Puasa Daud, Intermittent Fasting dan Tantangannya

Ada beberapa rekan yang bertanya pada saya, apakah puasa Daud itu diawali dengan makan sahur atau tidak?

Saya belum tahu jawaban dari pak Kyai atau ustadz, tapi karena puasa Daud itu puasa juga sama halnya puasa Senin Kamis atau puasa Ramadhan, asumsi saya adalah bahwa makan sahur itu disunahkan. Silakan koreksi ya jika salah.

Kemudian ada yang bertanya lagi, puasa Daud itu berat nggak?

Ya berat kalau puasanya sambil manggul beras satu karung, kwkwkwk

Pada prinsipnya apa-apa itu sesuai niatnya. Kalau niatnya berpuasa, insya Allah biasa saja kok. Nggak merasa terbebani nggak merasa menderita. Ini bagian dari lifestyle. Kan ada juga macam-macam model intermittent fasting jadi puasa Daud inipun salah satu bentuk dari intermittent fasting.

Ada yang bilang, puasa Senin Kamis saja sudah terasa berat gimana jadinya jika puasa Daud sehari puasa sehari tidak. Kalau yang saya alami, puasa Senin Kamis justru terasa lebih berat karena ada jarak tidak puasa beberapa hari. Beda dengan puasa Daud yang selang seling sehari sekali. Jadi badan seperti dikondisikan untuk tahu prosesnya dan otomatis menyesuaikan.

Berdasarkan pengalaman sekitar satu bulan berpuasa Daud, fokus utama memang di niatan. Kalau niatan kuat, kita nggak melulu mikir makanan atau minuman. Kita menjalani kegiatan juga normal saja sebagaimana mestinya.

Yang kedua, puasa Daud itu bukan tujuan melainkan proses. Bisa saja prosesnya berkelanjutan hingga bertahun-tahun atau sampai akhir hayat. Ini bagian dari lifestyle atau gaya hidup, jadi bukan tujuan akhir.

Gimana kalau saat berpuasa terus ada makanan enak, kan sayang tuh nggak dinikmati. Ya kan bisa menunggu besok untuk menikmatinya. Kita juga jadi mengajari badan bahwa kita punya kendali atas keinginan, tidak sekedar mengikuti hawa nafsu semata. Itu niatannya seperti itu.

Terus, apa sih benefitnya puasa Daud itu? Berikut adalah beberapa benefit yang saya rasakan langsung:

  1. Penurunan berat badan. Sebelum puasa Daud, berat badan saya antara 81-82 kg. Tadi pagi saya timbang, berat badan saya di 75an kg.
  2. Normalisasi tensi. Sebelum puasa Daud, tensi saya antara 145/90 sampai dengan >150/100. Sudah taraf membahayakan. Tadi pagi tensinya saya ukur kisaran 130/70. Kemarin-marin malah 120/70an
  3. Tidur lebih nyenyak. Saya jadi terbiasa tidur jam 10an dan bangun jam 3an. Tidurnya nyaman dan bisa beraktivitas seharian tanpa ngantuk berlebihan
  4. Bisa olah raga teratur. Saya bisa berolahraga di waktu Shubuh atau selepas Ashar dan prosesnya menyenangkan. Menyenangkan dalam arti saya bisa rutin melakukannya dan pelan-pelan meningkatkan porsi latihan
  5. Merasa diri agak ramping dikit, hehehe… Iya ini beneran. Saya kan tahu dulu gendutnya kayak apa. Sekarangpun masih bisa cubit lemak di perut dan pinggang namun ukurannya sudah lebih berkurang, karena celana yang sama terasa lebih longgar sekarang dibanding sebelumnya.
  6. Bisa menghemat pengeluaran karena saya jadi lapar tepat waktu. Maksudnya begini. Dulu saya kerap makan bukan karena lapar melainkan karena waktunya jam makan. Akibatnya makanan bisa menumpuk diperut dan butuh waktu untuk mencerna. Sekarang saya makan hanya diwaktu sahur dan berbuka atau saat tidak berpuasa, sehingga makanan jadi terasa lebih enak karena kondisinya lapar (tidak lapar banget sih, namun lapar dalam pengertian makannya jadi terasa enak maksimal)
  7. Lebih aktif dan lebih mudah konsentrasi

Ada yang bilang kalau perut lapar dan tenggorokan haus jadi nggak bisa mikir. Kalau terlalu lapar dan terlalu haus mungkin iya, tapi kalau sekedar lapar dan haus karena berpuasa, sepertinya malah bisa konsentrasi ke pekerjaan dan juga ke pembelajaran.

Saya jadi punya banyak waktu buat menulis seperti ini, belajar hal baru atau lihat film dokumenter yang bagus-bagus. Tidak melulu memikirkan makanan.

Sudah beberapa hari ini saya melakukan test makan tanpa nasi. Kata orang, orang Indonesia belum makan kalau belum bertemu dengan nasi. Belum kenyang kalau belum makan nasi. Ternyata ya soal mindset dan kebiasaan juga. Saya makan sahur tadi pagi pakai sayur bayam dan ikan gurame dan minum air kelapa muda tetap cukup kok. Kemarin juga makan pisang dan ayam tanpa nasi. Memang sih baru percobaan beberapa hari, namun sebagai data awal bisa jadi pegangan buat saya.

Bagi rekan-rekan yang ingin mencoba puasa Daud, coba saja dulu. Saya tidak katakan bahwa hasilnya akan sangat-sangat menyenangkan. Saya juga pernah kok merasa lapaaaar banget sehingga saat tidak berpuasa, saya makan beberapa kali. Ya bagian dari up and down lah.

Jika niat berpuasa Daud karena alasan kesehatan atau alasan lain yang kuat, insya Allah bisa dijalani tanpa banyak kendala.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.