<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Resensi &#8211; Blog Vavai</title>
	<atom:link href="https://www.vavai.com/category/lifestyle/resensi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.vavai.com</link>
	<description>Jurnal Perjalanan Hidup Vavai</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 May 2022 10:56:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Mengganti Laptop Operasional : HP Probook 4421 dengan ASUS A46CM-WX094D</title>
		<link>https://www.vavai.com/mengganti-laptop-operasional-hp-probook-4421-dengan-asus/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/mengganti-laptop-operasional-hp-probook-4421-dengan-asus/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2012 01:15:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family & Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[ASUS]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi-aggregator]]></category>
		<category><![CDATA[Probook]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=6571</guid>

					<description><![CDATA[Akhir Desember 2012 ini tepat 2 tahun saya fokus berwirausaha, membangun PT. Excellent Infotama Kreasindo sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang konsultasi sistem, maintenance dan training/workshop, khususnya untuk sistem server dan aplikasi open source. Saat pertama kali berwirausaha, saya membeli laptop HP Probook 4421s sebagai media kerja dan operasional sehari-hari. Saat saya beli harganya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir Desember 2012 ini tepat 2 tahun saya fokus berwirausaha, membangun PT. Excellent Infotama Kreasindo sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang konsultasi sistem, maintenance dan training/workshop, khususnya untuk sistem server dan aplikasi open source.</p>
<p>Saat pertama kali berwirausaha, saya membeli <a href="https://www.vavai.com/2011/01/01/laptop-hp-probook-4421s-sebagai-komputer-kerja/">laptop HP Probook 4421s sebagai media kerja dan operasional</a> sehari-hari. Saat saya beli harganya sekitar 6.7 juta, untuk laptop dengan spesifikasi processor i5, RAM 2 GB dan harddisk 320 GB.</p>
<p><a href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-hp-probook-4421.jpg"><img decoding="async" class=" wp-image-6572 alignleft" alt="vavai-hp-probook-4421" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-hp-probook-4421-300x300.jpg" width="210" height="210" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-hp-probook-4421-300x300.jpg 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-hp-probook-4421-150x150.jpg 150w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-hp-probook-4421-250x250.jpg 250w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-hp-probook-4421-109x109.jpg 109w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-hp-probook-4421-100x100.jpg 100w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-hp-probook-4421.jpg 400w" sizes="(max-width: 210px) 100vw, 210px" /></a>Saya mengisi <a href="https://www.vavai.com/2011/03/02/multi-boot-sistem-operasi-pada-opensuse-windows-opensuse-fedora-linuxmint-ubuntu/">4-5 sistem operasi Linux</a> didalamnya. Laptop tersebut menemani saya sejak saya meluncur ke Pangkal Pinang hingga ke daerah-daerah lain saat saya memenuhi undangan dari klien.</p>
<p>Jika diibaratkan modal usaha, laptop HP Probook ini sudah balik modal sejak bulan pertama ia dipakai. Banyak project yang saya kerjakan menggunakan laptop ini. Banyak invoice dan dokumen sistem yang terkirim melalui laptop ini.</p>
<p>Meski saya juga memiliki netbook HP yang lebih ringan untuk dibawa, saya masih lebih sering menggunakan HP Probook karena kemampuannya yang jauh lebih tinggi, apalagi saya banyak melakukan simulasi virtualization technology. Akhirnya HP Netbook saya hibahkan ke <a href="http://maryadi.vavai.com">Maryadi &#8220;Ackoy&#8221; Arismunandar</a> yang kuliah bidang IT di Unikom Bandung.</p>
<p>Akhir bulan lalu, adik bungsu saya, Dewi Lia Tutut minta dibelikan Netbook juga. Saya pikir sayang juga jika saya belikan Netbook karena spesifikasi Netbook yang relatif rendah dan lebih banyak difungsikan untuk mengetik saja.</p>
