Membuat Kolam Tanah untuk Ikan Konsumsi

Beberapa hari yang lalu ada tambahan sepetak tanah didekat markas Taman Bacaan Excellent (Excellent Farm). Kontur tanahnya seperti tanah rawa, berupa kolam kecil bekas kolam ikan lele dan pohon pisang dan pohon nangka di sekitarnya.

Saya sudah belajar banyak dari kesalahan waktu-waktu sebelumnya. Karena exciting ingin membuat kolam ikan, saya mengisi kolam dibawah saung dengan ratusan ekor ikan gurame. Sebagian ada yang benih kecil dan sebagian lagi bibit gurame yang agak besar. Dalam beberapa hari, sebagian besar ikan mati karena kolamnya tidak disiapkan dengan baik dan airnya tidak cocok.

Gagal dengan ikan gurame, saya menggantinya dengan ikan lele. kali ini berhasil karena lele lebih tahan banting, namun airnya cepat kotor dan harus rutin memberi pakan. Kurang pas dilihat untuk kolam dibawah saung yang niatnya untuk hiasan. Akhirnya kolam ikan dibawah saung diisi dengan ikan patin dan gurame lagi dalam jumlah yang lebih sedikit. Berjalan cukup baik namun lebih untuk hobi, bukan untuk usaha komersil.

Untuk usaha komersil, saya membuat kolam tanah. Letaknya didekat kebun rambutan. Butuh biaya beberapa juta untuk menggali tanah dan menyiapkan kolam. berhari-hari diisi air, tak lama kemudian surut kembali. Setelah beberapa lama, tingkat surutnya berkurang namun tetap tidak stabil. Akhirnya kolam itu dilapisi terpal agar air tidak surut, namun jadi menghilangkan tujuan utama pembuatan kolam tanah, yaitu agar ada pakan alami dari dasar dan dinding kolam.

Kesalahan saya sederhana, yaitu saya tidak memperhatikan kontur. Tanah kebun saya jadikan kolam ikan, tentu saja airnya mudah surut karena memang posisinya lebih tinggi dari kali dan tanahnya berupa tanah kering yang menghisap air. Disisi lain, ada tanah didekat kali yang lebih rendah, malah saya uruk agar tingginya sama dengan tinggi kebun. Salah penerapan.

Belajar dari hal diatas, saya mencoba mencari lahan yang basah, yang tanahnya memang becek atau lembab tanda bahwa tanah tersebut sudah jenuh air. Daripada diuruk, lebih baik tanahnya saya gali dan jadikan kolam ikan, karena tanah tersebut bisa menyimpan dan menahan air. Sambil menunggu lahannya ada, saya membuat kolam terpal bulat dengan diameter 2 meter sebanyak 3 buah. 1 kolam diisi dengan ikan gurame+nila. Kolam kedua diisi dengan ikan patin dan kolam terakhir diisi dengan ikan bawal. Perlu penyesuaian dan pembelajaran sampai kolam-kolam tersebut bisa memungkinkan untuk menghasilkan ikan konsumsi.

Saat ada tambahan lahan yang memang sebelumnya pernah digunakan untuk kolam ikan lele, saya langsung info ke Qchen adik saya yang menangani Excellent Farm, agar merapikan kolam tersebut sekaligus melebarkannya. Tantangan terbesar tanah tersebut adalah banjir. Jika air dari kali disampingnya meluap, kolamnya banjir dan ikannya kabur melarikan diri. Saya minta Qchen untuk merapikan, memperdalam, melebarkan sisi kanan kiri sekaligus meninggikan tanggul kolam.

Karena kali ini diniatkan untuk kolam ikan konsumsi, saya meminta kolamnya benar-benar disiapkan. Saya belum tahu rencananya akan menempatkan ikan apa di kolam tersebut. namun rencananya saya ingin memelihara gurame dan nila. Lahannya memang relatif kecil, namun kalau untuk beberapa puluh ekor ikan gurame mestinya masih memungkinkan, apalagi jika pemberian pakannya dilakukan semi intensif.

Tujuan utama pembuatan kolam itu sebenarnya memanfaatkan lahan yang ada, daripada dibiarkan tergenang tanpa ada ikan malah menjadi sarang nyamuk. Kalaupun belum sampai pada tahap menguntungkan secara ekonomis, minimal saat Zeze Vavai dan Vivian kesana bisa mancing dengan leluasa.

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.