Memilih Saham Dividen untuk Keperluan FIRE

Salah satu sumber penghasilan yang bisa diharapkan saat kita menempuh jalur FIRE (Financial Independence Retirement Early) adalah dengan menabung saham. Saham yang dipilih merupakan saham pilihan dengan dua potensi pendapatan, yaitu :

  1. Dividen Saham. Keuntungan tahunan dari hasil usaha perusahaan yang sahamnya kita miliki
  2. Capital Gain. Keuntungan dari penjualan saham dibandingkan dengan harga pembelian

Karena FIRE sifatnya untuk jangka panjang atau long term, berarti fokus kita sebaiknya pada saham-saham yang memberikan dividen rutin, nilainya cukup besar dan sahamnya likuid (mudah dijual). Seandainyapun hendak dijual, itu jika capital gain yang didapat sayang untuk dilewatkan, misalnya ada potensi capital gain 50% atau lebih.

Memilih saham dividen berarti kita harus tahu dividen yieldnya. Dividen yield adalah persentase nilai dividen dibagi dengan harga saham. Misalnya harga saham sebesar Rp. 1000/lembar, memberikan dividen Rp. 50, berarti dividen yieldnya adalah 5%, hasil dari persentase 50/1000.

Nilai dividen yield masing-masing saham berbeda-beda. Mulai dari nol koma sampai dengan belasan atau puluhan persen. Rata-rata biasanya satu koma sampai dengan 5%, namun ada beberapa saham yang memberikan dividen yield diatas itu.

Bagi beberapa investor kawakan, pemberian dividen yield terlalu besar malah dianggap kurang menarik, karena berarti sebagian besar keuntungan perusahaan diberikan sebagai dividen, tidak dipupuk sebagai penambahan modal usaha. Bagi saya sendiri, kita bisa menilai history perusahaan dalam pemberian dividen, apakah satu waktu melonjak tinggi dan waktu lainnya drop secara drastis atau stabil setiap tahun dalam rentang yield yang wajar.

Bursa Efek Indonesia sendiri menerbitkan daftar 20 saham dengan dividen yield tertinggi yang diupdate setiap 6 bulan sekali dengan nama IDX High Dividend 20. Berikut adalah daftarnya untuk periode Agustus 2018 s/d Januari 2019 :

Sumber gambar : http://doktersaham.com/saham/indeks-saham/idxhidiv20

Sekarang, bagaimana caranya kita memilih saham pilihan yang hendak dijadikan sebagai saham tabungan untuk FIRE? Saya sendiri melakukan kombinasi beberapa informasi, antara lain dari list diatas, kemudian mengecek data pembanding dari halaman Dividend Calendar website Investing.com.

Dividend Calendar Investing.com

Pada halaman Dividend Calendar tersebut, saya bisa mengecek dividend seluruh saham di Indonesia (atau luar negeri jika punya sahamnya), kemudian mengambil rentang waktu satu tahun terakhir. Dari situ bisa didapatkan list saham, tanggal perhitungan dan pemberian dividen dan besaran nilai dividen yieldnya.

Terakhir, saya membandingkannya dengan pengecekan update dari halaman Google, misalnya untuk mengecek dividend yield saham Adaro (ADRO), saya bisa mengetik keyword ADRO:IDX dan mendapatkan hasil sebagai berikut :

Contoh pengecekan harga saham Adaro

Persentase dividen yield ada kemungkinan berbeda karena pengambilan waktu ataupun nilai saham, namun bisa menjadi perkiraan untuk nilai rata-ratanya.

Setelah mendapatkan list saham yang akan dipilih, saya mengurutkannya dalam bentuk pembobotan, misalnya dengan membandingkan rata-rata nilai dividen yield tiap tahun, market cap, perkembangan harga saham, likuiditasnya dan lain-lain. Beberapa pengamat saham merekomendasikan saham Unilever (UNVR) misalnya, mengingat perusahaan ini sudah mature dan trend sahamnya selalu naik, namun saya sendiri tidak memilihnya karena harga sahamnya yang tinggi (modal saya tidak memadai 😀 ) dan dividen yieldnya yang kecil, hehehe…

Ada beberapa saham yang terkenal memberikan dividen yield tinggi, misalnya Samindo Resources (MYOH), Indo Tambang Raya Megah (ITMG), Bukit Asam (PTBA), Baramulti Suksessarana (BSSR) dan lain-lain. Saya sendiri akhirnya memilih saham dividen untuk FIRE dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Dividen yield minimal 2.5% dan terbukti memberikan dividen rutin setiap tahun
  2. Memberikan dividen 2x dalam setahun (dividen interim dan dividen final). Sebagian besar saham perusahaan group Astra biasanya memberikan 2x dividen dalam setahun
  3. Bisnis perusahaan saham yang bersangkutan merupakan bisnis yang berkembang, bukan bisnis yang hidup untuk saat ini atau beberapa waktu kedepan saja. Kita bisa mempelajarinya dengan cara membaca rencana usaha kedepan maupun perkembangan cakupan bisnis perusahaan
  4. Saham cukup likuid diperdagangkan, bisa dicheck setiap hari ada transaksi yang cukup tinggi
  5. Kombinasi dari beberapa sektor. Rata-rata saham dengan dividen yield tinggi adalah dari perusahaan tambang (MYOH, ADRO, ITMG, PTBA), namun jika dipilih semua dari kategori yang sama bisa beresiko jika sektor tersebut mengalami penurunan kinerja. Jadi saya melakukan kombinasi antara sektor tambang, farmasi, finance dan lain-lain

Setelah menentukan saham yang dipilih, saya membuat jadwal menabung saham, dengan menentukan tanggal pembelian saham secara periodik. Saya juga memisahkan account untuk trading saham dengan account untuk tabungan saham, karena account tabungan saham ini tidak perlu saya pantau setiap hari. Jika ada pemasukan dari dividen saham seperti misalnya dividen saham ADRO per tanggal 15 Januari 2019, nilainya saya investasikan kembali sehingga saya sekaligus menerapkan mekanisme compound interest.

List saham yang saya pilih untuk keperluan tabungan saham FIRE ini biasanya saya review dalam rentang waktu 6 bulan atau setahun sekali, kecuali ada perkembangan tertentu yang memerlukan penyesuaian secara mendadak. Meski tidak menjamin pilihan yang selalu terbaik (siapa juga yang bisa menjamin 😀 ), minimal sudah berusaha memilih yang paling baik berdasarkan berbagai pertimbangan.

Dengan adanya komposisi investasi saham dividen, saya bisa memperkirakan alokasi besaran investasi dan target yang akan capai setelah sekian tahun. Target utama saya adalah bisa mencapai level FIRE sebelum usia saya mencapai usia 50 tahun.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.