Mekanisme Tanggung Jawab Seorang Blogger

Jika cara diatas ditempuh, ada peluang untuk menyelesaikan komplain sebelum sampai ke pengadilan atau ke proses penyelesaian yang lebih sulit. Meski blog merupakan representasi pendapat pribadi dan dianggap sebagai ruang privat, harap diingat bahwa disaat yang sama kita tinggal dalam lingkungan sosial. Disaat kita bicara soal hak, disaat yang sama pula kita perlu mempertimbangkan kewajiban dan etika sosial yang menyertainya.

Bagi para blogger, ada salah satu tulisan dari Alexandra Samuel, salah seorang penulis Harvard Business Review yang cukup mencerahkan dan bisa menjadi salah satu rujukan kita sebagai blogger dalam menyikapi diskusi di blog :

This thread has certainly brought a lot of free speech advocates out of the woodwork. I’ve had lots of comments on this post, as well as on my subsequent entry, some of which you can read below. But it is interesting to note that many of these would-be free speech defenders have submitted their comments anonymously — which is not exactly in keeping with a committment to free and open debate. The difference between diatribe and dialogue is that in a dialogue, people both talk and listen; if you’re not available to receive responses to your comments, you’re not listening, and you’re certainly not engaging in dialogue or debate.

For that reason, I will only approve comments that have a verifiable e-mail address, and not one created for the sole purpose of commenting on this blog. That doesn’t mean you have to use your real name to post — one of the great things about the Internet is that people can build meaningful reputations and accountability using traceable or untraceable handles. (Another theme of my dissertation, by the way, for those of you who are actually interested in whether my own research meets the standards I am advocating.)

But I do expect people to take on some form of accountability for their comments. After all, I have put my name on my posts — why should my fellow defenders of free speech be shy about standing behind theirs? Selengkapnya…

Semoga bermanfaat. Jika ada opini atau pendapat lain silakan menyampaikannya melalui form komentar.

You may also like

9 Comments

  1. Memang sudah ada kasus untuk yang nomer 3 ya Mas? [Blogger]

    Tertarik juga jika ada pro kontra mengenai hal ini. Supaya kalo ada kasus blogger -yang-dengan-sengaja-atau-tidak- menyinggung blogger lainnya, bisa memposisikan diri.

  2. sebenarnya tergantung apa yg ditulis di dalam blog harus bersifat netral dan tidak menjelekkan orang lain maka hal ini sudah cukup kok. 🙂

  3. Mas,, tampilan blognya bagus sekali perlu di contoh neh,,
    tapi saya lagi belajar buat layout yang bagus di Blog, hehehe
    seperti di http://Plat-M.com, masih undercontructions, boleh di share gak cara bikin tema yang seperti ini (yang ada newflash-nya), saya udah ngoprek berkali2 tapi belum bisa-bisa,, (biasa masih newbie),
    untuk vavai.com ini tampilannya mirip dengan Bloggerbekasi.com
    Keren mas…

  4. @Wahyu Alam,
    Tampilan bloggerbekasi.com dan vavai.com memang sangat mirip karena keduanya saya yang mengelola 😛 bersama dengan mas Irfan sebagai Admin.

    BTW, themes ini komersil boss, jadi wajar saja kalau kelihatan cakeup, saya nggak terlalu banyak modifikasi kok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.