Memanfaatkan Setiap Area Lahan
default
30 Hari Tantangan Ramadhan Hari Kelima, 30 Days Ramadhan Challenge Day #5
Beberapa tahun yang lalu, saya main games Hayday. Hayday ini seperti farmville, games yang menyediakan pertanian dan peternakan virtual untuk dikembangkan. Ceritanya saya tuliskan disini:
Dalam games Hayday itu, saya menanami setiap jengkal tanah dengan tanaman yang memiliki nilai jual dan ternyata hal itu terjadi juga di dunia nyata yang saya alami.
Saya melihat bahwa di tepi kolam ikan rumah kabin Zeze Zahra yang baru (yang berada di tepian sawah), itu ada area kosong pembatas antara kolam ikan dengan sawah. Area itu bagus karena mendapat sinar matahari langsung. Sinar matahari menjadi salah satu pendukung keberhasilan panen. Agar tidak terbengkalai, saya berniat menanaminya dengan tanaman genjer.
Meski terlihat sepele, genjer itu memiliki nilai jual. Banyak yang menyukai olahan genjer, terutama bagian bunganya.
Saya tidak jadi menanam genjer karena bang Matan-yang biasa mengurusi sawah di Zeze Zahra bersama pak Amoy-menginformasikan pada saya bahwa tanaman genjer jika sudah tumbuh subur dan berkembang pesat bisa menjadi sarang tikus dan ini berbahaya dengan sawah yang ada didekatnya.










Akhirnya saya memutuskan untuk menanaminya dengan kangkung dan bayam. Hanya saja tanahnya ini basah, liat dan becek, sehingga kurang cocok ditanami kangkung dan bayam. Saya menyiasatinya dengan menanam kangkung dan bayam itu menggunakan polibag. Polibagnya diatur mengelilingi kolam ikan sehingga tampilannya seperti hiasan jika saya mengambil foto rumah kabin dari udara
Setelah sekitar 1 bulan, saya bisa mulai memanen kangkung dan bayam. Meski secara harga relatif murah namun waktu panennya singkat. Saya bisa mendapat sayur segar, bebas pestisida, organik dan menyehatkan karena kesemuanya dilakukan sendiri.
Setelah ini berhasil, saya berpikir untuk menanam berbagai macam sayuran dengan prinsip dan mekanisme yang sama.
