<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Case Study &#8211; Blog Vavai</title>
	<atom:link href="https://www.vavai.com/category/computer-it-related/linux/case-study/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.vavai.com</link>
	<description>Jurnal Perjalanan Hidup Vavai</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Oct 2012 13:21:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>High Availability Linux LAMP (Ubuntu Server 12.04)</title>
		<link>https://www.vavai.com/high-availability-linux-lamp-ubuntu-server-12-04/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/high-availability-linux-lamp-ubuntu-server-12-04/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochamad Welly R.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2012 10:27:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Case Study]]></category>
		<category><![CDATA[Debian/Ubuntu Family]]></category>
		<category><![CDATA[Distro]]></category>
		<category><![CDATA[High Availability Server]]></category>
		<category><![CDATA[lamp]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=6280</guid>

					<description><![CDATA[LAMP adalah istilah yang merupakan singkatan dari Linux, Apache HTTP Server, MySQL dan Perl/PHP/Phyton. LAMP merupakan paket perangkat lunak bebas yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap. Secara prinsip dan umumnya sebagai webserver. Kali ini kita akan melakukan konfigurasi High availability Linux Apache MySQl PHP Server atau yang biasa dikenal dengan LAMP Server. Kombinasi yang pasti...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6281" aria-describedby="caption-attachment-6281" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/10/karedoknet-lamp.png"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-6281 " title="Linux Apache MySQl PHP" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/10/karedoknet-lamp-300x156.png" alt="Linux Apache MySQl PHP" width="300" height="156" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/10/karedoknet-lamp-300x156.png 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/10/karedoknet-lamp-250x130.png 250w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/10/karedoknet-lamp.png 336w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption id="caption-attachment-6281" class="wp-caption-text">Linux Apache MySQl PHP</figcaption></figure>
<p>LAMP adalah istilah yang merupakan singkatan dari Linux, Apache HTTP Server, MySQL dan Perl/PHP/Phyton. LAMP merupakan paket perangkat lunak bebas yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap. Secara prinsip dan umumnya sebagai webserver. Kali ini kita akan melakukan konfigurasi High availability Linux Apache MySQl PHP Server atau yang biasa dikenal dengan <strong>LAMP Server</strong>.</p>
<p>Kombinasi yang pasti dari perangkat lunak yang disertakan dalam paket LAMP dapat bervariasi, terutama berkenaan dengan perangkat lunak scripting web, seperti PHP dapat diganti atau dilengkapi dengan Perl dan / atau Phyton. Istilah serupa dengan dasar perangkat lunak yang sama (AMP) berjalan pada sistem operasi lainnya, seperti Microsoft Windows (WAMP), Mac OS (MAMP), Solaris (SAMP), iSeries (iAMP), atau OpenBSD (OAMP).</p>
<p><a title="High Availability Linux LAMP (Ubuntu Server 12.04)" href="http://www.excellent.co.id/case-studies/high-availability-linux-lamp-ubuntu-server-12-04/" target="_blank">Baca artikel &#8220;High Availability Linux LAMP (Ubuntu Server 12.04)&#8221; selengkapmya&#8230;</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/high-availability-linux-lamp-ubuntu-server-12-04/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Zimbra Mail Server : Mengenal Split DNS</title>
