Pembelajaran #1 dari Raisup.com : Bikin Usaha itu Mudah

Beberapa waktu yang lalu, Nicolas Beauvais mengalami mimpi buruk saat infrastruktur cloud perusahaannya (startup) raisup.com disuspend kemudian di permanen lock oleh DigitalOcean.

Kisahnya bisa diikuti di Twitter : Nicolas Beauvais untuk periode Akhir Mei (mulai 29 Mei 2019).

Ulasannya bisa dibaca juga disini. Ada juga tanggapan (postmortem) dari DigitalOcean.com disini.

Syukur alhamdulillah akhirnya masalahnya terselesaikan meski itu menjadi mimpi buruk yang tidak ingin dialami founder startup manapun.

Ada beberapa pembelajaran yang bisa dipetik dari pengalamannya.

Pembelajaran pertama bukan soal pengalaman buruk melainkan dari kalimat statusnya di Twitter :

“We are a two people company, I’m the only developer. Today was the first day of 2 weeks of holidays for me, I got their final message right after arriving in Portugal. I’m harmed and feel so powerless..”

“We lost everything, our servers, and more importantly 1 year of database backups. We now have to explain to our clients, Fortune 500 companies why we can’t restore their account.”

Jadi, Raisup itu perusahaan startup dengan 2 orang founder, salah satunya adalah developernya. Klien mereka adalah perusahaan Fortune 500.

Bayangkan, perusahaan startup dengan pendiri 2 orang namun dengan klien Fortune 500. Artinya apa? Artinya, bikin perusahaan itu nggak perlu modal besar-besar amat. Jika kita punya talenta, kita bisa bikin perusahaan yang dijalankan full digital berbasis cloud, dengan biaya rendah dan bisa menghidupi diri dan keluarga kita. Hebatnya, perusahaan kecil yang dibentuk bisa punya klien perusahaan besar yang bisa membiayai kehidupannya sendiri.

Image by Arek Socha from Pixabay

Bagi kalian yang masih ragu untuk wirausaha atau bagi mahasiswa IT yang masih merasa perlu biaya mahal untuk mendirikan suatu perusahaan, sebenarnya nggak perlu mahal-mahal amat untuk mengeksekusi ide.

Biaya untuk membuat website company profile berikut email resmi dan infrastruktur layanan masih bisa diproses dengan biaya rendah yang bahkan bisa kita ambil dari uang jajan kita. Yang mahal itu ide yang brilian dan kemauan untuk mengeksekusinya.

Ide yang brilian itu susah, tapi lebih susah lagi mendapatkannya kalau kita nggak pernah berusaha. Ide yang brilian itu jarang muncul dan akan tetap jarang kalau kita nggak pernah berusaha memunculkannya. Bisa saja ide brilian muncul dari sekian banyak ide sampah yang kita dapatkan.

Kemauan untuk mengeksekusi suatu ide itu bukan tanggung jawab orang lain. Bukan tanggung jawab orang tua atau dosen atau pihak lain melainkan tanggung jawab kita. Apalagi jika kita tahu idenya adalah ide yang bagus dan kita bisa menyesal seumur hidup jika tidak pernah mencobanya.

Jadi pembelajaran pertama dari kisah Raisup.com adalah : jika kalian punya ide yang memiliki potensi menjadi usaha yang keren atau menjadi peluang bisnis yang menarik dan kalian bisa menyesal jika tidak menjalaninya, eksekusi saja! The rest is history 😀

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 4 =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.