Pisang Goreng dan Kentang Goreng

Saya menyukai pisang goreng. Dari sekian banyak pisang goreng, yang cocok bagi saya ada 2, yaitu pisang goreng ibu saya di Tambun dan pisang goreng ibu mertua di Duren Jaya.

Semenjak ada gofood, saya kerap memesan pisang goreng. Ada berbagai macam pisang goreng berikut variannya, namun jarang yang nyambung di lidah.

Ada pisang goreng menggunakan tepung roti, rasanya jadi aneh dan terlalu mengenyangkan. Saya kurang suka. Ada juga pisang goreng yang ukurannya jumbo namun lapisan tepungnya tipis sekali. Bener sih namanya pisang goreng tapi saya suka pisang goreng karena adonan tepungnya. Kadang saya malah makan lapisan adonan tepung pisang gorengnya, jadi kalau tepungnya tipis dan krispi malah tidak cocok buat saya.

Suatu waktu setelah menjenguk keluarga Ackoy Maryadi Aris Munandar yang mendapat anugerah puteri pertama, saya mampir ke tempat usaha sepasang kawan Probo Prayogo dan Ika Agustina. Sebagai dukungan atas usaha mereka di Bareroad Coffee, saya memesan pisang goreng dan kentang goreng. Ternyata pisang gorengnya cocok dengan yang saya maksudkan. Pilihan pisang tanduknya juga enak, dipilih yang matang bagus, bukan setengah matang atau terlalu matang.

Zeze Vavai, Vivian dan Dear Rey Reny Yuniastuty juga cocok dengan kentang gorengnya. Bukan sekedar karena menghormati mereka sebagai kawan (dan sebagai organizer acara Brainstorming Eksternal Excellent di Kampung Singkur Pangalengan) melainkan karena rasanya memang enak.

Sempat sekali saya pesan via gofood, rasanya agak berubah. Saya kontak Ika Agustina dan menanyakan apakah adonannya berubah? Kata dia, berdasarkan masukan orang yang sudah biasa membuat pisang goreng, adonannya harus ditambah dengan tepung lain (tepung roti) supaya teksturnya bagus. Lah, tapi itu malah nggak cocok dan rasanya jadi aneh. Seperti pisang goreng yang dimasukkan ke plastik dan adonannya tebal seperti roti yang umumnya dijual eceran. Memang tahan lama tapi rasanya aneh.

Mungkin Ika bosan mendengar komplain saya jadi akhirnya adonannya dikembalikan seperti semula dan saya cocok lagi. 🙂 . Saya jadi khawatir cocok buat saya nggak cocok buat orang lain hehehe… Pisang goreng bareroad coffee menjadi pisang goreng ketiga yang cocok untuk lidah saya.

Bagi yang hendak mencoba, jangan terpengaruh posting ini. Bisa saja bias karena mereka sahabat saya. Kalau mau coba silakan saja, tapi jangan komplain gara-gara postingan ini, hehehe…

Bareroad Coffee ada di Gofood, sementara ini bergabung dan bisa dipesan via Gofood Kedai Bamboo. Lokasinya di perumahan Pondok Hijau Bekasi Timur. Kalau ada yang pesan gara-gara tulisan ini, semoga mendapat kualitas dan rasa yang sama, jadi nggak nyesel baca tulisannya 🙂

Buat om Obo Probo Prayogo dan mbak Ika Ika Agustina semoga lancar bisnisnya, berkah dan menjadi kebaikan buat kalian, buat pengunjung dan pelanggannya. Sukses selalu.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.