<p>Daripada beli Netbook lagi, saya tawarkan ke Ackoy untuk menghibahkan Netbook tersebut ke Dewi, sedangkan Ackoy menerima hibah HP Probook dari saya. Saya sendiri? Saya membeli laptop baru dengan RAM yang lebih besar agar lebih leluasa dalam melakukan simulasi sistem <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Kemarin siang laptopnya dibelikan oleh Ackoy via BEC. Yang saya pilih adalah laptop ASUS ASUS A46CM-WX094D dengan spesifikasi :</p>
<ul>
<li>Intel Core i5-3317U</li>
<li>RAM 8GB DDR3</li>
<li>500GB HDD</li>
<li>DVD±RW</li>
<li>GbE NIC</li>
<li>WiFi, Bluetooth</li>
<li>VGA NVIDIA GeForce GT 635M 2GB</li>
<li>Camera</li>
<li>14&#8243;WXGA</li>
<li>OS openSUSE 12.2 64 bit dan LinuxMint 14 (nambah sendiri, hehehe&#8230;)</li>
</ul>
<p><a href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-asus-laptop.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-6573" alt="vavai-asus-laptop" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-asus-laptop-300x242.jpg" width="300" height="242" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-asus-laptop-300x242.jpg 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/12/vavai-asus-laptop.jpg 597w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></p>
<p>Harganya sekitar 6.7 juta (default RAM 4 GB), total jadi sekitar 7 juta-an karena saya tambahkan RAM 4 GB lagi dan beberapa accessories tambahan. Saya sebenarnya berminat dengan ASUS ASUS A46CM-WX095D yang pakai processor Intel Core i7-3517U dan 750GB HDD, sayangnya harganya sekitar 9 juta-an, sayang juga karena buget untuk pembelian laptop operasional Excellent hanya 7 juta-an <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Kecepatannya sih cukup responsif, hanya saja belum saya coba untuk menjalankan VMWare Workstation dan VirtualBox jadi belum bisa ditest kemampuannya, meski di BIOS sendiri saya check feature untuk VT (Virtualization Technology) sudah aktif.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/mengganti-laptop-operasional-hp-probook-4421-dengan-asus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>16</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Download : Ebook Biografi Steve Jobs</title>
		<link>https://www.vavai.com/download-ebook-biografi-steve-jobs/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/download-ebook-biografi-steve-jobs/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 05:10:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi-aggregator]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=4326</guid>

					<description><![CDATA[Steve Jobs, yang berpulang beberapa hari yang lalu dikenal sebagai salah satu sosok jenius yang membangun sebuah perusahaan dari nol menjadi perusahaan miliaran dollar dan menginspirasi banyak pihak. Saya pertama kali membaca biografi tak resminya yang dibuat oleh Romain Moisescot dalam bentuk PDF 41 halaman. Menarik sekali membaca kisah hidup Steve Jobs, mulai dari awal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/10/steve-jobs.jpg"><img decoding="async" class="alignright size-full wp-image-4329" title="steve-jobs" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/10/steve-jobs.jpg" alt="" width="200" height="200" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/10/steve-jobs.jpg 200w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/10/steve-jobs-150x150.jpg 150w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/10/steve-jobs-90x90.jpg 90w" sizes="(max-width: 200px) 100vw, 200px" /></a>Steve Jobs, yang berpulang beberapa hari yang lalu dikenal sebagai salah satu sosok jenius yang membangun sebuah perusahaan dari nol menjadi perusahaan miliaran dollar dan menginspirasi banyak pihak. Saya pertama kali membaca biografi tak resminya yang dibuat oleh Romain Moisescot dalam bentuk PDF 41 halaman.</p>
<p>Menarik sekali membaca kisah hidup Steve Jobs, mulai dari awal kehidupannya, keberhasilannya membangun Apple, kegagalannya dalam bentuk kegagalan produk Lisa hingga ia ditendang dari perusahaan yang ia dirikan, hingga akhirnya berhasil recovery, kembali ke Apple dan menuai banyak kesuksesan hingga akhir hayat.</p>
<p>Biografi tak resmi dalam bentuk PDF yang lebih panjang (74 halaman) bisa juga anda baca dan download dari link dibawah ini. Sebagai catatan, biografi ini merupakan hak cipta dari <a href="http://allaboutstevejobs.com/">Romain Moisescot</a>, saya memuat linknya atas pertimbangan isinya yang sangat bermanfaat.</p>
