Fitness/Gym di Bodytec Summarecon Bekasi

Saat acara brainstorming luar kota Excellent beberapa waktu yang lalu di Sentul, saya ikut berenang dan mengikuti acara games di kolam renang bersama team Excellent. Saat hasil fotonya saya check, saya baru menyadari kalau saya gendut banget 😀

Saya tahu kalau berat badan saya tidak seperti dulu saat masih latihan Boxer Tarung Derajat, tapi saya tidak menyangka terlalu parah tampilannya, hehehe… Pantesan Zeze Vavai dan Vivian suka tanya, “Papap hamil berapa bulan?”

Wah, ini nggak bisa dibiarkan. Pulang dari Cisarua saya menimbang berat badan, berat saya sekitar 81 kg dengan tinggi badan 167 cm. Kalau diukur dari skala normal, kategorinya sudah masuk obesitas. Kacau. Saya langsung memutuskan untuk membuat proyek menurunkan berat badan. Dari sisi makanan dengan mencoba diet mayo dan detox dengan juice. Saya juga mencari-cari tempat fitness, dengan tujuan sederhana, kalaupun nggak turun banyak minimal bisa menyehatkan badan.

Saya dari dulu kerap minder kalau harus ke tempat fitness. Saya membayangkan tampang saya yang bingung di tempat fitness, karena tidak tahu harus melakukan apa dengan cara apa. Jadi saya mencari tempat fitness dengan private instructor alias pelatih pribadi. Saya juga mencari tempat fitness yang relatif dekat dengan markas Excellent, baik markas Excellent DJ maupun Excellent Premier Serenity. Ada beberapa pilihan, namun kemudian saya eliminasi yang tidak sesuai dengan kriteria.

Saat satu waktu pulang dari kunjungan klien, saya menyempatkan main ke salah satu pilihan, yaitu Miha Bodytec di Boulevard Barat Summarecon Bekasi. Saya cukup tertarik dengan penjelasan yang diberikan dan contoh-contoh kegiatan yang dilakukan. Mbak-mbak di bagian resepsionis bahkan menawarkan saya untuk trial saat itu juga, yang saya tolak karena saya belum memiliki persiapan apa-apa.

Beberapa hari kemudian saya datang kembali sekaligus mendaftarkan program 8x latihan sebagai awalan. Latihannya sendiri sekitar 20 menit ditambah dengan belly fat burning dan relaksasi total menjadi 30 menit. Saat latihan menggunakan kaus dan celana khusus dengan beberapa katup node seperti strum listrik 😀

Saya jadi seperti artis-artis yang terlalu sibuk sehingga memilih model gym/fitness dengan tambahan alat seperti ini. Instrukturnya bilang bahwa dengan perlengkapan tersebut, latihan 20 menit sama halnya dengan fitness standard selama 1-2 jam.

Awalnya saya skeptis karena kelihatannya nggak terlalu butuh gerakan yang macam-macam. Namun anggapan saya salah. Meski beberapa gerakan terlihat seperti gerakan biasa, butuh perjuangan agar saya bisa menyelesaikannya. Setiap kali selesai latihan, keringat bercucuran dan badan saya seperti mandi. Setiap kali selesai latihan saya memang mandi jadi badan terasa segar. Pihak Bodytec menyiapkan handuk namun saya juga biasanya membawa handuk sendiri.

Karena beberapa kali melakukan fitness sendiri di rumah melalui aplikasi Android, saya sudah hapal beberapa gerakan yang umum, jadi cukup terbantu. Salah satu perbedaan mendasar fitness dengan instruktur dibandingkan dengan fitness sendiri adalah adanya dorongan untuk menyelesaikan semua gerakan. Kalau fitness sendiri, kerapkali ada pembenaran supaya jangan terlalu memaksakan diri.

Latihan 20 menit tersebut saya rasakan cukup berat karena memang dilakukan tanpa jeda. Jadi selesai satu gerakan tertentu langsung dilanjut ke gerakan lainnya. Saya memang pernah membaca kalau olah raga itu baru disebut olahraga jika meningkatkan detak jantung. Misalnya jalan kaki, memang termasuk kegiatan olah raga namun benar-benar memberikan manfaat maksimal jika dilakukan dalam gerakan yang meningkatkan detak jantung atau peredaran darah.

Apakah sudah ada hasilnya? Apakah sudah tidak gendut lagi?

Kalau dari sisi perut gendut sih rasanya belum, hehehe… Karena yang ada adalah saya jadi semakin banyak makan karena latihan. Untuk mengimbanginya, saya berusaha mengerem beberapa kebiasaan. Misalnya makan nasi, saya usahakan 1x saja sehari. Kalaupun terlewat ya 2x, bukan 3x seperti biasanya. Saya juga berusaha memasak sendiri di markas Excellent, mengurangi makanan yang dipesan atau fast food. Karena memasak untuk sendiri, saya cukup memasak semangkuk sayur bening dengan ikan goreng dan tempe atau tahu.

Seorang rekan anaknya pak kyai guru ngaji saya pernah bilang, ia mulai mengurangi makan nasi dan bahkan bisa tahan berhari-hari tidak makan nasi setelah kakaknya sakit. Ia tersadar untuk lebih memperhatikan kesehatan sebagai bentuk tanggung jawab pada anak-anaknya. Kasihan anak-anaknya jika dia sebagai orang tua sakit berat atau tiada karena masalah kesehatan, tentunya terlepas dari takdir dari yang maha kuasa. Hebat juga dia karena memang sukses bisa konsisten untuk lebih menjaga kesehatan.

Apakah lantas jika demikian sama halnya kita menabung untuk bisa sukses namun setelah ada tabungan kita tidak bisa menikmati apa yang kita inginkan? Tidak juga. Ada beda antara memenuhi keinginan secara serampangan dibandingkan dengan upaya menikmati kehidupan dalam bentuk menjaga kesehatan. Kalau kita sakit, makanan seenak apapun rasanya jadi tidak enak, oleh sebab itu upaya menjaga kesehatan pada hakikatnya adalah upaya kita untuk menikmati kehidupan yang dianugerahkan pada kita.

Salah satu tantangan terbesar adalah konsisten melakukan sesuatu. Saya sempat menjalani diet namun tidak konsisten, akibatnya berat badan seperti Yoyo, naik dan turun dengan lebih banyak naiknya. Saya juga pernah berupaya fitness mandiri, namun biasanya tidak sampai sebulan sudah tidak berjalan lagi. Kelebihan fitness berbayar adalah saya berusaha jangan sampai gagal, karena sayang biayanya, hehehe…

Saya juga sudah mereview beberapa kegiatan yang berhasil saya lakukan dan yang gagal saya lakukan. Yang berhasil secara konsisten saya lakukan misalnya menabung untuk dana pendidikan anak-anak adalah karena ada jadwalnya. Fitness yang dilakukan ini ada harapan untuk berhasil karena saya memiliki jadwal minimal 2x dalam seminggu melakukannya. Disela-sela waktu istirahat, saya menggunakannya untuk fitness mandiri.

Jika sudah fitness/gym, tapi berat badan masih segitu-gitu juga, saya tetap bersyukur, karena artinya tidak bertambah 😛 . Masih lumayan kan, daripada tidak fitness dan berat badan bertambah terus. Selalu ada hal positif yang bisa dijadikan sebagai pembenaran, hehehe…

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.