		<link>https://www.vavai.com/mengenal-split-dns/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/mengenal-split-dns/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochamad Welly R.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 14:14:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Case Study]]></category>
		<category><![CDATA[Debian/Ubuntu Family]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE & SLES]]></category>
		<category><![CDATA[RedHat Family]]></category>
		<category><![CDATA[Tips, Tricks & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Centos]]></category>
		<category><![CDATA[Debian]]></category>
		<category><![CDATA[DNS]]></category>
		<category><![CDATA[Fedora]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi-aggregator]]></category>
		<category><![CDATA[Split-DNS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=5520</guid>

					<description><![CDATA[Instalasi Zimbra dibelakang sebuah firewall (atau NAT) terkadang membutuhkan konfigurasi tambahan yang disebut split DNS / split-horizon / dual-horizon DNS. Split DNS memungkinkan user yang berbeda menerima jawaban yang berbeda unntuk satu pertanyaan yang sama. Split DNS mendeskripsikan dua zona yang berbeda untuk satu domain yang sama, satu zona untuk internal, satu zona untuk eksternal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Instalasi Zimbra dibelakang sebuah firewall (atau NAT) terkadang membutuhkan konfigurasi tambahan yang disebut split DNS / split-horizon / dual-horizon DNS. Split DNS memungkinkan user yang berbeda menerima jawaban yang berbeda unntuk satu pertanyaan yang sama. Split DNS mendeskripsikan dua zona yang berbeda untuk satu domain yang sama, satu zona untuk internal, satu zona untuk eksternal (biasanya internet).</p>
<p>Salah satu alasan Split DNS dilakukan adalah untuk menyembunyikan informasi DNS internal perusahaan dari pihak eksternal di Internet sehingga memungkinkan pemberian nama DNS untuk server-server yang berada pada jaringan lokal pada satu DNS server yang tidak dapat diresolve dari jaringan eksternal atau memperoleh informasi yang berbeda dengan jaringan internal. Terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai apakah hal ini berguna atau tidak, tetapi sejauh ini split DNS dapat membantu dalam menghemat resource bandwith. Dengan split DNS klien-klien lokal akan mendapat IP private dari mail server.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/03/split-dns.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone  wp-image-5523" title="split-dns" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/03/split-dns.jpg" alt="" width="446" height="211" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/03/split-dns.jpg 637w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/03/split-dns-300x142.jpg 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2012/03/split-dns-250x118.jpg 250w" sizes="(max-width: 446px) 100vw, 446px" /></a></p>
<p>Sebagai gambaran, katakanlah PT Excellent Infotama Kreasindo memiliki mail server (mail.excellent.co.id) di jaringan internal dengan IP Private 192.168.1.111 dan IP Publik 110.212.110.212 dengan gateway (IP 192.168.1.1). Jika dalam infrastruktur “non-split” DNS, ketika user melakukan dig ke domain mail.excellent.co.id yang didapat adalah IP Publik. Dengan demikian user akan memerlukan bandwith untuk mengakses internet baru kemudian kembali lagi ke lokal. Jadi jika menggunakan skema split DNS, ketika jaringan internet bertanya alamat mail.excellent.co.id maka akan dijawab 110.212.110.212, tapi jika jaringan internal yang bertanya, akan dijawab alamat IP Private (lokal).</p>
