Dianxi Xiaoge

Dianxi Xiaoge adalah channel Youtube salah seorang gadis China di daerah Yunnan. Saya senang channel ini karena menggambarkan suasana pedesaan, tanah pertanian, ladang, masakan dan kebiasaan-kebiasaan disana.

Salah seorang team saya di Excellent bilang, sepertinya itu bukan situasi real, melainkan dikondisikan. Aslinya dia kaya raya. Terus masalahnya apa? Bagi saya no problem, karena seperti halnya film dokumenter, tentu perlu proses agar bisa menampilkan hasil yang terbaik. Saya saja biasanya mengambil foto beberapa kali untuk satu ilustrasi tulisan dan jika perlu, berpose sebagaimana yang diinginkan, hehehe.. (buka kartu 😀 )

I am a local Yunnan Girl
My name is “Dianxi Xiaoge”
People who knows well will call me “Apenjie”
Both my families and the peaceful village are shown in my videos.
I film seasonal ingredients, special local products, really anything that reflects the uniqueness of Yunnan cuisine,
All the inspiration behind my video come from our daily meals.
Come with me to explore the authentic Dianxi.
The place where rivers and mountains come to life,
where people enjoy eating insects and herbs.
I update new videos on Wednesdays~

Deskripsi Video Dianxi Xiaoge

Bergabung dengan Youtube (atau channelnya pertama kali dibuat) sejak 25 Juli 2018, saat ini sudah ada 5.7 juta subscriber dan total 1,350,793,736 video yang ditonton per dini hari 31 Juli 2020. Tentu suatu pencapaian yang luar biasa untuk suatu channel mengenai kisah pedesaan. Bayangkan, 1.3 miliar views!

Jika bicara omong kosong pendapatan dari Youtube misalnya dengan asumsi sederhana pendapatan 1$ dari 1000 view, kita sudah dapat melakukan kalkulasi pendapatan Dianxi Xiaoge.

Tapi, kalau dilihat dari video, kelihatannya itu professional banget deh. Pasti butuh modal, misalnya butuh Drone untuk aerial video, butuh kameramen untuk shooting dan lain-lain. Ya tidak apa-apa. Modal maupun budget kan make sense sepanjang hasilnya sepadan. Misalnya jika tanpa modal apa-apa bisa dapat uang 100 USD, sedangkan dengan modal 1 juta rupiah bisa menghasilkan 1000 atau 2000 USD, kan tetap surplus juga.

Tapi tidak semua video kelihatannya cocok untuk saya. Misalnya ada menu masakan yang aneh. Lha, itu kan videonya dia. Kalau nggak suka salah satu video kan bisa lihat video yang lain. Dia juga tidak memaksa kita untuk menonton videonya kok.

Point yang ingin saya sampaikan sebenarnya bukan soal itu. Saya hanya berpikir mengenai ide sederhana menghasilkan pendapatan meski tidak tinggal di perkotaan. Biasanya ada anggapan bahwa peluang untuk mencari penghasilan banyak terdapat di perkotaan, padahal kita bisa menghasilkan uang justru dari kebiasaan, tradisi, budaya dan lingkungan sekitar tempat kita tinggal.

Orang seperti saya biasanya memiliki ingatan mengenai masa-masa tinggal di pedesaan atau bisa juga memang hobinya sejenis itu, yaitu segala yang terkait dengan pertanian dan kisah hidup di desa. Jika mencari video atau browsing di Youtube, yang saya cari adalah video sejenis itu. Dan di dunia, ada banyak orang seperti saya. Ada banyak orang juga yang punya hobi beraneka ragam.

Daripada berpangku tangan menunggu pandemi selesai atau menunggu situasi ekonomi berangsur pulih, jauh lebih baik jika kita mulai action melakukan berbagai pilihan untuk mencari sumber penghasilan baru atau mencari pendapatan tambahan.

Modalnya kan tidak besar. Bisa dimulai dengan HP biasa. Bagaimana jika resolusinya tidak bagus? Bisa pinjam. Mesti usaha, jangan sekali terantuk batu langsung menyerah.

Saya kan tidak bisa membuat channel Youtube. Ya belajar. Kan bisa searching, banyak kok tutorialnya. Saya kan tidak punya kuota, ya judulnya mesti usaha. Saya tidak katakan prosesnya mudah dan instant, tapi itu layak dicoba.