<p>Klik gambar dibawah ini atau  untuk download ebooknya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/download-ebook-biografi-steve-jobs/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku : Furin Kazan, Strategi Penaklukan Benteng Yamamoto Kansuke</title>
		<link>https://www.vavai.com/resensi-buku-furin-kazan-strategi-penaklukan-benteng-yamamoto-kansuke/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/resensi-buku-furin-kazan-strategi-penaklukan-benteng-yamamoto-kansuke/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 02:38:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Furin Kazan]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi-aggregator]]></category>
		<category><![CDATA[Takeda Shingen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=2027</guid>

					<description><![CDATA[Fūrinkazan (風林火山), secara harafiah berarti &#8220;Angin, Hutan, Api, Gunung&#8221;, merupakan panji-panji strategi yang diusung oleh  Takeda Shingen, seorang daimyo besar dari Kai yang hidup pada jaman Sengoku (Sengoku Jidai). Buku Furin Kazan bercerita tentang implementasi strategi ini ditangan Yamamoto Kansuke, salah seorang penasihat militer Takeda Shingen. Melihat cover buku bergambar samurai dan memuat nama besar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/09/furin-kazan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignright size-full wp-image-2028" title="furin-kazan" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/09/furin-kazan.jpg" alt="" width="300" height="460" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/09/furin-kazan.jpg 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/09/furin-kazan-196x300.jpg 196w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/09/furin-kazan-163x250.jpg 163w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a>Fūrinkazan (風林火山), secara harafiah berarti &#8220;Angin, Hutan, Api, Gunung&#8221;, merupakan panji-panji strategi yang diusung oleh  Takeda Shingen, seorang daimyo besar dari Kai yang hidup pada jaman Sengoku (Sengoku Jidai). Buku Furin Kazan bercerita tentang implementasi strategi ini ditangan Yamamoto Kansuke, salah seorang penasihat militer Takeda Shingen.</p>
<p>Melihat cover buku bergambar samurai dan memuat nama besar Takeda Shingen beserta musuh bebuyutannya, Uesugi Kenshin Kagetora, saya berharap buku ini memiliki kualitas setara dengan Taiko atau Musashi-nya Eiji Yoshikawa. Apalagi penulisnya-Yasushi  Inoue-memiliki nama besar sebagai pengarang yang serius dalam mengadaptasi cerita berlatar belakang sejarah turut mendukung harapan saya. Namun ternyata harapan tinggal harapan, buku ini bisa dibilang &#8220;sangat jelek&#8221; dan tidak saya rekomendasikan untuk dibaca. Pendek kata, saya menyesal buku ini.</p>
<p>Saya tidak tahu apakah memang buku aslinya  dangkal atau tidak, namun hasil terjemahan bahasa Indonesianya sangat jauh dari memuaskan. Ceritanya terputus-putus tanpa penjelasan, Takeda Shingen jadi tergambar seperti jenderal bodoh yang selalu menuruti saran dari Kansuke, padahal Shingen adalah salah satu jenderal besar yang ditakuti dimasanya dan terkenal sebagai ahli strategi brilian.</p>
<p>Tak ada penjelasan runtut mengapa Kansuke tiba-tiba membunuh teman konspirasinya dibab pertama, kemudian mengapa tiba-tiba ia mencelat menjadi orang kepercayaan Shingen, mengapa ia tiba-tiba sangat mendukung Puteri Ryuu dan anaknya Takeda Katsuyori (yang akan menjadi penerus Shingen).</p>
<p>Kisah tambah tidak karuan saat dibab akhir Kansuke menemui ajal saat pertempuran Kawanakajima melawan pasukan Echigo Uesugi Kenshin. Kisah kematiannyapun relatif tidak seindah kematian para samurai yang biasanya digambarkan cukup romantis <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Buku Taiko karangan Eiji Yoshikawa yang bercerita tentang Toyotomi Hideyoshi memiliki alur cerita yang lebih detail dan relatif tidak egosentris meski yang diceritakan lebih banyak soal kebaikan Hideyoshi. Tebal buku mungkin jadi salah satu alasan hal ini terjadi (buku Taiko cukup tebal, &gt; 500 halaman, buku Furin Kazan &lt; 100 halaman), namun jika buku terjemahan ini merupakan buku ringkasan, hasil ringkasannya sangat buruk.</p>