<p>Untuk mulai melakukan setting split DNS, kita perlu membuat beberapa view dan mendaftarkan alamat jaringan yang sesuai dengan view yang dibuat. Masing-masing view mempunyai definisi data DNS zone tersendiri yang akan digunakan untuk menjawab request dari user.</p>
<p><strong>Persiapan Pengaturan Split DNS</strong></p>
<ol>
<li>Pastikan paket bind / bind9 / named sudah terpasang pada komputer yang akan dijadikan DNS server.</li>
<li>Telah memahami pengaturan dasar DNS, meliputi pembuatan zone DNS, record DNS, dan edit file DNS zone.</li>
<li>Backup file-file yang asli sebelum mulai melakukan pengaturan split DNS, yaitu file named.conf dan file zone pada folder DNS (lokasi file berbeda-beda terganung distro Linux yang digunakan).</li>
<li>Banyak-banyak berdoa semoga tidak akan ada masalah selama &amp; setelah melakukan pengaturan ini. Hihihi&#8230;. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></li>
</ol>
<p><strong>Modifikasi file named.conf</strong></p>
<p>Mari kita mulai&#8230;.</p>
<p>Implementasi split DNS hanya melakukan sedikit konfigurasi pada file named.conf. Sedangkan konfigurasi file zone sama dengan konfigurasi pada umumnya. Yang perlu diingat adalah masing-masing view harus berdiri sendiri dan memiliki file zone sendiri, walaupun semua domain yang dimuat sama dan kita harus membuat definisi zone dalam tiap view yang ada.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, kita pisahkan jaringan mana saja yang boleh meresolve domain internal, kemudian kita kelompokkan pada view yang sesuai. View eksternal memuat data yang dapat dilihat oleh seluruh dunia (internet), dan view internal memuat data yang hanya dapat dilihat dari jaringan internal perusahaan.</p>
<p><strong>View eksternal</strong> : Semua koneksi internet ke DNS Server ( 0.0.0.0/0 )</p>
<p><strong>View internal</strong> : IP Private perusahaan ( 192.168.1.0/24; 127.0.0.1/8 )</p>
<p>rubah konfigurasi file named.conf menjadi seperti berikut:</p>
<pre style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: gray; color: white;" dir="ltr">view “internal” {
	match-clients {
		192.168.1.0/24;
		127.0.0.0/8;
	};
	zone “.” {
		type hint;
		file “/etc/bind/db.root”;
	};
	zone “excellent.co.id” {
		type master;
		file “/etc/bind/excellent.co.id.int”:
	};
};

view “eksternal {
	match-clients {
		0.0.0.0/0;
	};
	zone “.” {
		type hint;
		file “/etc/bind/db.root”;
	};
	zone “excellent.co.id” {
		type master;
		file “/etc/bind/excellent.co.id.eks”:
	};
};</pre>
<p><strong>Catatan</strong>:</p>
<ul>
<li>DNS Server membaca konfigurasi named.conf dari atas kebawah, itu sebabnya view internal kita tuliskan terlebih dahulu sebelum view eksternal.</li>
<li>Lokasi file named.conf:<br />
Debian Family : /etc/bind/named.conf<br />
Red Hat Family : /var/named/chroot/etc/named.conf<br />
SUSE Family : /var/lib/named/named.conf</li>
</ul>
<p>Setelah selesai melakukan konfigurasi kita tinggal membuat 2 buah file zone, yaitu satu untuk internal &amp; satu lagi untuk eksternal. Isi file zone tersebut sama, hanya dibedakan alamat IP nya saja. Contohnya:</p>
<p>zona excellent.co.id.eks (untuk view eksternal):</p>
<pre style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: gray; color: white;" dir="ltr">      IN     NS     ns1.excellent.co.id.
      IN     NS     ns2.excellent.co.id.

      IN     MX     10     mail.excellent.co.id.

             IN     A       110.212.110.212

www         IN     A       174.xxx.xxx.xxx
<strong>mail IN A 110.212.110.212 ns1 IN A 174.xxx.xxx.xxx ns2 IN A 175.xxx.xxx.xxx</strong></pre>
<p>zona excellent.co.id.int (untuk view internal):</p>
<pre style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: gray; color: white;" dir="ltr">      IN     NS     ns1.excellent.co.id.
      IN     NS     ns2.excellent.co.id.

      IN     MX     10     mail.excellent.co.id.

