Konfigurasi Hardware RAID pada Server IBM x3650 M3 Menggunakan LSI MegaRAID WebBIOS

Hari Sabtu akhir pekan kemarin, saya bersama team Excellent berkunjung ke salah satu instansi pemerintah di daerah Jakarta Selatan untuk keperluan implementasi sistem. Berangkat dari Bekasi sekitar pukul 08.00 WIB, kami sampai di lokasi 1 jam kemudian.

Setelah say hello dengan IT admin yang menangani sistem jaringan dan data di kementerian tersebut, saya mulai melakukan setup sistem. Server yang digunakan adalah server IBM X Series x3650 M3 dengan memory sebesar 16 GB dan harddisk 8X300 GB. Ada 2 buah server dengan spesifikasi sama persis karena keduanya akan dijadikan mesin fail over. Nantinya server ini akan menangani email dengan jumlah account sebanyak lk 5000 user.

Konfigurasi RAID pada server ini menggunakan LSI MegaRAID sehingga saya masuk ke BIOS dan mengubah bios booting dari pilihan quite=enable menjadi quite=disable. Pilihan ini saya aktifkan agar pesan yang muncul selama booting bisa tampil secara penuh.

Berbeda dengan konfigurasi server IBM versi M2 atau versi lain yang bisa dikonfigurasi melalui BIOS atau dengan menekan tombol CTRL+I, server ini menggunakan LSI MegaRAID WebBIOS Confguration Utility karena harddisknya menggunakan LSI RAID controller.

Akses ke MegaRAID WebBIOS Confguration Utility dilakukan dengan menekan tombol CTRL+H yang muncul saat proses booting. Contoh tampilannya seperti berikut ini :

Yang membingungkan, saya sempat beberapa kali gagal melakukan konfigurasi RAID karena harddisknya tidak ditemukan, meski secara fisik maupun saat scan harddisknya terdeteksi dengan baik. Setelah lihat-lihat spesifikasi yang tampil diawal setting, ternyata harddisknya dikenali sebagai JBOD (Just a Bunch of Disk) yang secara default diset jika harddisk belum diset sebagai RAID. Saya harus memformat atau mengubahnya menjadi “Unconfigured Good” supaya bisa dijadikan sebagai sederetan harddisk dalam format ARRAY RAID.

Setelah diset sebagai “unconfigured  good”, saya bisa menggunakan menu Configuration Wizard dan memilih opsi manual untuk melakukan setting RAID-1. Hal ini dilakukan karena jika menggunakan modus setup otomatis plus redundancy, masing-masing harddisk akan dijadikan RAID 1 sehingga dari total 8 harddisk akan terbentuk 4 virtual disk padahal yang diinginkan adalah dari 8 harddisk, 4 harddisk digabungkan menjadi 1 virtual disk RAID-1.

Saya sengaja tidak memilih opsi RAID-5 mengingat kurang cocok digunakan jika trafik mail server tinggi dan juga tipe ini tidak direkomendasikan untuk Zimbra. Pada RAID-5, proses read data memang tidak berubah kecepatannya namun akan terasa delay jika ada proses write karena proses write pada RAID 5 akan mengecek parity check terlebih dahulu  untuk memastikan integritas data.

Setelah RAID hardware di setup, proses instalasi bisa dilanjutkan dengan instalasi SUSE Linux Enterprise Server 11 SP1 dan dilanjutkan dengan konfigurasi sistem mail server. Berbeda dengan pengalaman seorang rekan yang harus melakukan update dan kompilasi kernel menggunakan Ubuntu 10.04 pada mesin yang sama, saya tidak perlu melakukannya karena SLES 11 SP1 64 bit berjalan dengan mulus dan mendeteksi hardware dengan baik. Mungkin hal ini karena SUSE Linux Enterprise Server merupakan sistem operasi yang disertifikasi untuk server-server sejenis seperti halnya Red Hat Enterprise Linux.

Proses konfigurasi dan setup termasuk testing pengiriman dan penerimaan email serta improvement anti spam dan anti virus tuntas dilakukan pada pukul 14.00 WIB dan menjelang pukul 15.00 WIB saya bersama team dapat meluncur kembali ke Bekasi.

You may also like

59 Comments

  1. @Masim ,

    0 virtual device, tidak terdektesi. saat saya masuk ctrl+R (bios configuration utility) terus ke VD Management hardisknya tidak terbaca, no cofiguration present. kalo saya clear config esxi dan isi” nya bakal ke format ya ?

    maaf saya newbie.

    terimakasih.

  2. @Arif,

    Itu masalahnya, karena tidak terdeteksi virtual disk-nya. Apakah ada data penting didalamnya? Kalau tidak ada, clear config dan direkonfigurasi kemudian install ulang ESXi-nya tidak apa-apa.

    Kalau ada data VM-nya atau data lain yang penting, jangan diclear config nanti hilang datanya

  3. @Pak Masdi

    di VM-nya sudah ada data penting, agar virtual disknya kebaca dan VM-nya jalan lagi gimana ya ?

    mohon bantuanya, terimakasih.

  4. @Arif,

    Kok Masdi? Saya belum ganti nama pak 😛

    Disk tersebut bisa tidak dipasang di server lain yang sudah ada vSphere-nya (jadi secondary disk), kalau bisa, nanti bisa dibaca via ESXi lain.

  5. @Pak Masim,

    iya maaf typo pak hehe

    di server lain sudah ada exsi nya pak.

    ini agar kebaca lagi di server awal ada caranya tidak pak ?

    ada nomor yg bisa saya hubungi lewat WA tidak pak ? kalo ada kirim ke email saya arifbillahalamin@gmail.com

    mohon bantunya, terimakasih.

  6. Saya menghilangkan RAID server IBM X3300 M5 karena hanya pakai satu harddisk , pada saat ini sy ingin instal Windows Server 2008 R2 tapi tapi terbaca alamat tempat pengintalannya , tapi kalau wins server 2012 R2 bisa
    Pertanyaannya : apakah bisa dan bagaimana caranya

  7. Sy newbie di komputer server. Sy mencoba replace failure disk dengan mematikan servernya. Sy menggunakan RAID 10 di system x3650 m4 (serveRAID M5110e).

    1. Apakah server ini support hot-swap?
    2. Apakah normal jika monitor screen freeze ketika rebuild process?

    3. Berpaa lama waktu yg dibutuhkan dalam proses ini?

    4. Apakah akan baik² saja jika proses rebuid di megaRAID BIOS di-terminate dengan cara mematikan server secara paksa?

  8. @Ocul,

    Yang diinstall OS apa? Biasanya kalau instalasi lama, ada masalah disisi RAID-nya. Bisa coba test jalankan OS live USB/Live CD, jadi bisa dianalisa lambatnya disisi apa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.