Memperbaiki Blog Pribadi, Hirup Aing Kumaha Aing…

30 Hari Tantangan Ramadhan Hari Keempat, 30 Days Ramadhan Challenge Day #4

Saya memiliki blog dengan alamat istimewa, https://www.vavai.com. Itu sebabnya saya juga punya email dengan alamat khas, vavai@vavai.com.

Saya bahkan punya alamat email yang istimewa. Kalau orang lain punya alamat email di Gmail dengan alamat Nama@gmail.com, nah saya malah punya alamat email gmail@vavai.com, jadi gmail yang berlangganan ke saya, sampai-sampai ada rekanan yang menganggap saya salah menulis alamat email, hehehe…

Blog tersebut saya tulis sudah lama. Sejak 2004. Jadi sudah 20 tahun usianya. Mulai ditulis dari blog intranet, kemudian membuat website kecil-kecilan menggunakan aplikasi Microsoft FrontPage, kemudian menggunakan aplikasi Dreamweaver. Kemudian berganti menggunakan CMS (Content Management System) Xoops. Pindah menjadi Joomla, lama menggunakan Serendipity hingga akhirnya menggunakan CMS WordPress.

Belakangan blog ini bolak-balik terkena malware. Kemungkinan terinfeksi dari plugins yang tidak update, akhirnya malware-nya bandel dan menyebar, sehingga susah sekali diberantas sampai tuntas. Akibatnya, membuka salah satu link di blog Vavai malah jadi lari ke website “ora geunah”.

Malam ini saya ada kuliah “Digital Transformation & Data Science” dengan dosen pada pertengahan semester kedua ini adalah pak Budi Rahardjo Budi Rahardjo . Saya mengenal beliau sejak lama, saat masih sama-sama aktif menulis blog yang diaggregat di Planet Terasi. Nah pak Budi menyampaikan soal link blognya dan saya check ternyata beliau masih aktif menulis di blog pribadi, sedangkan saya malah lebih banyak menulis di FB ini atau di Medium.

Selesai kuliah, saya memutuskan untuk mengecek blog personal, melakukan scanning, meremove file yang dicurigai, membuat pengamanan tambahan hingga mengganti themes. Dalam rangka tantangan 30 hari Ramadhan, saya jadi punya kegiatan untuk menuliskan tulisan di FB ini ke blog saya.

Dulu saya sempat berpikir bahwa, “Ah, trend blog sudah tidak seperti dulu. Orang lebih banyak mengakses sosial media…”.

Saya lupa, bahwa saya menulis bukan karena ingin dibaca orang lain. Niatan saya menulis adalah menyampaikan pemikiran, pengalaman atau pendapat. Soal orang lain membaca atau tidak, suka atau tidak, yaitu terserah masing-masing. Sepanjang apa yang saya tuliskan diniatkan untuk sesuatu yang baik, ya saya nggak perlu khawatir misalnya nggak dibaca oleh orang lain, hehehe…

Pak Budi sempat bilang salah satu ucapan dalam bahasa Sunda, yang mungkin terdengar kasar (karena yang digunakan adalah bahasa pergaulan): “Hirup Aing Kumaha Aing…”.

Hahaha, hidup saya bagaimana saya. Hidup kita milik kita.

Tentu maksudnya bukan masa bodo begitu saja, melainkan bahwa kita bebas berkreasi, memiliki ide atau menerapkan sesuatu sepanjang hal itu memang baik untuk kita lakukan.

Terima kasih untuk sesi kuliah pertama malam ini pak, kawan kuliah dari China sampai minta recording ke saya karena “…the most interesting class…”

Waktunya menulis secara rutin dan publish di blog Vavai 😆

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.