Saya masih ingat sewaktu kuliah atau sewaktu dulu belum mendirikan PT. Excellent. Saat itu saya berpikir, saya ingin memiliki usaha. Tapi usaha itu butuh modal dan saya tidak punya modal. Untuk biaya hidup saja pas-pasan. Saya sampai berkata ke diri saya sendiri, “Jika perlu saya jadi kuli panggul di pasar agar bisa dapat uang. Nanti uangnya saya jadikan sebagai modal untuk berjualan”. Misalnya jadi kuli panggul dapat 30 ribu rupiah, saya hanya akan makan maksimal 10 ribu rupiah. 20 ribu rupiah saya simpan. Setelah terkumpul 100-200 ribu rupiah, saya akan mencoba berjualan. Jualan sayur mayur, cabe bawang dan lain-lain.

Nggak malu? Mengapa harus malu? Kan saya tidak nyolong. Dulu baba (bapak) dan almarhumah enyak selalu bilang jika ada yang membully, “Kenapa harus malu buat begawe (bekerja/berusaha), kan kita nggak nyolong. Kan kita nggak minta sama dia. Kan kita nggak minta diempanin (diberi makan) sama dia..”

Saya memang nggak sampai jadi kuli panggul karena saya bisa menggunakan kemampuan otak saya untuk mengajar les privat dan mengajar training. Kisahnya saya tulis disini : Tuhan Maha Tahu tapi Ia Menunggu… Meski demikian, saya juga pernah kok mendorong gerobak untuk membantu orang tua menggiling padi atau tepung, mendorong gerobak untuk membeli minyak tanah, naik ke pohon sebagai pemborong buah dan berjualan penganan ringan (pisang goreng, jagung rebus, gemblong dan lain-lain) dan buat saya, itu semua menjadi pembelajaran agar kita tidak mudah menyerah.

Oke, kembali ke channel Youtube. Apakah begitu membuat channel langsung memiliki pendapatan. Ya nggak lah. Kan perlu usaha. Kan ada minimal jumlah subscriber. 1000 subscriber baru bisa dimonetisasi. Saya saja yang membuat channel Youtube sejak beberapa bulan yang lalu, subscribernya baru 34 orang dengan jumlah view hanya puluhan atau ratusan, hehehe…

Tapi itu kan saya, yang baru belajar membuat channel Youtube dan bingung mau diisi dengan video apa. Bagi kalian yang punya ide menarik atau tinggal ditempat menarik pasti bisa lebih cepat mendapatkan subscriber dan viewer. Bisa minta bantuan teman sekolah SD sampai SMA. Minta teman kuliah, minta saudara, minta tetangga dan seterusnya.

Masalahnya saya bingung mau membuat channel Youtube tentang apa? Untuk awalan tidak usah bingung. Gado-gado juga tidak apa-apa. Maksudnya jualan gado-gado atau resep membuat gado-gado temannya karedok? Bukan. Maksudnya, untuk awalan nggak usah mumet harus fokus ke satu tema dulu. Buat saja macam-macam hobi atau ide yang terpikir, nanti akan dapat fokus dengan sendirinya.

Idenya apa saja? Banyak kok. Saya pernah melihat ada video dengan ratusan ribu view, itu video tentang orang manjat pohon duren yang tinggi banget di Kalimantan. Saya juga pernah melihat video orang memanjat pohon tinggi untuk mengambil madu lebah. Menarik kan? Bayangkan, sudah manjatnya susah, licin, pohonnya sukar dipeluk (karena besarnya), letaknya susah dijangkau ditambah lagi sama saja nyari masalah (mencari masalah) karena untuk mengambil madu harus mengusir lebahnya. Justru karena itu saya menontonnya dan penonton yang tertarik seperti saya tentu banyak juga.

Di saya nggak ada pohon duren dan nggak ada sarang lebah madu. Ya jangan mentang-mentang dikasih contoh itu lantas juga praktek hal yang sama. Kan bisa videokan orang lagi nandur di sawah. Kan bisa videokan panen labu, terong ataupun pisang.

Lho saya nggak punya kebun, gimana dong? Kan video nggak mesti kebun sendiri. Izin saja sama pemilik kebun, mau wawancara buat ditayangkan di Youtube. Saya pernah lihat ada video menarik tentang kebun pepaya California di Kebumen dan Madina (Mandailing Natal).

Saya nggak suka pertanian, jadi gimana mau buat video pertanian? Kalau ada didekat saya pasti saya getok. Lihatlah contoh-contoh di Youtube, banyak kok jenis video yang disukai oleh orang banyak. Video tentang sepak bola, tentang bola Volley, tentang “Like a boss”, tentang “Instant Karma”, tentang arsitek dan lain-lain.

Untuk Dianxi Xiaoge terima kasih ya, jadi punya bahan tulisan dan bisa punya ide untuk penghasilan meski tinggal jauh dari perkotaan.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 1 =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.