Investasi Tak Kasat Mata : Bacaan Bermanfaat

Karena hobi saya membaca, salah satu pengeluaran terbesar saya adalah terkait buku, majalah dan bacaan lainnya. Saya menyenangi buku dengan topik beragam, mulai dari topik manajemen, militer, intelijen, bisnis hingga buku-buku cerita. Saat masih kecil saya betah berjam-jam di perpustakaan membaca berbagai macam buku. Keuntungannya adalah, tanpa sadar saya jadi terdorong untuk punya ingatan kuat terkait suatu cerita, mulai dari cerita komik Petruk Gareng Tatang S, cerita majalah Bobo, cerita silat Wiro Sableng, Pendekar Kembar hingga novel seperti Musashi dan Taiko.

Setelah bekerja dan memiliki pendapatan sendiri, saya menyisihkan anggaran untuk membeli buku. Saya mungkin akan memilih untuk mengurangi jatah makan atau jajan daripada mengurangi anggaran pembelian buku. Kadang saya juga main ke beberapa tempat yang menjual buku dan majalah bekas yang masih layak baca.

Perkembangan teknologi membuat saya bisa memilih untuk membeli ebook. Paling banyak saya membacanya melalui Google Play namun ada juga yang saya beli via Kindle atau sebagian menggunakan PDF Reader (untuk ebook yang menyediakan file pdf). Saat ini saya juga berlangganan majalah National Geographic bahasa Indonesia karena menyukai isinya.

Terakhir, saya berlangganan artikel dari Nikkei Asia Review. Disini saya membiasakan diri mengikuti update berita bisnis dan politik di wilayah Asia dan pengaruhnya terhadap dunia. Saat ini mungkin usaha yang saya jalani masih di lingkup terbatas, namun tidak ada salahnya saya menginvestasikan biaya untuk memahami kultur dan perkembangan bisnis diluar wilayah Indonesia.

Salah satu seri artikel favorit saya di Nikkei adalah My Personal History (Watashi no Rirekisho) yang memuat kisah para pebisnis atau tokoh politik terkenal. Yang sudah pernah saya baca adalah tentang Charlos Ghosn boss Nissan Motor, Sakichi Toyoda, Dhanin Chearavanont (pendiri Charoen Phokpand) dan dari Indonesia, Mochtar Riyadi (Lippo Group).

Sebenarnya saya bisa juga membaca artikel-artikel sejenis secara terpisah melalui pencarian Google, namun jika niatnya berinvestasi pengetahuan, biaya yang saya keluarkan akan lebih terasa hasilnya karena saya juga tidak hendak rugi karena tidak membacanya. Karena saya mengeluarkan biaya, saya berusaha semaksimal mungkin meraih benefit, dengan membaca berbagai artikel dan mendapatkan informasi perkembangan bisnis dan usaha.

Dari informasi yang didapatkan, saya bisa mendapatkan insight atau pencerahan, termasuk ide bisnis baru maupun pemahaman terhadap skema investasi lain yang saya lakukan.

Jadi, jangan khawatir berinvestasi tidak kasat mata, jika kita menyadari hal tersebut memang memiliki manfaat dan kebaikan untuk diri kita maupun lingkungan kita.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.