<p>Kesimpulan : Saya menyesal membelinya, hehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/resensi-buku-furin-kazan-strategi-penaklukan-benteng-yamamoto-kansuke/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>16</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Komputer Modern : John Vincent Atanasoff, Forgotten Father of the Computer</title>
		<link>https://www.vavai.com/sejarah-komputer-modern-john-vincent-atanasoff-forgotten-father-of-the-computer/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/sejarah-komputer-modern-john-vincent-atanasoff-forgotten-father-of-the-computer/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 07:57:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[ENIAC]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi-aggregator]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=1870</guid>

					<description><![CDATA[Pelajaran-pelajaran sejarah komputer biasanya memulai fase komputer modern melalui fase ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer) yang diciptakan oleh J Presper Eckert &#38; John Mauchly, padahal ide awal yang melandasi ENIAC merupakan buah pikiran John Vincent Atanasoff yang menciptakan komputer modern pertama, Atanasoff-Berry Computer bersama dengan asisten risetnya Clifford Berry pada tahun 1939, jauh sebelum...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1873" aria-describedby="caption-attachment-1873" style="width: 225px" class="wp-caption alignright"><a class="highslide" title="Atanasoff, 1938" onclick="return vz.expand(this)" href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/jva-1938.gif"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-1873 " title="jva-1938" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/jva-1938-225x300.gif" alt="Atanasoff, 1938" width="225" height="300" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/jva-1938-225x300.gif 225w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/jva-1938.gif 642w" sizes="auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px" /></a><figcaption id="caption-attachment-1873" class="wp-caption-text">Atanasoff, 1938</figcaption></figure>
<p>Pelajaran-pelajaran sejarah komputer biasanya memulai fase komputer modern melalui fase ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer) yang diciptakan oleh J Presper Eckert &amp; John Mauchly, padahal ide awal yang melandasi ENIAC merupakan buah pikiran John Vincent Atanasoff yang menciptakan komputer modern pertama, Atanasoff-Berry Computer bersama dengan asisten risetnya Clifford Berry pada tahun 1939, jauh sebelum Eckert-Mauchly mengumumkan paten mengenai komputer pada tahun 1947.</p>
<p>Siapa sebenarnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/John_Vincent_Atanasoff">John Vincent Atanasoff</a> ?</p>
<p>Atanasoff adalah seorang profesor muda di Iowa State University. Ia terpikir untuk membuat mesin hitung yang jauh lebih baik dan efisien saat kesulitan mengajarkan kalkulasi teori fisika kuantum. Sebelum Atanasoff, sudah ada beberapa ide pembuatan mesin hitung yang canggih, diantaranya yang terkenal adalah Bush Differential Analyzer yang diciptakan oleh Vannevar Bush dari MIT (Massachusetts Institute of Technology), sayangnya mesin ini hanya mampu menghitung secara akurat sampai 3 angka signifikan dan tidak sanggup menghitung kalkulasi yang melibatkan banyak persamaan matematika. Penggunaan roda bergigi pada mesin hitung menjadi kelemahan lain karena cepat atau lambat mesin menjadi aus dan tidak akurat lagi.</p>
<p>Salah satu ide besar dan cemerlang dari Atanasoff adalah penggunaan matematika bilangan binner. Bilangan biner menjadi istimewa karena menyederhanakan perhitungan. Semua angka besar bisa diterjemahkan kedalam deretan 2 bilangan saja, yaitu 0 dan 1. Contohnya angka 10 bisa ditulis dalam bilangan biner 1010 atau angka 20 bisa ditulis dalam format 10100. Mengapa metode ini cemerlang karena angka 1 dan angka 0 bisa diterjemahkan dalam bentuk impuls listrik.  Jika ada muatan berarti 1 dan sebaliknya. Dengan demikian, penggunaan bilangan binner bisa menyelesaikan masalah utama untuk proses perhitungan menggunakan mesin digital.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/800px-Atanasoff-Berry_Computer.