             IN     A       192.168.1.77

www         IN     A       174.xxx.xxx.xxx
<strong>mail IN A 192.168.1.77 ns1 IN A 192.168.1.1 ns2 IN A 192.168.1.2</strong></pre>
<p>Lihat bagian yang dicetak tebal, kita hanya perlu melakuan perubahan dibagian tersebut.</p>
<p>Restart DNS server dengan perintah:</p>
<pre style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: gray; color: white;" dir="ltr">service named restart</pre>
<p>atau</p>
<pre style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: gray; color: white;" dir="ltr">/etc/init.d/named</pre>
<p>atau</p>
<pre style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: gray; color: white;" dir="ltr">service bind9 restart</pre>
<p>atau</p>
<pre style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: gray; color: white;" dir="ltr">/etc/init.d/bind9</pre>
<p>Konfigurasi selesai, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/mengenal-split-dns/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>24</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Install AntiVirus pada Linux Fedora 15 &#8220;Lovelock&#8221;</title>
		<link>https://www.vavai.com/install-antivirus-di-fedora-15/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/install-antivirus-di-fedora-15/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochamad Welly R.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 12:15:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Case Study]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[RedHat Family]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Virus]]></category>
		<category><![CDATA[Fedora]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi-aggregator]]></category>
		<category><![CDATA[Virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=3641</guid>

					<description><![CDATA[Pernahkah anda berpikir kalau Linux bakal terinfeksi Virus? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Karena dalam perjalanannya Linux merupakan Operating System yang berbasis Open Source dalam artian anda bebas menggunakan dan mengembangkan untuk digunakan sendiri. [Hihihi&#8230; Terjemahan bebas penulis dari definisi Open Source]. Untuk saat ini saya rasa Linux masih aman dari yang namanya Virus Komputer. Selain...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda berpikir kalau Linux bakal terinfeksi Virus? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Karena dalam perjalanannya Linux merupakan Operating System yang berbasis Open Source dalam artian anda bebas menggunakan dan mengembangkan untuk digunakan sendiri. [Hihihi&#8230; Terjemahan bebas penulis dari <a title="Definisi Open Source" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_terbuka" target="_blank">definisi Open Source</a>]. Untuk saat ini saya rasa Linux masih aman dari yang namanya Virus Komputer. Selain karena security yang ketat, tetapi juga karena dari segi pengguna yang masih dibawah pengguna Microsoft Windows maka orang akan sedikit sekali orang berniat iseng untuk mengerjai si Linux ini.</p>
<figure id="attachment_3642" aria-describedby="caption-attachment-3642" style="width: 150px" class="wp-caption alignright"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/clamav.png"><img decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-3642 " title="clamav" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/clamav-150x150.png" alt="ClamAV" width="150" height="150" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/clamav-150x150.png 150w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/clamav-300x300.png 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/clamav-250x250.png 250w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/clamav-109x109.png 109w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/clamav-100x100.png 100w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/clamav.png 460w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" /></a><figcaption id="caption-attachment-3642" class="wp-caption-text">AntiVirus untuk Linux</figcaption></figure>
<p>Untuk anda yang sering menggunakan Flash Disk atau Dual Boot Linux &#8211; Windows dengan satu partisi data yang berbagi antara windows dan linux memerlukan program AntiVirus untuk mencegah &#8211;lebih tepatnya meyakinkan&#8211; kalau Flash Disk / Partisi anda aman dari Virus yang bersembunyi di dalamnya. Karena terkadang dari pengalaman saya, AntiVirus Windows tidak dapat membersihkan Virus yang menjangkiti OS Windows kita. Bisa jadi karena AntiVirusnya yang kurang ampuh atau karena virusnya sudah terlanjur menjalar. Salah satu solusi yang saya gunakan adalah menginstall juga AntiVirus di Linux untuk memastikan kalau virus yang ada sudah dibersihkan.</p>
<p>Langkah berikut merupakan pengalaman saya menginstall AntiVirus ClamAV di <a title="Fedora Project" href="http://fedoraproject.org/id/" target="_blank">Fedora 15 (Lovelock)</a> melalu terminal.</p>
<p><strong>Install Paket</strong></p>
<p>Langkah pertama yang harus dilakukan adalah pindah user menjadi root. Lakukan dengan perintah</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr">sudo su</pre>
<p>lalu update fedora anda dan install paket ClamAV</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr">yum update -y &amp;&amp; yum install -y clamav clamav-update</pre>
<p>Sebelum menginstall GUI Clam AV, kita perlu mengedit konfigurasinya menggunakan teks editor.</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr">vi /etc/freshclam.conf</pre>
<p>Lakukan langkah2 berikut:</p>
<p>Note: Jangan lupa tekan tombol [Insert] untuk mulai mengedit File.<br />
1. Cari dan ubah baris berikut menjadi</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr"># Comment or remove the line below.
