Kolam Mina Padi/Mina Genjer

Saat pertama menyiapkan rumah kabin Zeze Zahra, saya sengaja memilih lokasi dengan lahan darat (kering) di depan dan lahan sawah untuk pemandangan sekaligus memelihara ikan.

Dari dua petak sawah, saya menggunakan 1 petak untuk saya ubah peruntukannya. 1 petak lagi saya biarkan untuk sawah full.

Dari 1 petak yang diubah, seperempat bagian saya gunakan untuk kolam ikan dan area berkebun dan seperempat lagi untuk menanam genjer. Sisanya saya gunakan sebagai sawah untuk ditanami padi.

Untuk kolam ikan didepan rumah kabin, saya menggali sawah sedalam 1 meter, selebar 8 meter dan sepanjang 11 meter dan kemudian mengairinya dari air kali di pintu masuk rumah kabin. Setelah itu menebar benih ikan gurame dan ikan mujair/nila.

Saya membaca beberapa literatur mengenai skema mina padi, yaitu memelihara ikan sambil menanam padi. Jadi ikan dipelihara berbarengan dengan padi, biasanya disisi pinggir sawah diperdalam agar bisa dijadikan sebagai tempat ikan beredar.

Paling tipsnya adalah jika hendak memberikan pestisida untuk padi, bisa berpengaruh terhadap ikan. Tipsnya biasanya airnya dikeringkan, sehingga ikan berkumpul di pinggir, baru kemudian padi disemprot pestisida, ditunggu beberapa hari baru kemudian airnya ditambah.

Bisa juga padi menggunakan sistem organik, hama padi biar dimakan ikan, termasuk gulmanya. Kotoran ikan menjadi pupuk bagi padi. Hanya saja saya belum pernah mengujicobanya.

Dengan mengacu pada literatur tersebut, sekaligus terinspirasi inisiatif teman-teman pemuda di Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta yang membangun Bendhung lepen, akhirnya saya mencoba membuat skema mina padi ini menggunakan lahan yang sebelumnya ditanami genjer.

Bendhung lepen adalah saluran air yang dibersihkan para pemuda, kemudian dibuatkan jaring pencegah sampah, setelah itu saluran airnya dijadikan tempat untuk memelihara ikan. Sekarang sudah berkembang menjadi wisata murah meriah sekaligus sebagai tempat edukasi manfaat menjaga kebersihan saluran air.

Saya meminta bantuan warga sekitar untuk menggali lumpur ditepian lahan genjer. Dalamnya sekitar 1 meter. Sebenarnya saya bisa menggunakan excavator, tapi mempekerjakan warga sekitar yang memang berprofesi sebagai tenaga gali bagi saya lebih bermanfaat buat mereka, hitung-hitung memberikan pekerjaan, meski memang jadi lebih lama persiapannya.

Kolam mina padi ini lebih luas, meski hanya disisi pinggir saja. Karena lebarnya sekitar 1 meter dan mengelilingi lahan genjer. Secara perkiraan luasnya bisa mencapai 200 meter persegi.

Setelah digali, saya membiarkannya beberapa lama agar lumpur galian keras dan tidak longsor, sambil menunggu airnya tidak lagi keruh. Saya juga menambahkan air agar cukup dalam sehingga ikan tidak kepanasan saat suasana terik.

Saya memindahkan sebagian ikan nila yang masih kecil dari kolam sebelah. Saya menggunakan Anco, semacam jaring yang bisa ditarik keatas untuk mendapatkan anak-anak ikan mujair. Saya juga menambahkan ikan lainnya ke kolam tersebut.

Saat ini kolamnya sudah berisi cukup banyak ikan dan menjadi salah satu upaya saya melakukan ujicoba pembesaran ikan di lahan sawah.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 4 =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.