Aktiva Kreasi Investama dan Zeze Zahra Excellent Farm bisa mencapai break event point tahun ini dan mulai menghasilkan profit
  4. Pengeluaran Bulanan
    Mengurangi pengeluaran rumah tangga, terutama untuk pemesanan makanan secara online maupun pengeluaran lain yang relatif tidak essensial. Setiap pengeluaran harus reasonable dan memang benar-benar dibutuhkan. Menghindari keputusan yang sifatnya impulsif dan pengeluaran yang ada sebaiknya memang sudah direncanakan sebelumnya
  5. Alokasi Investasi Personal untuk Zeze Vavai
    Tahun depan Zeze Vavai berusia 17 tahun. Ia bisa membuat KTP, rekening bank dan membuat account sekuritas sendiri. Saya rencananya akan mengalokasikan budget khusus agar ia bisa menabung sekaligus belajar investasi untuk masa depannya. Untuk Vivian tidak apa-apa masih tetap menginduk ke tabungan dan investasi saya karena usianya baru 12 tahun

Posting ini adalah posting yang akan diupdate dan disesuaikan jika ada tambahan atau koreksi selama periode bulan Januari 2023 ini.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.