Mengajar Dosen Sendiri

Apa jadinya jika kita menjadi instruktur training dan pesertanya adalah dosen kita sendiri?

Itulah yang ada di pikiran Ahmad Imanudin saat diminta mengajar salah satu materi kompetensi Excellent, Mail Server Berbasis Zimbra Collaboration Suite.

Dari sisi jam terbang, pengalaman Ahmad tidak perlu diragukan. Sebagian besar implementasi klien-klien Excellent kelas enterprise skala besar dan memiliki pressure tinggi ditangani oleh Ahmad. Bergabung dengan Excellent sejak tahun 2011 awal, Ahmad adalah didikan staff nomor 001 Excellent, mas Budi Sumawijaya. Sampai dengan tahun 2013-2014 saya masih sesekali menangani implementasi namun setelah periode itu, sebagian besar implementasi ditangani oleh Ahmad dan teamnya.

Meski dengan jam terbang, pengalaman dan pengetahuan yang memadai, tak urung Ahmad sempat kepikiran kalau harus mengajar sang dosen yang mengajarnya di STMIK Bani Saleh Bekasi, kampus almamater saya sekaligus tempatnya kuliah saat ini. Ia khawatir dan sungkan mengajar pak dosen, karena biar bagaimana mereka adalah dosen yang biasa mengajar Ahmad di kampus. Khawatir nanti seperti mengajari ikan berenang 😛

Meski demikian, atas dorongan rekan-rekan sekaligus dari pihak akademik dan dosen, akhirnya Ahmad mau mengambil tugas ini. Kebetulan pada sesi sebelumnya, teamnya sendiri Muhammad Dhenandi sudah lebih dulu mengajar materi Next Generation Firewall Berbasis Untangle.

Saya kagum pada dosen-dosen Ahmad ini, yang sebagian sudah memiliki gelar S2 (jika dibandingkan dengan saya yang masih belum lulus S1 😀 ) namun tetap rajin menimba ilmu dan tidak masalah belajar dari yang usianya muda. Meski dari mahasiswanya sendiri. Mereka adalah generasi dosen-dosen yang berusaha memajukan dan meningkatkan skill tanpa harus merasa rendah belajar dari yang usianya lebih muda atau statusnya anak didik sendiri. Appreciate.

Kalau dulu saya suka briefing ke team, “Jangan terlalu percaya diri jika kita menguasai suatu ilmu atau materi apalagi sampai menganggap orang lain lebih rendah, karena bisa jadi pengetahuan itu kita kuasai karena kita lahir lebih dulu”, sekarang memang terbukti banyak anak usia muda yang memiliki kapabilitas mumpuni.

Oky Tria Saputra dan Untung Wahyudi misalnya, saya kenal kiprahnya dan beberapa kali saya sampaikan dalam briefing team Excellent sebagai sosok yang bisa menjadi role model bagi anak-anak muda seusianya.

Semoga training yang diselenggarakan ini bisa membawa kebaikan bagi kedua belah pihak, baik bagi mahasiswa yang menjadi instruktur maupun pak dosen yang sedang belajar jadi siswa training dan baik bagi STMIK Bani Saleh sebagai institusi maupun Excellent sebagai bagian dari alumninya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − 1 =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.