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1872" title="800px-Atanasoff-Berry_Computer" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/800px-Atanasoff-Berry_Computer.jpg" alt="" width="480" height="360" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/800px-Atanasoff-Berry_Computer.jpg 800w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/800px-Atanasoff-Berry_Computer-300x225.jpg 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/800px-Atanasoff-Berry_Computer-768x576.jpg 768w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/800px-Atanasoff-Berry_Computer-250x188.jpg 250w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/800px-Atanasoff-Berry_Computer-705x529.jpg 705w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /></a></p>
<p>Gambar : Replika mesin Atanasoff-Berry Computer (ABC) yang diciptakan tahun 1939</p>
<p>Atanasoff membuat rancangan sirkuit dari pola yang ia inginkan, membayangkan penciptaan kapasitor kertas untuk menyimpan memory hasil perhitungan. Setelah konsepnya disempurnakan, ia mengajukan proposal untuk merealisasikannya dan mendapat $650 dari pihak universitas untuk mempekerjakan seorang asisten riset, membeli material dan mengadakan kontrak dengan bengkel mesin universitas dalam menciptakan suku cadang yang ia inginkan. Pada posisi ini, salah seorang mahasiswa pasca sarjananya, Clifford Berry, direkrut sebagai asisten riset dan menjadi pencipta mesin yang digagas oleh Atanasoff.</p>
<p>Sayangnya, Atanasoff kurang beruntung ketika berusaha mengajukan pendanaan tingkat lanjut ke pihak universitas. Untuk sementara mesin hitung ciptaannya belum menarik perhatian orang lain yang belum melihat masa depan mesin hitung tersebut.</p>
<p>Pada tahun 1940, Atanasoff bertemu dengan Mauchly pada sebuah pertemuan American Association for the Advancement of Science, AAAS. John Mauchly yang menjadi pembicara melontarkan rasa putus asanya mendapatkan data ramalan perhitungan meteorologi, dengan bauran kompleks dari data statistik dan dinamika fluida karena mesin hitung yang ada saat itu belum sanggup menghasilkan perhitungan cepat. Ia menyampaikan spekulasinya bahwa elektronik tampaknya menawarkan solusi untuk masalahnya namun ia sendiri belum tahu bagaimana gambaran solusi elektronik tersebut. Selepas ucapannya ini, Atanasoff mendekati Mauchly dan berkata bahwa ia sudah menciptakan mesin hitung yang mampu menjawab permasalahan Mauchly.</p>
<p>Mauchly yang tertarik dengan penelitian Atanasoff kemudian berkunjung ke tempat Atanasoff dan terlibat diskusi mendetail mengenai mesin yang diciptakan oleh Atanasoff. Selepas beberapa kunjungan ini, keduanya terpisah oleh jalan hidup masing-masing atas sebab yang tak terduga, yaitu terlibatnya Amerika kedalam perang dunia kedua.</p>
<p>Keterlibatan Amerika Serikat dalam perang membangkitkan nasionalisme diseluruh negeri. Atanasoff bergabung dengan lembaga riset pertahanan untuk penelitian mengenai bom sementara Clifford Berry bergabung dengan sebuah kontraktor pertahanan di Los Angeles.</p>
<p>Jalan hidup Mauchly  berbeda arah. Jika Atanasoff dan Cliff Berry terpisah sama sekali dengan hasil penelitian mereka, Mauchly justru bertemu dengan J Presper Eckert yang memiliki minat yang sama dalam hal mesin hitung. Mauchly terus mengembangkan mesin hitung dengan berpijak pada model yang pernah dilihatnya pada mesin Atanasoff.</p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_1874" class="wp-caption alignnone" style="width: 400px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/eniac.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1874  " title="eniac" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/eniac.jpg" alt="J Presper Eckert dan John Mauchly di depan ENIAC" width="390" height="317" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/eniac.jpg 390w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/08/eniac-300x243.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 390px) 100vw, 390px" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Keberuntungan menerpa pasangan Muachly-Eckert, ketika Herman Goldstine, perwira militer yang ditugasi untuk membuat buku tabel menembak bagi militer AS merasa putus asa bagaimana menyelesaikan pekerjaannya. Buku tabel menembak adalah daftar kalkulasi untuk menghitung jangkauan senjata dalam berbagai kondisi, yang berbeda-berbeda datanya untuk tiap jenis dan ukuran senjata. Kesalahan pada tabel ini bisa berakibat fatal karena meriam bisa salah sasaran dan malah mengenai rekan sendiri. Selain menghabiskan sumber daya, kesalahan ini sekaligus memboroskan jumlah biaya yang dihabiskan untuk untuk senjata yang meledak sia-sia.</p>
