Kolam Ikan Gurame, Nila dan Patin

Beberapa waktu yang lalu saya membuat kolam tanah untuk ikan konsumsi, melengkapi kolam terpal dan kolam tembok yang sudah ada. Ukuranya tidak terlalu besar, namun lumayan sebagai variasi terhadap kolam yang ada.

Setelah mempertimbangkan beberapa pilihan, akhirnya saya memasukkan gurame sebanyak 55 ekor, ikan Nila sekitar 20 ekor dan ikan Patin sekitar 100 ekor. Ikan Gurame dan ikan Nila digabung dalam kolam yang sama, ikan patin ditaruh di kolam terpisah.

Agar sekitar kolam rimbun, saya meminta Qchen adik saya untuk menanam talas. Tadinya mau menanam Sente, semacam talas besar yang daunnya menjadi pakan tambahan ikan Gurame namun talasnya tidak bisa dimakan dan getahnya bisa bikin gatal-gatal. Agar bisa multi fungsi, akhirnya yang ditanam adalah talas yang memang bisa dimakan seperti jenis talas Bogor.

Alhamdulillah kondisi ikan sehat. Meski kolam tanah, pemberian pakan tetap diberikan secara rutin. Pemberian pakan tambahan dalam bentuk daun talas atau daun lainnya sebagai pakan tambahan saja. Karena terbuat dari kolam tanah, ada harapan pakan tambahan lainnya dari dasar kolam itu sendiri, berupa cacing atau pakan renik lainnya.

Ketika dipindahkan dari kolam terpal bulat disebelahnya, ukuran ikan gurame sudah lebih besar dari telapak tangan. Mungkin ukurannya sekitar 1/5 kg, alias ukuran 5 ekor per kilo. Targetnya adalah minimal berukuran setengah kg, dengan target utama ukuran 1 kg per ekor.

Jika perkembangannya berjalan sesuai dengan harapan, rencananya ikan gurame akan ditambah, dengan mengambil bibit ikan dari kolam terpal bulat. Nantinya kolam tanah digunakan untuk pembesaran sedangkan kolam terpal bulat untuk pembibitan.

Saya sendiri sebenarnya berharap memiliki kolam atau empang yang lebih luas, agar bisa menempatkan ikan gurame lebih banyak. Kebetulan saat dulu masih kecil, di dekat rumah saya ada empang ikan gurame dengan ukuran yang cukup luas (mungkin sekitar 200 meter persegi) dan saat panen ukuran ikannya besar-besar dan seragam. Untuk saat ini saya baru sampai pada tahap memanfaatkan lahan yang ada.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 2 =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.