Excellent Insight Day #11 : Jangan Takut Menghadapi Hidup

Insight ke-11 kali ini membahas mengenai mindset menghadapi hidup. Karena saya pribadi berangkat dari tipikal anak yang minder, pemalu, kampungan dan mesti berjuang untuk makan dan mendapat pendidikan, saya kerapkali merenungi apa bedanya orang sukses dengan orang gagal dan apa strategi orang sukses keluar dari kesulitan hidupnya. Berikut adalah summary dari pemikiran tersebut, pernah saya tuliskan diblog namun artikel ini sudah disesuaikan dan dilengkapi sesuai dengan pengalaman yang saya alami. Selamat membaca.

Situasi sekarang ini memang sulit. Uang sulit dicari. Biaya hidup bertambah sementara pendapatan malah tetap dan cenderung menyusut nilainya. Ini selalu terjadi disetiap tahun dan selalu berulang.

Meski sulit, tidak semestinya kita sebagai manusia harus kalah pada hidup. Tidak selayaknya kita menyerah pada kesulitan hidup. Tiap orang memang punya kesulitan hidup masing-masing dan itu merupakan suatu keniscayaan. Orang miskin merasa sulit karena tidak punya uang berlebih. Sudah berusaha dan bekerja keras namun tetap miskin. Iri pada orang kaya yang semakin kaya. Berusaha sedikit menghasilkan kekayaan, sementara si miskin sudah mati-matian membanting tulang namun tetap hidup kekurangan.

Jangan sangka orang yang kaya harta tidak memiliki kesulitan. Banyak orang kaya yang memiliki kesulitan hidup karena terjerat hutang, karena mendapat musibah kebakaran, karena tiba-tiba keluarganya tersangkut kasus korupsi, karena sakit, karena kecelakaan dan ada banyak kesulitan hidup yang lain. Banyak orang yang awalnya menjadi role model dan dimuat diberbagai media sebagai sosok yang sukses namun tiba-tiba muncul di media dengan berbagai berita negatif. Reputasinya hancur dalam sehari.

Kesulitan hidup itu soal persepsi, soal cara pandang kita dalam menyikapi hidup. Jika kita memandang hidup kita ini sulit, dunia akan menjadi sempit. Akal jadi pendek dan kemampuan akan terbatas. Berusaha ini salah, berusaha itu salah. Keluar dari satu kesulitan malah menuai kesulitan disisi lain.

Ubahlah cara pandang itu. Jangan iri hati pada orang lain karena iri itu sumber bencana dan sumber penyakit. Jika orang lain senang dan makmur, kita boleh kepingin tapi jangan iri dan dengki. Doakan agar orang tersebut mendapat berkah dari kesenangan dan kemakmurannya dan semoga kita mendapat kebahagiaan dengan bentuk dan cara kita sendiri. Selalu menjadi orang yang “senang melihat orang lain senang dan susah melihat orang lain susah” dan jangan sebaliknya.

Jangan pernah merasa miskin dalam hidup. Jika kita sekarang hidup dari hutang yang satu ke hutang yang lain, dari tagihan kartu kredit yang satu ke kartu kredit yang lain, janganlah pernah putus asa dalam upaya menyikapi kesulitan hidup. Jika kita sekarang merasa miskin semiskin-miskinnya, inilah saat kita untuk memantul, untuk berbalik. Jika kita sudah merasa berada pada dasar kemiskinan karena harta kita hanya cukup-atau bahkan kurang- untuk membayar hutang yang ada, inilah saat bagi kita untuk bangkit.

Saya masih ingat saat saya lulus kuliah dan di wisuda, kami satu keluarga hanya memiliki uang 50 ribu rupiah. Saya merasa antara senang karena wisuda dan sedih karena kami harus meminjam uang untuk sekedar menutup kebutuhan makan bagi keluarga. Saya menjadikan hal itu sebagai salah satu titik dasar kekurangan hidup.

Saya juga masih ingat saat salah satu adik saya hendak kuliah. Karena saya dan adik kedua saya hanya sampai Akademi-kakak saya sebagian hanya lulus SD dan hanya satu yang sampai SMA-maka kami berusaha minimal harus ada yang bisa memiliki ijazah pendidikan lebih dari Diploma 3. Kami berpatungan untuk bisa membiayai pendidikan adik agar bisa berkuliah S1. Jika perlu lanjut ke S2, S3 dan seterusnya. Masa itu belum terlalu lama, baru sekitar 4 tahun yang lalu. Waktu dimana uang awal kuliah sebesar 7.5 juta rupiah memerlukan urunan seluruh anggota keluarga untuk menutupnya.

Jangan merasa segala upaya yang sudah pernah kita lakukan sebagai sesuatu yang sia-sia. Pengalaman adalah harta yang tak pernah hilang. Jika kita pernah ditipu orang lain dalam usaha sehingga usaha kita bangkrut dan kita terlilit hutang piutang kemudian dikejar debt collector, jadikan pengalaman itu sebagai penguat. Hambatan yang tidak membuat kita mati adalah penguat vitalitas kita.

Jangan pernah menyesali setiap usaha untuk kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Gagal sekali itu soal biasa. Gagal berkali-kali juga bukan sesuatu yang luar biasa, jika sama sekali tidak berujung pada kesuksesan. Ingatlah selalu, ada kemungkinan kegagalan yang menghambat kita merupakan cara agar kita menghargai keberhasilan dan bagian dari proses menuju kesuksesan.

