- Masim Vavai Sugianto - https://www.vavai.com -

Instalasi Dasar Ubuntu Server 18.04 64 bit

Proses instalasi Ubuntu server 18.04 64 bit secara prinsip dapat dilakukan dengan mudah dan tidak memerlukan pengetahuan yang rumit. Saat ini sebagian besar penyedia layanan cloud sudah langsung melakukan by pass proses instalasi, sehingga saat melakukan order sebuah layanan cloud berbasis Ubuntu server, kita dapat langsung diberikan akses SSH atau remote server tanpa harus melakukan instalasi secara manual.

Meski demikian, adakalanya kita memerlukan proses instalasi secara manual, terutama jika ingin membuat sebuah master atau template sistem yang nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan. Proses instalasi manual tersebut bisa mengikuti tahapan sebagai berikut :

I. PERSIAPAN

Sebelum memulai proses instalasi, pastikan beberapa hal berikut ini agar semuanya berjalan dengan baik dan lancar.

  1. Media Instalasi, apakah menggunakan USB atau DVD install atau menggunakan file ISO (jika instalasi diatas virtualisasi server seperti VMware atau VirtualBox)
  2. File ISO Ubuntu server 18.04 64 bit yang bisa didownload dari sini : https://ubuntu.com/download/server [1]. Untuk server di Indonesia, dapat menggunakan mirror server lokal seperti :
    – Server kambing.ui.ac.id [2]
    – Server repo.ugm.ac.id [3]
    – Server kebo.pens.ac.id [4]
  3. Prosesor minimal Dual Core 2 GHz
  4. Disk minimal 25 GB (bisa kurang jika sekedar untuk test)
  5. Akses Internet untuk update data saat proses instalasi

II MEDIA INSTALASI

Untuk proses instalasi pada server bare metal (fisik), gunakan installer USB flash disk. Meski bisa melakukan instalasi menggunakan CD/DVD, jauh lebih hemat jika menggunakan USB karena dapat dipergunakan kembali untuk keperluan yang lain.

USB installer bisa dibuat dengan menggunakan aplikasi Rufus [5] atau Unetbootin [6].

Jika menggunakan mekanisme instalasi virtual, sebaiknya gunakan ISO installer karena lebih mudah dilakukan dan lebih cepat proses instalasinya.

III. PROSES INSTALASI

Setelah melakukan booting installer, proses selanjutnya adalah mengikuti panduan instalasi yang diberikan. Berikut adalah detail prosesnya :

Pilih Bahasa
Gunakan bahasa untuk instalasi sesuai keinginan, setelah itu tekan ‘ENTER.’

Layout Keyboard
Selanjutnya, pilih tata letak keyboard yang disukai dan tekan ‘ENTER.’

Ubuntu atau MAAS (Metal As A Service)
Tahap berikutnya adalah pilihan untuk instalasi Ubuntu. Pilih pilihan pertama untuk menginstal Ubuntu secara umum pada PC/Server. Pilihan lain berupa ‘Install MAAS’ biasanya digunakan untuk instalasi basis cloud pada server fisik.

Jika pilihan ini ada, pilih pilihan “Ubuntu” dan tekan ENTER.

Pengaturan Jaringan
Pada tahap ini, prosesnya adalah memilih adaptor jaringan dan menerima penetapan alamat IP otomatis jika sistem dikonfigurasi dalam lingkungan server DHCP. Pilihan lain adalah mengatur alamat IP secara manual. Silakan pilih konfigurasi yang diinginkan sesuai dengan mekanisme setting di lingkungan masing-masing.

Pengaturan Proxy
Tahap selanjutnya akan menanyakan alamat server proxy. Setting ini diperlukan jika koneksi internet membutuhkan akses melalui proxy server. Jika tidak menggunakannya, Tekan ENTER untuk langsung berpindah ke tahap selanjutnya

Mirror Repository
Tahap ini menentukan repository mana yang akan digunakan. Secara default Ubuntu akan memilih repository terdekat sesuai lokasi geografis, namun pilihan tersebut dapat diubah dengan memasukkan alamat repository lokal sesuai keinginan.

Berikut adalah beberapa contoh isian repository untuk mirror server di Indonesia :

Pengaturan Hard Disk
Tahap ini akan memberikan pilihan untuk melakukan konfigurasi hard disk sesuai keinginan. Ada pilihan untuk menggunakan seluruh disk jika tidak ada sistem operasi lain yang diinstal atau dapat memilih konfigurasi secara manual dan membuat beberapa perubahan, terutama jika ada dual/multi boot dengan sistem lain.

Setelah memilih konfigurasi yang diinginkan, lakukan verifikasi apakah semuanya sudah sesuai atau tidak. Jika ada kesalahan atau ada yang memerlukan penyesuaian lebih lanjut, tekan ‘BACK.’

Jika ingin memulai dari awal dengan pengaturan partisi disk, tekan ‘RESET.’

Jika semua sudah sesuai dengan konfigurasi yang diinginkan, tekan tombol “Continue” atau ‘Lanjutkan’ sebagai konfirmasi.

Akses Login
Berikan akses masuk/login pada server. Akses ini nantinya akan digunakan untuk melakukan konfigurasi lebih lanjut.

OpenSSH Server

Karena proses manajemen selanjutnya akan menggunakan akses remote, sebaiknya aktifkan akses OpenSSH Server saat instalasi.

Server snaps
Tahap ini memungkinkan pemilihan daftar services server yang akan digunakan, misalnya jika Ubuntu server yang diinstall akan digunakan untuk aplikasi Kubernetes, Docker, NextCloud dan lain-lain. Karena ini hanya digunakan sebagai basic atau master server, pilihan snaps server diskip dan tidak ada yang dipilih.

Setelah semua proses diatas, instalasi Ubuntu server akan dimulai. Lamanya proses install bervariasi, tergantung pada RAM, CPU, performa storage dan kecepatan internet server yang digunakan.

Reboot & Login ke Server
Setelah proses instalasi selesai, server bisa direboot untuk mulai digunakan untuk keperluan tertentu. Setelah proses boot selesai, lakukan proses login pada terminal server yang tersedia.

Selamat, setelah proses login berhasil berarti sudah berhasil melakukan instalasi Ubuntu server 18.04 64 bit dengan baik.

IV VIDEO TUTORIAL INSTALASI

Bagi rekan-rekan yang ingin melihat contoh instalasi Ubuntu Server 18.04 64 bit menggunakan VirtualBox, bisa melihat video Youtube dibawah ini :

V SETELAH INSTALASI

Setelah proses instalasi berhasil dilakukan, lakukan proses penyalinan data master atau proses cloning atau jadikan template agar bisa dipergunakan untuk keperluan yang berbeda-beda tanpa harus berulangkali melakukan proses instalasi yang sama.