<p>Goldstine pantas merasa putus asa karena satu tabel menembak dengan 3000-4000 lintasan peluru membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk menyelesaikannya, padahal mesin hitung sudah dijalankan 2 shift (shift ketiga untuk melakukan pemeliharaan agar mesin tetap bekerja). Perhitungan manusia malah membutuhkan lebih banyak sumber daya dan waktu sehingga ketika ia mendengar bahwa ada mesin hitung lain yang lebih cepat dan akurat, paling sedikit 1000 kali, ia dengan senang hati mendatanginya.</p>
<p>Meski mesin yang akan diciptakan oleh Mauchly dan Eckert akan membutuhkan ruangan lebih besar dan menghasilkan panas yang lebih tinggi, Goldstine tetap meminta Mauchly-Eckert mengajukan proposal. Tanggal 9 April 2943, proposal ini disetujui oleh pejabat militer di Ballistics Research Lab dan proyek keduanya secara resmi diberi nama ENIAC, singkatan dari Electronic Numerical Integrator and Computer.</p>
<p>Selesai di tahun 1945, ENIAC terdiri dari 19.000 tabung vakum, beratnya lebih dari 30 ton dan menempati ruang 1.800 kaki persegi dan butuh tenaga listrik 175 kilowat, bandingkan dengan komputer generasi sekarang yang beratnya hanya beberapa kilo, berukuran 14 inchi, butuh tenaga baterai cukup kecil dan memiliki kecepatan jutaan kali lebih cepat.</p>
<p>Peluncuran proyek ENIAC tidak menyinggung nama Atanasoff maupun Clifford Berry. Ketika Atanasoff mengetahuinya, ia baru menyadari bahwa bukan hanya desain konseptual mendasar, sirkuit penambahan dan pengurangan yang ada pada ENIAC merupakan saduran dari mesin yang ia ciptakan bersama Clifford Berry. Ia merasa muak pada apa yang ia anggap sebagai pembajakan oleh Mauchly namun proses paten sudah dimiliki oleh pasangan Mauchly dan Eckert.</p>
<p>Nama John Vincent Atanasoff dan Clifford Berry akhirnya diakui secara resmi dan legal pada tahun 1973, melalui pengadilan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Honeywell_v._Sperry_Rand">Honeywell vs Sperry Rand</a> yang membatalkan paten atas nama Eckert-Mauchly dan menetapkan Atanasoff dan Cliff Berry sebagai penemu awal mesin komputer.</p>
<p>Atanasoff meninggal pada tahun 1994, sedangkan Cliff Berry meninggal pada tahun 1963, 10 tahun sebelum keputusan legal yang menempatkan dirinya dalam sejarah perkembangan komputer.</p>
<p>Referensi :</p>
<ol>
<li>Clark Mollenhoff, Atanasoff : Forgotten Father of the Computer</li>
<li>Forbes Greatest Technology Stories</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/sejarah-komputer-modern-john-vincent-atanasoff-forgotten-father-of-the-computer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perubahan Tampilan Internet Banking CIMB Niaga</title>
		<link>https://www.vavai.com/perubahan-tampilan-internet-banking-cimb-niaga/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/perubahan-tampilan-internet-banking-cimb-niaga/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 06:36:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[CIMB NIaga]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Banking]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi-aggregator]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=1784</guid>

					<description><![CDATA[Lama tidak mengakses internet banking bank CIMB Niaga, saya cukup surprise juga melihat perubahan yang terjadi. Saya biasanya mengakses internet banking BCA (KlikBCA) karena memang lebih banyak melakukan transaksi via rekening BCA. Perubahan awal yang terjadi adalah dari sisi alamat URL. Kalau yang lama beralamat di https://ibank.cimbniaga.com, yang baru beralamat di https://www.cimbclicks.co.id/ Perubahan yang kedua,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lama tidak mengakses internet banking bank CIMB Niaga, saya cukup surprise juga melihat perubahan yang terjadi. Saya biasanya mengakses internet banking BCA (KlikBCA) karena memang lebih banyak melakukan transaksi via rekening BCA.</p>
