Mencicil Penyelesaian Tugas atau Pekerjaan

Pekan-pekan ini adalah pekan mid semester di kegiatan kuliah yang saya jalani. Karena dosen-dosennya baik hati, sebagian mid semester mata kuliah dilakukan di pekan lalu. Sebagian di pekan ini dan ada satu yang dilakukan pekan depan.

Ada salah satu tugas mid semester yang soalnya cukup banyak, yaitu mata kuliah IT Forensic. Soalnya ada soal analisa dan ada soal praktek. Butuh waktu sampai sehari semalam untuk menyelesaikannya.

Bu Dosen IT Forensic juga baik hati. Meski soalnya banyak dan jawabannya otomatis banyak juga, tugas mid semesternya di open sejak hari Minggu siang dan batas akhir submit tugas di Rabu tengah malam. Yang jadi masalah, kebiasaan buruk kembali terulang, yaitu menunggu hingga Selasa malam baru mulai mengerjakan…

Hari Senin malam saya ada mata kuliah Information Retrieval dan Selasa Malam ada mata kuliah Ubiquitous Computing. Mata kuliah Ubiquitous Computing harus presentasi mengenai update paper yang dibuat, jadi otomatis konsentrasi saya terpecah. Apalagi seharusnya jadwal saya di Excellent untuk Selasa adalah kunjungan ke kantor klien, sebuah bank swasta besar di Indonesia. Hari Rabu-nya adalah kunjungan Berita Acara Serah Terima (BAST) pekerjaan di salah satu instansi pemerintah di bidang hukum dan keamanan.

Akhirnya kedua kunjungan itu dengan terpaksa saya delegasikan pada team karena saya khawatir tidak dapat menuntaskan tugas mid semester dan tugas masing-masing mata kuliah.

Kalau saya ingat lagi tugas mid semester, seharusnya saya tidak terlalu terdesak jika seandainya saya sudah mulai mencicil tugas tersebut saat pertama kali tugasnya dibuka. Hanya saja, saya terlalu lelah setelah seharian main ke kebun anggur Zeze Zahra, sehingga Minggu sore dan Malam terlewatkan, sementara hari Senin sudah disibukkan dengan pekerjaan di Excellent dan Aktiva.

Kedepannya, ada 2 hal yang harus saya ingat agar tidak terlalu mepet mengerjakan tugasnya. Yang pertama, tidak menundanya dan yang kedua, mencicil penyelesaian tugas tersebut.

Misalnya ada 25 soal untuk tugas mid semester. Bisa saja saya mengerjakan 5 soal dulu di hari Senin, kemudian 10 soal di hari Selasa dan 10 soal di hari Rabu, jadi tidak semuanya menumpuk jadi satu di hari Rabu.

Saya harusnya ingat pengalaman saya saat menghapal sesuatu. Menghapal satu surat sekaligus tentu berat, tapi menghapalnya ayat per ayat, rutin setiap hari ternyata malah bisa menyelesaikan hapalan satu surat yang terdiri dari puluhan ayat. Saya harusnya bisa belajar dari pola itu, hanya saja saya lupa dan tidak menyadarinya, hehehe…

Saya ingat, saya juga pernah mencicil penyelesaian tugas Research Methodology dan Business Intelligence saat menunggu waktu menjemput Vivian di sekolah. Kadang saya mengerjakannya di Ipad atau HP atau kadang di laptop dan adakalanya saya remote ke komputer yang ada di rumah, terutama jika butuh proses programming atau kalkukasi yang lebih paten jika dilakukan menggunakan komputer di rumah. Yang penting, tugasnya bisa selesai tanpa harus menunggu saya duduk manis di depan komputer di rumah, karena nanti waktunya jadi nggak efektif.

Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dan pengalaman ini juga bisa menjadi pembelajaran buat yang membaca ☺️🤭


Also published on Medium.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + ten =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.