#Example</pre>
<p>&nbsp;</p>
<p>2. Hilangkan tanda # pada baris yang bertuliskan “DNSDatabaseInfo current.cvd.clamav.net” menjadi</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr"># Default: current.cvd.clamav.net
DNSDatabaseInfo current.cvd.clamav.net</pre>
<p>3. Ubah database update ClamAV ke lokasi terdekat dengan kita, dalam hal ini Indonesia.<br />
Cari bagian</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr">DatabaseMirror db.vn.clamav.net</pre>
<p>ubah menjadi</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr">DatabaseMirror db.ID.clamav.net</pre>
<p>4. Hapus juga tanda # pada bagian</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr">DatabaseMirror database.clamav.net</pre>
<p>Untuk mengupdate database ClamAV lakukan perintah</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr">Freshclam</pre>
<p>Jika muncul pesan error seperti berikut:</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr">ERROR: Can't create temporary directory /var/lib/clamav/clamav-0f9ef994d9a44c7f9b939251c41f3c86 Hint: The database directory must be writable for UID 500 or GID 500</pre>
<p>Artinya kita tidak memiliki akses ke direktori Update ClamAV, untuk menghilangkan error tersebut, anda bisa lakukan langkah berikut:</p>
<p>Ubah kepemilikan direktori sesuai dengan pesan diatas.</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr">chown -R 500:500 /var/lib/clamav chmod -R 755 /var/lib/clamav</pre>
<p>Sesuaikan UID dan GID diatas sesuai pesan yang muncul.</p>
<p>Terakhir, kita akan menambahkan GUI pada ClamAV. Untuk itu anda cukup lakukan perintah berikut</p>
<pre class="alt2" style="margin: 3px 0px; padding: 6px; border: 1px inset; width: 450px; font-family: monospace,courier-new; text-align: left; overflow: auto; background: black; color: white;" dir="ltr">yum install -y clamtk</pre>
<p>Tada&#8230; ClamAV sudah terinstall pada Fedora 15 anda.</p>
<figure id="attachment_3643" aria-describedby="caption-attachment-3643" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/Screenshot-26.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3643 " title="User Interface ClamAV" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/Screenshot-26-300x248.png" alt="User Interface ClamAV" width="300" height="248" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/Screenshot-26-300x248.png 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2011/07/Screenshot-26.png 404w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><figcaption id="caption-attachment-3643" class="wp-caption-text">User Interface ClamAV</figcaption></figure>
<p>-= Selamat Mencoba =-</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/install-antivirus-di-fedora-15/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Project Sistem di Semarang</title>
		<link>https://www.vavai.com/kunjungan-project-sistem-di-semarang/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/kunjungan-project-sistem-di-semarang/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 06:30:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Case Study]]></category>
		<category><![CDATA[Family & Personal]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE & SLES]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent]]></category>
		<category><![CDATA[planet-terasi-aggregator]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=2291</guid>

					<description><![CDATA[Sesuai agenda, hari Sabtu 04 Desember 2010 saya meluncur ke Semarang untuk project implementasi dan upgrade sistem mail server di salah satu perusahaan PMA Jepang di kawasan Banyumanik Semarang. Meluncur dari Bekasi hari Sabtu pagi pukul 05:30 pagi, saya tiba di bandara menjelang pukul 07 pagi. Perjalanan lancar dan Jakarta terlihat tenteram menyenangkan di Sabtu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai <a href="https://www.vavai.com/2010/12/03/kunjungan-ke-semarang-project-zimbra-mail-server/">agenda</a>, hari Sabtu 04 Desember 2010 saya meluncur ke Semarang untuk project implementasi dan upgrade sistem mail server di salah satu perusahaan PMA Jepang di kawasan Banyumanik Semarang.</p>
<p>Meluncur dari Bekasi hari Sabtu pagi pukul 05:30 pagi, saya tiba di bandara menjelang pukul 07 pagi. Perjalanan lancar dan Jakarta terlihat tenteram menyenangkan di Sabtu pagi <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f609.png" alt="😉" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> .</p>