<p>Perubahan awal yang terjadi adalah dari sisi alamat URL. Kalau yang lama beralamat di https://ibank.cimbniaga.com, yang baru beralamat di https://www.cimbclicks.co.id/</p>
<p>Perubahan yang kedua, CIMB Niaga menggunakan keyboard virtual untuk pengetikan password seperti terlihat pada gambar ilustrasi dibawah ini, mungkin sebagai tindakan preventif adanya celah keamanan berupa keylogger.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/07/ibanking-niaga.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1785" title="ibanking-niaga" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/07/ibanking-niaga.jpeg" alt="" width="460" height="295" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/07/ibanking-niaga.jpeg 852w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/07/ibanking-niaga-300x193.jpeg 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/07/ibanking-niaga-768x493.jpeg 768w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/07/ibanking-niaga-250x161.jpeg 250w" sizes="auto, (max-width: 460px) 100vw, 460px" /></a></p>
<p>Yang ketiga, CIMB Niaga menghilangkan pertanyaaan keamanan tambahan, jadi setelah login kita bisa langsung melakukan transaksi.</p>
<p>Untuk yang lain sifatnya sama, misalnya untuk transaksi keuangan (transfer atau bayar tagihan), CIMB Niaga menggunakan mekanisme mPIN atau mobile PIN. Jadi berbeda dengan BCA yang menggunakan KeyBCA, CIMB Niaga menggunakan nomor PIN yang dikirim kepada kita sesuai request.</p>
<p>Selain hal diatas, saya tidak tahu apakah memang ada bug pada ibanking sebelumnya, yang jelas saya kini dapat melakukan pemindahbukuan antar rekening saya sendiri (sesama rekening CIMB Niaga). Hal yang sama tidak dapat saya lakukan sebelumnya meski menunya sudah ada.</p>
<p>Diluar itu semua, komitmen CIMB Niaga untuk memperbaiki kualitas Internet Bankingnya patut dihargai, meski masih ada tulisan yang ironis berupa : <em>Best viewed with Microsoft IE 7.0 and above, with  1024&#215;768 resolution</em>. Selama ini saya selalu mengakses IBanking Niaga menggunakan browser Firefox <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> . Kalau sampai IBanking CIMB Niaga hanya bisa diakses oleh Internet Explorer, saya lebih memilih untuk menutup rekening saya daripada terpaksa melakukan instalasi Internet Explorer <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f61b.png" alt="😛" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> . Mutung ? Tentu saja bukan, toh CIMB Niaga juga nggak bakal kehilangan nasabah seperti saya, mungkin masih lebih banyak nasabah lain yang memilih untuk install IE daripada pindah bank, hehehe&#8230;</p>
<p>Sekedar konfirmasi saja, Internet Banking CIMB Niaga dapat diakses dengan baik menggunakan Mozilla Firefox. Saya menggunakan Mozilla Firefox 3.6.6 pada Linux openSUSE 11.3 64 bit.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/perubahan-tampilan-internet-banking-cimb-niaga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku : Selimut Debu, Catatan Perjalanan Agustinus Wibowo</title>
		<link>https://www.vavai.com/resensi-buku-selimut-debu-catatan-perjalanan-agustinus-wibowo/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/resensi-buku-selimut-debu-catatan-perjalanan-agustinus-wibowo/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 08:32:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Agustinus Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi-aggregator]]></category>
		<category><![CDATA[selimut Debu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=963</guid>

