Portfolio Investasi Merah dan Kewajiban yang harus Dipenuhi

Selama tahun 2018 ini, portfolio investasi rasanya susah hijau. Sebagian besar portfolio baik saham maupun reksadana posisinya merah. Kalaupun ada yang hijau, itu hanya sebagian kecil saja. Situasi ini berbeda dengan situasi tahun 2017 dimana sebagian besar reksadana dan saham menghijau.

Saya biasanya menempatkan sebagian uang yang didapatkan dari penjualan buku atau sisa penghasilan saya dari Excellent. Nilainya tidak terlalu besar. Dari nilai yang tidak terlampau besar itu, sebagian ditempatkan di reksadana dan sebagian lagi di saham. Untuk saham ada yang saya tempatkan untuk investasi jangka panjang seperti untuk dana pendidikan Zeze Vavai dan Vivian atau untuk keperluan lain yang sifatnya jangka panjang dan ada juga yang saya tempatkan untuk keperluan trading sebagai pembelajaran pribadi.

Meski sudah didesain demikian, ada kalanya muncul kebutuhan mendadak yang tidak bisa saya penuhi dari cadangan dana kas yang ada di tabungan. Sebagai contoh, saya memiliki estimasi cukup moderat bahwa pada tanggal tertentu saya akan menerima uang sehingga jika saya memiliki kewajiban sesudah tanggal tersebut, mestinya cukup aman. Namun skenario ini tidak selalu berjalan sempurna. Estimasi waktunya meleset dan kebutuhannya sudah keburu waktunya dipenuhi.  Ndilalah pada saat bersamaan, nilai investasi sebagai dana cadangan sedang turun juga. Jadi rasanya seperti mengiris bagian badan sendiri saat mengeluarkan dana investasi yang sedang dalam posisi minus, hehehe…

Meski berat hati, jika keperluannya adalah untuk keperluan yang wajib dilakukan seperti membayar hutang dan kewajiban lainnya, hal tersebut akan saya lakukan juga. Meski dalam posisi minus atau merugi sekalipun, jika memang tidak ada alternatif lain, prosesnya akan saya eksekusi.

Saya pernah membaca di beberapa biografi para pengusaha, mereka memilih untuk melepas asset berharga mereka untuk mempertahankan nama baik dan reputasi. Asset maupun harta berharga masih bisa dicari dan diusahakan, sementara nama dan reputasi jika sudah tercemar akan butuh proses yang lebih sulit untuk memperbaikinya.

Kondisi portfolio investasi merah juga bukan melulu kerugian karena kita bisa mendapat pembelajaran dari hal tersebut. Salah satunya adalah pembelajaran untuk lebih berhati-hati, berusaha melakukan analisa lebih detail dan menahan diri jika kondisi dan situasi belum memungkinkan.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × three =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.