Jika kita memiliki kepandaian dan kemampuan dan kita yakin pada kemampuan diri sendiri, mengapa kita harus takut tidak bisa mencari makan. Belajarlah dari binatang liar, mereka tidak tahu apakah dapat atau tidak makan siang hari ini namun mereka akan selalu berusaha. Saya pernah baca di salah satu buku “Taiko” Toyotomi Hideyoshi memiliki mindset, “Manusia telah ditakdirkan untuk bekerja. Sangat memalukan jika seseorang bekerja hanya untuk makan semata-mata. Jika mereka mau bekerja, dengan sendirinya mereka menerima rahmat dari surga…”

Menarik sekali, bukan? Bahkan burung-burung yang tidak tahu dapat makan atau tidak, akan keluar di pagi hari untuk berusaha. Jika kita sebagai manusia yang punya tangan, kaki dan pemikiran mau berusaha, niscaya ada jalan untuk mencari makan…”. Buku Taiko ini pertama kali saya baca saat SMA dan sampai sekarang menjadi salah satu buku favorit saya

Jika keluarga berantakan, mengapa harus menghabiskan hari-hari untuk menyesalinya. Orang yang sukses dari keluarga baik-baik, terawat dan terjamin tidaklah istimewa. Jika kita sukses meski dari keluarga berantakan, orang akan melihat bahwa kita memang sukses karena kemampuan.

Hilangkan gengsi jika kita merasa gengsi itu menghalangi kita menikmati hidup. Saya jauh lebih menghargai ibu-ibu bakul sayur yang bangun jam 3 pagi untuk belanja dan menjajakan sayur dipasar, meski hasil dan keuntungannya hanya sekian ribu atau sekian puluh ribu rupiah. Ibu-ibu bakul sayur itu memiliki keberanian hidup, bahwa hidup ini harus diperjuangkan bukan sekedar disesali.

Jika kita menyesal mengapa lahir sebagai orang miskin dan bukan sebagai cinderella, kita akan menjadi miskin segala-galanya. Jika kita menyesali kelahiran kita karena orang tua kita bukan orang terkenal atau orang tua kita hanya seorang buruh , kita akan selalu kesulitan sepanjang hidup karena mindset yang tertanam selalu membebani kita.

Kelahiran adalah takdir dan ada rencana yang maha kuasa dibalik itu semua. Tak usah menyesali kelahiran, tak usah menyesali keadaan. Jika orang tua kita hanya sanggup menyekolahkan sampai SMA, itu adalah bekal yang baik untuk memulai hidup kita.

Jika sekarang kita menjadi pekerja kasar atau sebagai buruh pabrik atau bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau menjadi TKW , berupayalah menimba ilmu dan pendidikan. Lebih baik capek diawal namun memetik hasil akhir yang manis diakhir. Jika kita merasa capek menjalaninya, ingatlah, bahkan untuk kesehatan dan kesenanganpun orang kadang mencari rasa capek.

Jika uang disaku hanya tinggal beberapa rupiah, pandanglah bahwa itu menjadi kekayaan awal yang akan kita tingkatkan. Menjadi modal dasar yang akan membuat kitasukses.

Banyak orang salah kaprah soal prinsip “nrimo” dengan mengasosiasikannya sebagai sikap “nrimo apa adanya”. Sesungguhnya tidak demikian. Jika kita memiliki kesulitan hidup, lakukanlah segala upaya positif untuk menaklukannya. Lakukan upaya, jangan lupa berdoa dan diakhir, barulah kita nrimo atas sikap dan upaya kita. Jangan marah, jangan jengkel dan jangan mengecam jika hasil yang ada berbeda dengan hasil yang diinginkan. Mungkin ada skenario lain dari yang maha kuasa terhadap hasil yang kita dapatkan.

Jangan pernah takut menghadapi kesulitan hidup. Tetaplah tersenyum apapun hasil dari usaha dan doa yang sudah dilakukan. Orang tidak akan menderita selama-lamanya jika dia mau berusaha dan berdoa.

Berusaha atau tidak, hidup kita milik kita, susah senang kita juga yang menjalaninya.

Catatan :

1. Ilustrasi gambar dari mas Kandar : https://www.flickr.com/photos/bornjavanese/2816634995/in/photostream/

Referensi Artikel Menarik

  1. The Founder : Konosuke Matsushita
  2. Bad Blood: The Decline And Fall Of Elizabeth Holmes And Theranos

Action :

  1. Sempatkan diri untuk membaca buku “Taiko”. Bukunya menarik dan banyak filosofi hidup yang termuat dalam buku itu.Bukunya bisa dibeli online maupun offline jadi tidak terlalu sulit mendapatkannya.
  2. Apakah Excellent Insight ini bermanfaat? Jika dirasa bermanfaat, memberikan pencerahan atau inspirasi, bantu share link  tulisannya agar bisa lebih bermanfaat bagi orang lain. Silakan share di Facebook, Twitter, Instagram, WA, Telegram dan lain-lain-namun jangan spamming-agar manfaatnya bisa lebih luas lagi. Punten ya, ini sekedar request, bukan suatu kewajiban.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.