Menyiasati Kesibukan dan Rutinitas

Pekerjaan di Excellent dan Aktiva umumnya terkait dengan IT. Pekerjaannya cenderung duduk, jarang bergerak dan mata menatap laptop. Setiap hari begitu. Ulang alik dari rumah ke markas kemudian kembali ke rumah lagi.

Beberapa ada yang menyiasati dengan menginap di markas Danita, lokasi pangkalan team PT Aktiva Kreasi Investama. Sebagian lagi menyiasatinya dengan mengambil kuliah. Pulang dari markas Excellent dan Aktiva tidak langsung pulang ke rumah melainkan ke kampus.

Saya menambahkan satu pilihan lagi untuk menyiasati rasa monoton itu, yaitu dengan sesekali makan siang diluar atau bekerja di luar markas. Kami selalu menyebut kantor Excellent maupun Aktiva sebagai markas, sebagai bagian dari pembahasaan suasana yang lebih kalem dan informal.

2 hari yang lalu saya berkumpul bersama team-team support atau engineer di Excellent. Mereka adalah team yg dilead oleh Ahmad Imanudin, salah satu senior di Excellent. Team support adalah team yang menangani implementasi sistem, maintenance dan support sistem. Mereka adalah team IT di perusahaan IT 🤭😁

Saya dan Ackoy berkumpul bersama dengan mereka, makan siang dan ngobrol santuy di pujasera (food court) Summarecon Mall Bekasi lantai 4. Pujasera dipilih karena pilihan makanannya beragam dan team bisa memilih makanan yang disukai. Selain itu, dengan asumsi kumpul sampai sore, saya bisa langsung “nyeberang” menjemput Vivian di sekolahnya di SMPIA 31 Al Azhar Summarecon.

Saya sampaikan bahwa fokus utama pertemuan itu bukan pekerjaan. Itu adalah bagian dari kembali ke spirit awal saat Excellent pertama dibangun. Saat kami lebih leluasa jalan kesana kemari tanpa harus mempertimbangkan banyak hal.

Di Excellent kita masih bisa memilih untuk sesekali bekerja diluar kantor atau sesekali santai diluaran. Ini bukan hal istimewa bagi sebagian rekan yang baca tulisan ini tapi hal itu istimewa buat saya yang dulu bekerja sebagai operator produksi di pabrik.

Di pabrik, kecil kemungkinan kita kelayapan diluaran dan santai-santai kecuali jabatan kita cukup tinggi atau memang pekerjaannya harus kelayapan keluar.

Dengan sesekali bersantai diluar atau bekerja diluar pakem yang baku, sedikit banyak kita jadi healing 🤭😁. Kita jadi punya kesempatan me time. Jadi tahu, oh kalau Pujasera atau food court mall itu nggak rame-rame amat di hari biasa. Oh, kalau kita belanja si hari biasa, rasanya lebih santai dan kalem.

Saya berharap team tidak kehilangan perasaan itu. Perasaan bahwa pekerjaan masih bisa menunggu. Perasaan bahwa kita bisa dan berhak mengatur ritme pekerjaan kita. Perasaan bahwa, “hidup kita milik kita, susah maupun senang kita juga yang menjalaninya…”


Also published on Medium.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − one =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.