Ngobrol di Luar Markas

Karena datang dari keluarga dengan jumlah saudara banyak, kadang jika ada acara, saya ingin melibatkan semua yang terkait sebanyak mungkin.

Hanya saja, seiring waktu, saya mesti realistis. Kalau semua dilibatkan padahal tidak terkait dengan acara atau hal yang ingin dibahas, bisa jadi membosankan bagi yang bersangkutan. Jadi nggak nyambung.

Itu sebabnya, belakangan saya lebih sering diskusi dengan team yang spesifik. Misalnya membahas mengenai aplikasi SaaS dengan team product development. Membahas mengenai helpdesk, implementasi dan support dengan team support. Membahas mengenai aspek keuangan dan perpajakan dengan team Accounting dan seterusnya.

Untuk beberapa case tertentu, bisa juga saya diskusi dengan beberapa team yang cukup senior, misalnya untuk membahas hal spesifik mengenai human resources.

Karena ruang meeting terbatas dan makan siang di mall sudah terlalu umum, adakalanya pertemuan dilakukan di beberapa pangkalan milik Excellent, misalnya di kebun atau toko Zeze Zahra.

Secara biaya bisa lebih murah, dan bisa lebih fleksibel. Cari makan bisa cari yang ada di sekitar. Kadang kami bisa pesan gado-gado dan sayur gabus pucung dan minum air kelapa muda. Biayanya masih lebih murah dibandingkan makan di Pujasera atau Food Court.

Selesai ngobrol menjelang Ashar, saya bisa langsung meluncur untuk menjemput Vivian dari sekolah.

Ngobrol santai diluaran seperti ini sesekali bisa menjadi semacam selingan yang menarik dan juga bisa sebagai refreshing disela-sela kesibukan kerja.


Also published on Medium.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 12 =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.