Habit Tracker : Agar Kebiasaan Baik Menjadi Gaya Hidup dan Mudah Mencapai Tujuan

Saya pertama kali mendengar istilah Habit Tracker dari bukunya James Clear : Atomic Habits. Apa itu Habit Tracker?

Habit tracker adalah cara yang sederhana untuk mengukur apakah kita melakukan kebiasaan yang direncanakan atau tidak. Misalnya kita berolah raga secara rutin di waktu pagi setiap harinya, apakah kita membuat penanda di kalender untuk tanggal atau hari olah raga tersebut? Jika kita mulai olah raga rutin sejak 1 Januari 2023, maka saat ini sudah ada 9 tanggal yang dichecklist.

Habit Tracker berguna untuk beberapa alasan, antara lain:

  1. Habit Tracker menciptakan tanda visual yang dapat mengingatkan Anda untuk bertindak
  2. Habit Tracker memberikan motivasi tambahan setelah melihat kemajuan yang kita buat. Kita tidak ingin menghentikan tren kebiasaan baik yang sudah dilakukan
  3. Habit Tracker menjadi salah satu tools untuk merekam kesuksesan kita yang kemudian mendorong kita untuk lebih sukses lagi.

Saya mulai berpuasa Daud sejak minggu pertama Desember 2022. Saya juga mulai berolah raga secara rutin sejak itu. Sebagai bagian dari upaya terencana untuk mendapatkan target yang diinginkan, saya menggunakan mekanisme habit tracker sebagai berikut :

  1. Saya menandai tanggal dimana saya sukses berpuasa Daud dan tanggal dimana saya terpaksa skip (misalnya saat hari Sabtu dan Minggu ada tamu keluarga besar yang datang). Dari situ saya bisa melihat trend kedisiplinan saya
  2. Saya menggunakan aplikasi Abs Workout sebagai habit tracker untuk memastikan tidak ada hari yang terlompati. Jika saya sudah menjalani 9 hari olah raga berturut-turut, sayang jika ada jadwal yang bolong. Hal ini membuat saya lebih bersemangat untuk tidak membiarkan ada tanggal yang terlompati.
  3. Saya juga menjadikan aplikasi Abs Workout untuk mencatat kalori yang “dibakar” saat olah raga. Catatan ini berjalan otomatis karena terkait jenis dan banyaknya kegiatan olah raga yang dilakukan. Karena saya mengambil jadwal 30 days abs workout, maka setiap hari ada peningkatan jumlah kalori yang dibakar karena makin hari makin banyak latihan yang dilakukan dan durasinya juga lebih lama.
  4. Saya mencatat tensi dan berat badan secara rutin tiap pagi dan sore. Dari situ saya bisa tahu tensi saya mulai normal di kisaran 115 sd 130 untuk sistolik dan 70-85 untuk diastolik. Sebelumnya tensi saya di 140-155 untuk sistolik dan 90-110 untuk diastolik.

Berat badan saya juga perlahan menurun, awalnya di kisaran 81-82 kg diawal Desember menjadi 75-an kg di pekan kedua Januari 2023.

Kedua hal ini menjadi tambahan kepuasan bahwa apa yang saya lakukan secara benefit sesuai dengan keinginan dan target yang saya rencanakan

  1. Habit Tracker membuat saya mengubah hal lain secara paralel. Misalnya saya sudah tidak lagi minum teh manis atau minuman dengan gula. Saya mengganti teh manis dengan teh sereh dan daun salam tanpa gula. Saya juga mengurangi konsumsi nasi. Makan juga relatif lebih sedikit, rata-rata hanya 2x dalam sehari dan jarang ngemil.

Saya juga tidak minum es, mengurangi gorengan, mengurangi makanan beku dan lebih banyak berjalan kaki atau naik sepeda untuk bepergian jarak dekat. Ini berlangsung otomatis dengan sendirinya karena memang waktu makan juga relatif lebih sempit.

Saya ingat salah satu nasihat Ustadz Zaidul Akbar seperti dalam gambar :

  1. Obat terbaik adalah lapar
  2. Penyakit adalah memasukkan kedalam perut saat didalam perut sedang ada makanan

Nasihat yang sangat baik dan bisa menjadi pengingat bagi kita semua.

Semangat buat yang sedang menjalani program dan kegiatan untuk kebaikan pribadi, keluarga dan untuk masyarakat banyak.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.