<p>Proses check in dan boarding juga berjalan lancar dan cepat. Kekhawatiran saya bahwa bandara bisa crowded karena ada libur panjang hari kejepit (hari Senin = hari kejepit karena hari Selasa libur 1 Muharram) tidak terbukti.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/12/semarang.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-2293" title="semarang" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/12/semarang.jpg" alt="" width="480" height="360" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/12/semarang.jpg 800w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/12/semarang-300x225.jpg 300w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/12/semarang-768x576.jpg 768w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/12/semarang-250x188.jpg 250w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2010/12/semarang-705x529.jpg 705w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /></a></p>
<p><em>Catatan : Ilustrasi foto milik Bozhart, diambil dari <a href="http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=768000">thread ini</a>.</em></p>
<p>Tiba di Semarang pukul 09:05 saya langsung meluncur ke lokasi klien. Sayang sekali, ada insiden kecil, saya teledor meninggalkan buku bacaan tentang &#8220;sejarah dan kesuksesan mc donald&#8221; sewaktu mengambil uang di atm BCA bandara. Sayang juga karena itu buku bagus dengan sampul hard cover dan saya belum selesai membacanya.</p>
<p>Tiba di kantor klien, saya langsung bergerak cepat. Karena sudah disiapkan sebelumnya, saya langsung melakukan instalasi proxmox virtual environment sebagai basis host sistem. Awalnya ada kegagalan instalasi sewaktu melakukan format harddisk namun hal ini bisa saya selesaikan dengan cara boot sistem menggunakan dvd SUSE dan memilih opsi rescue system dan melakukan format harddisk via konsole. Setelah harddisk dikosongkan, proses instalasi berjalan lancar.</p>
<p>Proses selanjutnya adalah instalasi guest sistem menggunakan SLES 11 SP 1 dan Zimbra versi 6.0.9 yang disusul dengan proses konfigurasi administrasi default setting.</p>
<p>Proses yang menyita waktu cukup lama adalah memindahkan data email yang lama ke email server baru. Saya banyak terbantu oleh tulisan saya sendiri soal moving Zimbra mail server. Proses pemindahan email sebesar 65 GB menyita waktu sekitar 4-5 jam. Pemindahan sempat terhenti karena kapasitas disk yang menjadi penampung sementara sudah penuh sehingga saya perlu mengulang proses pemindahan data mailbox.</p>
<p>Untuk menghindari proses pemindahan dari awal, saya membuat script singkat yang isinya menginstruksikan Zimbra untuk hanya melakukan pemindahan data mailbox yang data tujuannya masih kosong. Scriptnya akan saya share pada posting terpisah.</p>
<p>Hari Sabtu saya memastikan proses pemindahan dan konfigurasi sudah komplit sehingga saya pulang ke tempat menginap dengan hati tenteram <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Hari Minggu pagi saya kembali ke kantor klien untuk melakukan pengecekan akhir, sekaligus memasang sistem menggantikan sistem yang lama dan melakukan sinkronisasi data email yang masih tersisa. Waktu menjelang siang juga saya manfaatkan bersama salah satu team support Excellent yang tinggal di Semarang untuk melakukan pengecekan klien dalam mengakses mail server yang baru.</p>
<p>Saat tulisan ini saya buat, proses pengecekan sudah selesai dilakukan dan saya bersiap untuk ciao ke bandara dan kembali ke Bekasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/kunjungan-project-sistem-di-semarang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Linux untuk Managing Director dan Manajemen Level Atas</title>
		<link>https://www.vavai.com/linux-untuk-managing-director-dan-manajemen-level-atas/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/linux-untuk-managing-director-dan-manajemen-level-atas/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2007 02:21:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Case Study]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=36</guid>