					<description><![CDATA[Saya mengenal Agustinus Wibowo pertama kali melalui cerita-cerita dan catatan perjalanannya keliling dunia yang dimuat oleh Harian Kompas. Ketika awal pekan lalu mampir ke toko buku Gramedia di Metropolitan Mall Bekasi, saya tidak perlu berpikir dua kali untuk membeli buku catatan perjalanananya, &#8220;Selimut Debu&#8221; Selimut Debu adalah kisah perjalanan mendebarkan yang dilakukan oleh Agus, didaerah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/03/selimut-debu.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-964" style="margin: 10px;" title="selimut-debu" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/03/selimut-debu.jpg" alt="" width="270" height="400" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/03/selimut-debu.jpg 270w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/03/selimut-debu-203x300.jpg 203w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/03/selimut-debu-169x250.jpg 169w" sizes="auto, (max-width: 270px) 100vw, 270px" /></a>Saya mengenal <a href="http://avgustin.net/home.php">Agustinus Wibowo</a> pertama kali melalui cerita-cerita dan catatan perjalanannya keliling dunia yang dimuat oleh Harian Kompas. Ketika awal pekan lalu mampir ke toko buku Gramedia di Metropolitan Mall Bekasi, saya tidak perlu berpikir dua kali untuk membeli buku catatan perjalanananya, &#8220;Selimut Debu&#8221;</p>
<p>Selimut Debu adalah kisah perjalanan mendebarkan yang dilakukan oleh Agus, didaerah yang penyebutan namanya sama dengan menyebut kata &#8220;perang&#8221;. Ya, ini buku tentang perjalanan Agus di sebuah negara bernama Afghanistan. Bayangkan, ini perjalanan yang dilakukan oleh Agus, yang notabene non muslim di sebuah negara yang terkenal karena fundamentalismenya. Perjalanan ini tentu tidak bisa dilepaskan dari segala identitas yang melekat pada Agus, namun dengan piawai ia mampu merangkum bagaimana sebuah agama  bisa menjadi pendamai sekaligus pemicu pertengkaran. Agus dengan handal mampu meramu kisah dan pengalamannya tanpa terkesan menggurui, tanpa terkesan menyalahkan atau memihak salah satu pendapat.</p>
<p>Agus memang petualang hebat. Ia juga jurnalis yang handal. Ceritanya mengalir naik turun dan membawa pembacanya menelusuri kepulan debu gunung-gunung tandus di Afghanistan, berdesakan naik mobil melintasi gurun, ditipu, dibohongi atau ditolong oleh orang berbagai suku dan latar belakang.</p>
<p>Ini bukan perjalanan yang naif. Ini buku tentang catatan perjalanan sejujurnya. Agus bahkan sempat bercerita, bagaimana seorang warga Afghanistan menyambutnya dengan ramah, mengajaknya ke rumahnya dan memperlakukannya sebagai tamu terhormat. Saat malam menjelang, tiba-tiba penyambutnya itu sudah berdiri dihadapannya, tanpa busana. Sontak Agus menjerit dan kabur. Homoseksual merupakan ancaman lain diluar perselisihan antar suku, teror Taliban versus penguasa serta ancaman dari para perampok dan bandit.</p>
<p>Apakah semua perjalanan ini membawa pengalaman negatif? Tentu saja tidak. Agus juga bercerita saat ia terkesima mendengar ucapan bijak pemuka Islam Ismaili, yang dengan santun mengatakan kalimat yang mencerahkan batin. Pengalaman Agus disambut sebagai tamu terhormat, diistimewakan karena ia adalah orang asing hingga cerita-cerita bagaimana penduduk Afghanistan menolongnya ditengah kekurangan mereka sendiri. Andaikan saya jadi Agus, tentulah hati saya penuh sesak dengan segala pengalaman yang ada.</p>
<p>Catatan perjalanan ini memang merupakan buku pertama, meski juga bukan cerita pengalaman pertama. Agus belum membukukan kisah perjalanannya di India dan Nepal. Cerita di Afghanistan kemungkinan dibukukan karena negara ini memang tengah menjadi sorotan. masih ditunggu buku Agus yang lain, seperti nanti cerita di India, Nepal, Tajikistan, Turkmenistan dan seterusnya.</p>
<p>Agus memulai kisah perjalanannya dari Pakistan melalui celah Khyber atau Khyber pass yang terkenal itu, melintasi Tribal area dimana Senapan dan senjata api dijual seperti rokok kretek di Indonesia, melintasi gunung-gunung di pedesaan Afghanistan, menyeberang hingga ke Iran, untuk kemudian kembali ke Kabul dan bersiap masuk ke Tajikistan.</p>
<p>Jika anda penggemar kisah petualangan, inilah buku yang wajib anda miliki. Saya malah terpikir, mungkin Agus ada baiknya membuka halaman donasi, dimana teman-teman yang ingin memberikan support padanya bisa mengirimkan donasi untuk biaya perjalanannya. Appreciate banget melihat <a href="http://avgustin.net/gallery.php">galeri foto yang ada di websitenya</a>.</p>
<p>Doa saya untuk kesehatan dan keselamatan Agus. Semoga bisa terus membawa manfaat bagi para pembaca kisah-kisah perjalanannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/resensi-buku-selimut-debu-catatan-perjalanan-agustinus-wibowo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>10</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