					<description><![CDATA[Selama proses migrasi, tantangan terberat adalah bagaimana mengubah sistem operasi yang digunakan oleh para boss menjadi Linux. Boss-nya pun bukan sembarang boss, melainkan boss pemilik perusahaan. Menghadapi staff atau supervisor hingga level manajer masih bisa dilakukan secara persuasif. Untuk supervisor dan staff kebawah malah bisa langsung pakai paradigma kekuasaan :-), tapi kalau managing director menolak,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" vspace="5" hspace="5" border="0" align="left" src="http://www.ptmsa.co.id/vavai/images/linwin.jpg" />Selama proses migrasi, tantangan terberat adalah bagaimana mengubah sistem operasi yang digunakan oleh para boss menjadi Linux. Boss-nya pun bukan sembarang boss, melainkan boss pemilik perusahaan.</p>
<p>Menghadapi staff atau supervisor hingga level manajer masih bisa dilakukan secara persuasif. Untuk supervisor dan staff kebawah malah bisa langsung pakai paradigma kekuasaan :-), tapi kalau managing director menolak, masya kita mau berantem, nggak juga khan&#8230;<br /><span id="more-36"></span>Kebetulan Managing Director saya menggunakan Windows OEM yang sudah dibundel sewaktu beli. Namun, karena aktivitas yang cukup tinggi dalam hal keluar masuk data (CD, USB Flash Disk maupun email &amp; internet), virus dan trojan sudah menjadi makanan sehari-hari. Saya sudah memasang dan gonta-ganti antivirus berbagai jenis tapi hanya bisa mengurangi dan menahan selama beberapa waktu. Kadang, antivirus justru memperlambat kecepatan komputer, padahal spesifikasi yang digunakan tidak jelek-jelek amat. Memori 512 MB dan Pentium 4 3 Ghz. Aplikasi yang digunakanpun hanya pengolah kata dan spreadsheet serta aplikasi multimedia.<script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-0647290761553266";
google_language = 'en';
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
google_ad_format = "336x280_as";
google_ad_type = "text_image";
//2007-05-07: footer-artikel-adsense
google_ad_channel = "8246426545";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "a68c53";
google_color_text = "000000";
google_color_url = "a68c53";
//-->
</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></p>
<p>Pendekatan saya pertama dalam upaya melinux-kan komputer managing director adalah mengubah email client menjadi Thunderbird dan mengubah browser dari Internet Explorer menjadi Opera dan Firefox. Hal ini berjalan sukses karena tidak ada masalah berarti. Data email outlook dapat dengan mudah diimport kedalam Thunderbird. Browser Opera dan Firefox berjalan dengan mulus dan cepat dibandingkan Internet Explorer.</p>
<p>Masalah yang bolak-balik berkunjung adalah virus dan trojan. Pemasangan anti spyware dan antivirus tidak banyak membantu. Akhirnya, kemarin sore boss datang kemeja saya melihat komputernya dioperasi oleh staff saya. Boss melihat SuSE 10.2 saya yang menggunakan Gnome dan KDE (saya pakai 2 komputer, hehehe&#8230; Satu untuk penggunaan pribadi, satu lagi sebagai kelinci percobaan) dan bertanya,</p>
<p>&quot;Lho, kamu sama staff IT dan yang lainnya pakai apa ?&quot;</p>
<p>&quot;Linux pak.&quot; </p>
<p>Si Boss bertanya-tanya sedikit soal kemampuan Linux menangkal virus dan trojan dan stabilitasnya terhadap kemungkinan hang. Kebetulan, penggunaan open source memang merupakan kebijakan yang dibuat secara resmi diperusahaan, meski penerapannya dilakukan bertahap, jadi si Boss tidak terlalu asing pada Linux.</p>
<p>Akhirnya boss berkata, &quot;Kalau begitu, saya pakai Linux juga deh. Toh saya sudah pakai Opera dan Thunderbird. Asal saya bisa buka file Excel dan Word sudah cukup bagi saya.&quot;</p>
<p>Ah, ternyata justru lebih mudah dari yang dibayangkan&#8230;</p>
<p>Saran saya, jika ingin sukses melakukan migrasi sistem dari Windows ke Linux untuk level manajemen atas, siapkan sebaik-baiknya agar Linux memberikan citra yang positif. Ujicoba terlebih dahulu dilevel IT. Kemudian, lakukan beberapa setup kecil agar perubahan berjalan mulus. Jika kita sudah sukses melakukan migrasi sistem untuk top manajemen, meminta level operasional menggunakan Linux semestinya bisa lebih mudah. Paling tidak, kita bisa menggunakan wewenang dari top manajemen untuk introduksinya :-).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/linux-untuk-managing-director-dan-manajemen-level-atas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
